LUMINASIA.ID, BALI - Warga Negara Australia berinisial SDJ (57) ditemukan tewas bersama dua anaknya, ADS (7) dan LKS (4), di sebuah bungalow di Jalan Three Brothers, Legian Tengah, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 10.14 WITA.
SDJ ditemukan dalam kondisi tergantung menggunakan kabel setrika berwarna putih pada teralis besi jendela, sedangkan kedua anaknya yang berkewarganegaraan Indonesia ditemukan tergeletak saling bertindihan di lantai kamar.
Kepolisian menduga kuat SDJ menghabisi nyawa kedua anaknya terlebih dahulu sebelum akhirnya mengakhiri hidupnya sendiri.
Penemuan ketiga jenazah tersebut bermula dari kecurigaan istri SDJ, TY (32), yang saat kejadian sedang berada di Jakarta untuk menjenguk orang tuanya sejak Kamis (10/9/2026).
Karena tidak dapat menghubungi suaminya, TY kemudian menghubungi seorang saksi bernama Nur Khamid (51) pada pukul 08.30 WITA untuk mengecek kondisi keluarganya di bungalow tersebut.
Nur bersama pemilik bungalow, kepala lingkungan, pihak desa adat, serta warga setempat kemudian mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi SDJ dan kedua anaknya.
Setelah upaya memanggil dan menggedor pintu tidak mendapat respons, warga akhirnya memutuskan membuka pintu secara paksa.
Saat pintu terbuka, warga menemukan SDJ bersama kedua anaknya sudah dalam kondisi tidak bernyawa.
Kapolresta Denpasar Kombes Pol Leonardo D Simatupang mengatakan, kepolisian menemukan rekaman CCTV yang menjadi salah satu dasar penyelidikan terkait dugaan SDJ sebagai pelaku pembunuhan terhadap kedua anaknya.
"Kalau yang di CCTV itu, pertama ada suara keributan yaitu suara anak laki-laki yang menjerit. Nah setelah itu, adalah keluar yang perempuan dikejar sama ayahnya, dan anak itu ditangkap dan dibawa ke kamar lagi," kata Leonardo saat memberikan keterangan di Mapolda Bali, Selasa (15/9/2026).
Menurut Leonardo, anak perempuan tersebut sempat berlari ketakutan sambil berusaha memohon belas kasih kepada ayahnya.
"Karena saat itu anaknya itu berlari-lari sampai dikejar-kejar menyampaikan, 'I love you, Daddy. I love you, Daddy'," ujar Leonardo.
Hasil pemeriksaan luar oleh tim identifikasi juga menunjukkan adanya tanda kekerasan pada bagian leher salah satu anak.
Setelah diduga menghabisi kedua anaknya, SDJ kemudian mengambil tali di gudang, mengarahkan CCTV ke bawah, lalu mengakhiri hidupnya.
Polisi kemudian mengungkap dugaan kondisi yang melatarbelakangi peristiwa tersebut berdasarkan hasil penyelidikan terhadap keluarga dan keterangan yang diperoleh dari TY.
SDJ diketahui mengalami gangguan kecemasan ekstrem yang disebut tidak pernah ditangani secara medis maupun dikonsultasikan kepada psikiater.
"Misalnya seperti anaknya mempunyai tugas ataupun PR, dia sudah langsung cemas. Jadi istri merasa heran kenapa suaminya tidak bisa menghilangkan rasa cemas itu," tutur Leonardo.
Kondisi emosi dan kecemasan yang disebut tidak terkendali tersebut juga berdampak pada hubungan rumah tangga SDJ dan TY.
Pada 2022, rencana perceraian keduanya batal setelah SDJ mengancam akan mengakhiri hidup.
Sekitar satu bulan sebelum peristiwa tersebut, SDJ juga disebut sempat melakukan percobaan bunuh diri.
"Istrinya juga menyampaikan, bulan lalu suaminya ini pernah mencoba melakukan bunuh diri dengan mengunci di kamar dan mengikatkan lehernya di tali ataupun kabel setrika. Namun gagal," ungkap Leonardo.
Dari hasil penyelidikan, pihak kepolisian memastikan tidak ada pihak luar yang terlibat dalam insiden tersebut.
Jenazah SDJ bersama kedua anaknya telah dibawa ke RSUP Prof Ngoerah Denpasar sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga.
TY juga telah resmi menandatangani surat pernyataan menolak prosedur autopsi terhadap jenazah suami dan kedua anaknya.
Karena SDJ yang diduga sebagai pelaku utama dalam kasus pembunuhan tersebut telah meninggal dunia, kepolisian akan melakukan gelar perkara untuk menghentikan penyidikan.
"Terhadap kasus pembunuhan yang dilakukan oleh SDJ, ini kami tindak lanjuti dan hasil-hasil bukti-bukti dan akan dilakukan gelar perkara untuk dilakukan SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan)," tutup Leonardo.



