LUMINASIA.ID, Los Angeles — Waralaba horor Insidious kembali dengan pendekatan berbeda melalui film terbaru Insidious: Out of the Further. Film keenam dalam seri tersebut diarahkan sekaligus ditulis oleh Jacob Chase, yang sengaja menjadikannya sebagai titik awal baru agar tidak terasa seperti pengulangan dari film-film sebelumnya.
Dalam wawancara dengan Variety, Chase mengakui bahwa penonton mungkin mulai mempertanyakan alasan waralaba tersebut terus berlanjut setelah lima film. Karena itu, ia ingin menghadirkan cerita yang tetap memiliki identitas Insidious, tetapi menawarkan pengalaman yang lebih segar.
“Ini harus terasa seperti awal yang baru,” menjadi gagasan utama Chase ketika mengembangkan film tersebut. Ia ingin membuat sebuah film orisinal yang kebetulan menggunakan nama Insidious.
Cerita kali ini berpusat pada Gemma, diperankan Amelia Eve, seorang perempuan yang memiliki kemampuan astral projection. Namun, berbeda dari karakter-karakter sebelumnya, Gemma mampu membawa entitas dari The Further ke dunia nyata. Kemampuan tersebut kemudian menjadi sumber ancaman baru ketika ia berusaha melindungi putrinya sekaligus menghadapi trauma yang diwariskan dari sang ibu.
Chase juga berusaha memberikan bobot emosional yang lebih kuat. Saat menulis film, ia sendiri sedang mempersiapkan diri menjadi seorang ayah untuk pertama kalinya. Pengalaman tersebut memengaruhi cara ia membangun karakter Gemma, terutama mengenai ketakutan seseorang akan mengulangi kesalahan orang tuanya ketika membesarkan anak.
Selain aspek psikologis, Chase memanfaatkan pengalaman lamanya mengelola wahana rumah hantu untuk mengembangkan teknik menakut-nakuti penonton. Ia pernah membangun Bigworm Sherwood Scare, sebuah atraksi horor amal di Northridge, California, yang beroperasi pada 2012 hingga 2014 dan hasilnya disalurkan untuk penelitian serta bantuan bagi penderita cystic fibrosis.
Menurut Chase, pengalaman mengamati langsung reaksi pengunjung membantunya memahami bagaimana ketakutan bekerja. Dalam film, kamera digunakan layaknya pemandu yang membawa penonton melewati lorong-lorong dalam sebuah wahana horor, sekaligus menciptakan pengalihan perhatian dan ekspektasi palsu.
Karena Insidious dikenal dengan jump scare, Chase juga berusaha memastikan setiap kejutan memiliki fungsi terhadap cerita. Baginya, sebuah jump scare tidak cukup hanya membuat penonton terkejut. Momen tersebut harus memiliki konsekuensi terhadap karakter atau perkembangan cerita.
Salah satu adegan yang paling ia banggakan adalah ketika Gemma terjebak di dalam benteng bantal yang seolah tidak memiliki ujung. Konsep tersebut memanfaatkan ketakutan terhadap ruang berulang, kebingungan, dan claustrophobia. Chase menyebut film seperti The Descent sebagai salah satu inspirasinya dalam membangun sensasi terjebak tanpa mengetahui jalan keluar.
Ketakutan pribadi lainnya juga masuk ke dalam film, termasuk ketakutannya terhadap dokter gigi. Pengalaman tersebut berasal dari kejadian nyata ketika Chase menjalani operasi pencabutan gigi bungsu. Ia terbangun saat prosedur berlangsung setelah obat penenang yang diberikan tidak cukup, kemudian secara tidak sengaja terkena bor dokter gigi hingga mengalami luka pada bibir.
Setelah Insidious: Out of the Further, Chase dipastikan masih akan berkutat dengan genre horor. Ia tengah menyiapkan proyek horor rahasia untuk Blumhouse dan Universal.
Bagi Chase, membuat penonton takut pada dasarnya memiliki kemiripan dengan pertunjukan sulap. Keduanya mengandalkan pengalihan perhatian, membangun ekspektasi, lalu memberikan kejutan pada saat yang tidak diduga penonton.
Insidious: Out of the Further dijadwalkan tayang di bioskop pada Jumat melalui Sony Pictures Entertainment, membawa harapan bahwa waralaba tersebut dapat menemukan energi baru tanpa sepenuhnya meninggalkan akar horornya.



