LUMINASIA.ID - Suara klakson motor yang tiba-tiba berubah menjadi cempreng, serak atau bahkan tidak berbunyi sama sekali sering dianggap sebagai masalah kecil oleh pengendara.
Padahal, perubahan suara klakson bisa menjadi tanda adanya gangguan pada komponen motor, mulai dari air dan lumpur yang masuk ke rumah klakson, kondisi aki yang melemah hingga sambungan kabel yang kendur.
Dilansir wahana Honda, klakson bukan sekadar alat untuk memberi tanda kepada pengendara lain, tetapi menjadi salah satu fitur keselamatan ketika pengendara membutuhkan perhatian pengguna jalan di sekitarnya.
Karena itu, tips Honda ketika suara klakson berubah dari biasanya, kondisi tersebut sebaiknya tidak langsung diabaikan.
Salah satu penyebab yang cukup sering terjadi muncul setelah motor dicuci menggunakan semprotan air bertekanan tinggi atau digunakan menerobos hujan deras.
Di dalam rumah klakson berbentuk bundar terdapat pelat membran tipis yang bergetar ketika dialiri arus listrik untuk menghasilkan suara.
Celah pada bagian klakson memungkinkan air, busa sabun atau pasir halus masuk dan mengendap di sekitar membran.
Ketika gerakan membran terganggu, suara klakson dapat berubah menjadi serak, parau, cempreng atau bahkan tidak terdengar.
Untuk penanganan awal, pengendara dapat membiarkan motor mengering dan memastikan tidak ada air yang tertinggal di sekitar klakson.
Namun, pengendara sebaiknya tidak sembarangan menyemprotkan cairan kimia ke bagian tersebut karena dapat memengaruhi komponen kelistrikan.
Masalah berikutnya bisa berasal dari aki.
Klakson membutuhkan suplai arus listrik yang cukup ketika tombol ditekan. Ketika kondisi aki mulai melemah, suara klakson juga dapat terdengar lebih kecil atau loyo.
Gejala tersebut dapat semakin terasa ketika klakson digunakan bersamaan dengan komponen kelistrikan lainnya, seperti lampu sein atau lampu rem.
Pada motor injeksi modern, kondisi aki juga perlu diperhatikan karena sistem kelistrikan berkaitan dengan berbagai komponen elektronik kendaraan.
Selain air dan aki, sambungan kabel menjadi bagian lain yang perlu diperiksa ketika klakson mulai bermasalah.
Getaran yang terus terjadi ketika motor digunakan di jalan dapat membuat sambungan fisik pada klakson menjadi kendur.
Baca: Mau Berkendara Aman? Simak 6 Tips Safety Riding Asmo Sulsel Ini
Soket terminal kabel yang longgar atau mengalami korosi juga dapat mengganggu aliran listrik menuju klakson.
Akibatnya, suara yang keluar bisa tidak stabil, terdengar cempreng atau klakson sama sekali tidak berbunyi.
Bagian lain yang juga dapat mengalami perubahan adalah baut penyetel nada atau tuning screw pada klakson.
Baut tersebut berfungsi mengatur kerapatan membran getar. Jika posisinya berubah akibat getaran, frekuensi membran juga dapat berubah sehingga suara klakson tidak lagi seperti kondisi semula.
Sebelum memutuskan mengganti klakson, pengendara dapat memeriksa lebih dulu kondisi soket dan sambungan kabel.
Namun, jika gangguan tidak kunjung teratasi, pemeriksaan sebaiknya dilakukan di bengkel resmi agar sumber masalah dapat diketahui dengan tepat.
Pemeriksaan di bengkel juga dapat mencakup kondisi voltase aki, jalur kabel hingga komponen klakson.
Dengan begitu, pengendara tidak hanya mengganti komponen berdasarkan dugaan, tetapi mengetahui bagian mana yang memang mengalami masalah.
Pada akhirnya, klakson yang mulai cempreng bukan sekadar persoalan suara yang mengganggu.
Baca: Berkendara Tetap Nyaman Saat Hujan Abu dan Asap, Simak Tipsnya
Bagi pengendara, klakson merupakan salah satu alat komunikasi ketika berada di jalan. Suara yang jelas dibutuhkan terutama saat harus memberikan peringatan kepada pengguna jalan lain.
Karena itu, perubahan suara klakson bisa menjadi pengingat bagi pemilik motor untuk mulai memeriksa kondisi kendaraannya sebelum gangguan berkembang menjadi masalah kelistrikan yang lebih besar.




