LUMINASIA.ID, MAKASSAR – Prime Plaza Hotels & Resorts (PPHR) terus memperkuat jaringan perhotelannya di Indonesia dengan mengelola 13 hotel dan resor yang tersebar di Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Jaringan yang telah berpengalaman lebih dari dua dekade ini menawarkan pilihan akomodasi mulai dari kategori midscale atau bintang 3+ hingga bintang lima untuk memenuhi kebutuhan perjalanan bisnis, MICE, liburan keluarga, dan wisata resor.
Demikian dipaparkan Director of Sales & Marketing Prime Plaza Hotels & Resorts, Heriyanto Widjaja, kepada media di Makassar dalam kegiatan Media Coffee Connect bersama Prime Plaza Hotels & Resorts di Best Brew at Four Points Makassar, Rabu (14/10/2026).
Mengusung semangat “The Signature of Indonesian Hospitality!”, PPHR mengembangkan portofolio hotel dan resor untuk melayani beragam kebutuhan perjalanan, mulai dari perjalanan bisnis hingga liburan keluarga.
“Dengan pengalaman lebih dari dua dekade, PPHR saat ini mengelola 13 hotel dan resor yang tersebar di Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Barat,” demikian pemaparan mengenai jaringan Prime Plaza Hotels & Resorts dalam materi perusahaan.
Dari total 13 properti tersebut, lima berada di Pulau Jawa, enam di Bali, dan dua di Nusa Tenggara Barat. Setiap hotel dan resor dikembangkan dengan karakter yang menyesuaikan kebutuhan pasar sekaligus keunikan destinasi tempat properti tersebut berada.
Pada kategori bintang lima, PPHR menghadirkan Menjangan Dynasty Resort dan Bali Dynasty Resort. Kedua properti tersebut menawarkan pengalaman resor dengan karakter destinasi yang kuat, didukung fasilitas lengkap dan pelayanan yang dirancang untuk menciptakan pengalaman menginap yang berkesan.
Sementara itu, kategori bintang empat terdiri atas Prime Plaza Hotel Purwakarta, Prime Plaza Hotel Sanur, Prime Plaza Suites Sanur, Prime Plaza Hotel Mataram, Amadea Resort & Villas, dan Gili Eco Villas.
Keenam properti tersebut memadukan kenyamanan, fasilitas, pelayanan, dan pengalaman destinasi untuk memenuhi kebutuhan perjalanan bisnis maupun liburan.
PPHR juga memiliki lima hotel dalam kategori midscale atau bintang 3+, yaitu PrimeBiz Hotel Cikarang, PrimeBiz Hotel Karawang, PrimeBiz Hotel Tegal, PrimeBiz Hotel Surabaya, dan PrimeBiz Hotel Kuta.
“Brand PrimeBiz dikembangkan dengan konsep hotel yang modern, praktis, dan nyaman dengan tetap memberikan pengalaman menginap berkualitas serta nilai yang optimal bagi pelaku perjalanan bisnis maupun wisatawan,” demikian penjelasan dalam materi perusahaan.
Filosofi Pelayanan
Selain mengembangkan jaringan properti, PPHR menempatkan sumber daya manusia sebagai bagian penting dalam membangun pengalaman tamu. Komitmen tersebut dirangkum melalui filosofi PRIME, singkatan dari People Responsible Individually for Managing Excellence.
“Filosofi PRIME mencerminkan keyakinan bahwa pelayanan berkualitas dimulai dari setiap individu,” demikian penjelasan PPHR mengenai filosofi pelayanan yang diterapkan dalam jaringan hotel dan resornya.
Setiap anggota tim memiliki peran dan tanggung jawab untuk memberikan yang terbaik dalam pekerjaannya, menjaga standar kualitas, serta menghadirkan pengalaman positif bagi setiap tamu. Nilai tanggung jawab, kepedulian, konsistensi, dan excellence menjadi bagian dari budaya pelayanan perusahaan.
PPHR juga menekankan bahwa keunggulan pelayanan tidak semata-mata dibangun melalui fasilitas fisik atau standar operasional, tetapi melalui orang-orang yang setiap hari berinteraksi dengan tamu dan menerjemahkan nilai keramahan ke dalam pengalaman nyata.
Dengan keberadaan properti di sejumlah destinasi bisnis dan wisata utama, Prime Plaza Hotels & Resorts terus menghadirkan pilihan akomodasi bagi berbagai segmen perjalanan sekaligus membawa karakter keramahan Indonesia melalui setiap hotel dan resor dalam jaringannya.
“The Signature of Indonesian Hospitality!” menjadi semangat yang diusung PPHR dalam menghadirkan pengalaman menginap di berbagai destinasi di Indonesia.
Kehadiran manajemen Prime Plaza Hotels & Resorts di Makassar juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan jaringan properti dan berbagai paket yang ditawarkan kepada pasar.
Yakni melalui pertemuan dengan agen perjalanan (travel agent) dan pemerintah.




