Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Makassar

Pemkot Makassar Siapkan Parkir Bertingkat, Lahan Kosong di Sekitar Balai Kota Dibidik

Jumat, 2 Oktober 2026 07:14
Editor: Ina Maharani
  • Bagikan
Rencana itu dibahas dalam rapat koordinasi pemanfaatan fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) sebagai kantong parkir di Ruang Rapat Sekretaris Daerah (Sekda) Kantor Balai Kota Makassar, Kamis (1/10/2026).

LUMINASIA.ID, MAKASSAR - Pemerintah Kota Makassar menjajaki pemanfaatan sejumlah lahan kosong untuk membangun kantong parkir sebagai upaya mengurangi kendaraan yang selama ini menggunakan badan jalan, dengan kawasan Balai Kota menjadi salah satu prioritas penataan.

Rencana tersebut mencakup kemungkinan pembangunan fasilitas parkir bertingkat dengan konstruksi sederhana, termasuk memanfaatkan lahan milik perusahaan yang belum digunakan di sekitar Balai Kota, sehingga kapasitas parkir dapat ditambah tanpa mempersempit ruang jalan.

Rencana itu dibahas dalam rapat koordinasi pemanfaatan fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) sebagai kantong parkir di Ruang Rapat Sekretaris Daerah (Sekda) Kantor Balai Kota Makassar, Kamis (1/10/2026).

Sekda Makassar, Andi Zulkifly, mengatakan konsep penataan parkir telah disiapkan oleh Perusahaan Daerah (PD) Parkir Makassar Raya.

"Kawasan Kantor Wali Kota Makassar atau Balai Kota menjadi salah satu prioritas penataan," ujarnya.

Menurutnya, kebutuhan ruang parkir di kawasan Balai Kota semakin mendesak karena tingginya aktivitas pemerintahan, pelayanan publik, serta kunjungan masyarakat.

"Tingginya aktivitas pemerintahan, pelayanan publik, serta kunjungan masyarakat membuat kebutuhan ruang parkir di kawasan area Balai kota semakin mendesak," tambah Zulkifly.

Khusus kawasan Balai Kota, penataan diarahkan untuk mengurangi kendaraan yang selama ini menggunakan badan jalan sebagai tempat parkir.

Ia menilai pembenahan di pusat pemerintahan penting untuk menciptakan ketertiban sekaligus menjadi contoh dalam pemanfaatan ruang publik.

"Yang paling mendesak itu Balai Kota. Kita harus memberikan contoh kepada masyarakat. Banyak masyarakat yang datang ke Balai Kota, tetapi sebenarnya bukan hanya Balai Kota, ada banyak kantor di sekitar sini yang menggunakan jalan untuk parkir," ungkapnya.

Sebagai solusi, Pemkot Makassar menjajaki pemanfaatan lahan kosong di sekitar Balai Kota, termasuk lahan milik perusahaan yang belum digunakan.

"Kita juga bisa bekerja sama dengan beberapa perusahaan yang memiliki tanah yang tidak digunakan. Termasuk ada lahan kosong di belakang Balai Kota sampai ke masjid," ungkapnya.

Salah satu konsep yang dipertimbangkan yakni membangun fasilitas parkir bertingkat dengan konstruksi sederhana untuk meningkatkan kapasitas parkir tanpa mempersempit ruang jalan.

"Itu kita rencanakan bisa dibangun seperti building parkir yang ada di pelabuhan, bertingkat dengan konsep yang sederhana," sambung Sekda.

Selain pembangunan fasilitas baru, optimalisasi pemanfaatan fasilitas umum juga menjadi bagian dari kajian.

Namun, Andi Zulkifly menegaskan setiap rencana harus tetap memperhatikan fungsi utama fasilitas publik, khususnya trotoar yang diperuntukkan bagi pejalan kaki.

"Kalau menggunakan trotoar, kita harus lihat apakah itu mengubah fungsi atau hanya menambah fungsi. Kalau mengubah fungsi tentu tidak bisa. Semua itu harus kita kaji," tegasnya.

Selain kawasan Balai Kota, sejumlah lokasi masuk dalam kajian awal, di antaranya Jalan Boulevard, Jalan Pengayoman di sekitar Mal Panakkukang, serta Jalan Mawas.

Menurutnya, rencana tersebut masih membutuhkan kajian lintas organisasi perangkat daerah (OPD), terutama menyangkut aspek regulasi, teknis pembangunan, kebutuhan anggaran dan pola kerja sama agar pelaksanaannya dapat berjalan sesuai ketentuan.

"Kita sementara mengkaji, kita lihat dari sisi regulasi apakah bisa dilaksanakan, kemudian berapa pembiayaannya dan skemanya seperti apa," ujarnya.

Dalam pembahasan tersebut, terdapat sejumlah alternatif pembiayaan dan pengelolaan yang dapat dipertimbangkan, mulai dari penyertaan modal pemerintah daerah hingga kerja sama dengan pihak swasta atau pengelola parkir.

Andi Zulkifly juga mencontohkan model kerja sama yang diterapkan di kawasan Anjungan Pantai Losari sebagai salah satu referensi untuk dipelajari dan disesuaikan dengan kebutuhan pengembangan fasilitas parkir di lokasi lain.

"Ada juga contoh kerja sama di Anjungan Pantai Losari. Model seperti itu bisa kita lihat, tetapi tentu harus disesuaikan dengan regulasi," jelasnya.

Untuk mematangkan konsep tersebut, sejumlah perangkat daerah dilibatkan dalam kajian sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.

Camat, Dinas Perhubungan, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), serta OPD terkait lainnya diminta menelaah aspek teknis, regulasi, aset dan pembiayaan.

Andi Zulkifly menekankan rencana pembangunan kantong parkir belum memasuki tahap pelaksanaan.

Seluruh usulan masih harus melalui penilaian menyeluruh untuk memastikan kelayakan dan dampaknya terhadap kebutuhan masyarakat serta tata kelola ruang kota.

"Saya minta semua SKPD melakukan kajian masing-masing. Setelah itu kita lihat lagi apakah konsep ini memang bisa dilaksanakan atau tidak," katanya.

Apabila hasil kajian dinyatakan layak dan sesuai regulasi, konsep tersebut selanjutnya akan diajukan kepada Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, untuk mendapatkan persetujuan, termasuk terkait skema pelaksanaan dan penganggarannya.

Melalui rencana ini, Pemkot Makassar berupaya menghadirkan solusi parkir yang lebih terencana dengan mengoptimalkan potensi lahan yang tersedia.

"Penataan, kita harapkan mampu mengurangi parkir di badan jalan, menjaga kelancaran lalu lintas, serta menciptakan kawasan perkotaan yang lebih tertib dan nyaman bagi masyarakat," tukasnya. (*)

Tags: Pemkot Makassar Munafri Arifuddin

Baca Juga

Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Munafri Tekankan Nilai Kebangsaan dalam Pelayanan
Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Munafri Tekankan Nilai Kebangsaan dalam Pelayanan
APBD Perubahan Makassar Ditetapkan Rp5,26 Triliun, Ada Potensi Penghematan Rp50 Miliar
APBD Perubahan Makassar Ditetapkan Rp5,26 Triliun, Ada Potensi Penghematan Rp50 Miliar
Pemkot dan DPRD Sepakat, APBD Perubahan Makassar Rp5,26 Triliun Disahkan
Pemkot dan DPRD Sepakat, APBD Perubahan Makassar Rp5,26 Triliun Disahkan
Kanal Panampu Al-Markaz Bakal Ditata Jadi Wisata Baru, UMKM Ikut Dilibatkan
Kanal Panampu Al-Markaz Bakal Ditata Jadi Wisata Baru, UMKM Ikut Dilibatkan
Nikah Gratis di Makassar untuk 210 Pasangan, Daftar Lewat LONTARA+ Mulai Hari Ini
Nikah Gratis di Makassar untuk 210 Pasangan, Daftar Lewat LONTARA+ Mulai Hari Ini
UIM Siapkan Bibit Jamur Tiram Putih untuk Urban Farming Makassar, Budidaya Bisa Berbasis RT dan RW
UIM Siapkan Bibit Jamur Tiram Putih untuk Urban Farming Makassar, Budidaya Bisa Berbasis RT dan RW

Populer

  • 1
    Nikah Gratis di Makassar untuk 210 Pasangan, Daftar Lewat LONTARA+ Mulai Hari Ini
  • 2
    PJM Dukung Penyesuaian SOP Pemanduan Kapal di Perairan Wajib Pandu Kelas II Kijang
  • 3
    Cara Klaim Garansi Motor Honda di AHASS Mesin hingga Rangka, Ini Syarat dan Langkahnya
  • 4
    Gratis untuk Umum, Honda Bikers Day 2026 di Akkarena Bakal Hadirkan Last Child dan Ridwan Sau
  • 5
    SMAN 2 Makassar Juara Best Supporter, SMAN 5 Supporter Tervaforit di DBL Sulsel 2026

Ekonomi

  • DPN Kunjungi Pelindo Jasa Maritim, Bahas Penguatan Sektor Kemaritiman
    DPN Kunjungi Pelindo Jasa Maritim, Bahas Penguatan Sektor Kemaritiman
  • Streaming hingga Transaksi Aplikasi dari Luar Negeri Kena PPN? Ini Aturannya
    Streaming hingga Transaksi Aplikasi dari Luar Negeri Kena PPN? Ini Aturannya
  • OJK Lantik Dua Pejabat Baru, Perkuat Pengawasan Sektor Jasa Keuangan
    OJK Lantik Dua Pejabat Baru, Perkuat Pengawasan Sektor Jasa Keuangan

Peristiwa

  • Ini Daftar 18 Pejabat Dilantik Prabowo, Ada Kapolri, Ketua Ombudsman, hingga Bahlil Lahadalia Jadi Menko
    Ini Daftar 18 Pejabat Dilantik Prabowo, Ada Kapolri, Ketua Ombudsman, hingga Bahlil Lahadalia Jadi Menko
  • Ada Pintu Tak Berpagar di Belakang Lapas Cibinong, Terparkir 2 MObil Mewah Misterius
    Ada Pintu Tak Berpagar di Belakang Lapas Cibinong, Terparkir 2 MObil Mewah Misterius
  • Resmi Jadi Kader PSI, Jokowi Tunjukkan KTA dan Minta Kader Tak Ragu Hadapi Pemilu 2029
    Resmi Jadi Kader PSI, Jokowi Tunjukkan KTA dan Minta Kader Tak Ragu Hadapi Pemilu 2029
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID