Penulis: Shamsi Ali Al-Nuyorki
Islam sama sekali tidak pernah mengajarkan umatnya untuk bermalas-malasan dan berpangku tangan menunggu rezeki turun dari langit. Justru sebaliknya, Islam adalah agama yang sangat memuliakan kerja keras, menghargai ikhtiar, dan mengagungkan semangat berusaha.
Allah SWT memerintahkan dengan tegas:
"Apabila shalat telah ditunaikan, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah..." (Al-Jumu'ah: 10)
Lihatlah, setelah menyelesaikan ibadah ritual, seorang Muslim justru diperintahkan untuk bergerak, menyebar di muka bumi, menjemput karunia-Nya. Rezeki itu harus dijemput dengan usaha, bukan sekadar ditunggu dengan angan-angan.
Teladan terbaik dalam hal ini adalah Rasulullah SAW sendiri. Beliau menggembala kambing sejak usia belia, berdagang hingga ke negeri Syam, dan tidak pernah merasa malu bekerja dengan hasil kedua tangannya sendiri. Beliau bersabda: "Tidak ada makanan yang lebih baik daripada makanan yang dihasilkan dari usaha tangannya sendiri." (Bukhari)
Tawakal Bukan Alasan untuk Malas
Dalam berikhtiar, jangan sampai kita salah memahami konsep tawakal. Tawakal sama sekali bukan berarti diam, pasrah, dan bermalas-malasan.
Rasulullah SAW bersabda: "Seandainya kalian benar-benar bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, niscaya kalian akan diberi rezeki sebagaimana burung diberi rezeki; ia pergi di pagi hari dalam keadaan lapar dan pulang di sore hari dalam keadaan kenyang." (Tirmidzi)
Renungkanlah, burung itu pergi di pagi hari. Ia terbang, bergerak, dan bersusah payah mencari. Ia tidak berdiam diri di sarangnya menunggu makanan datang menghampiri. Begitulah seharusnya seorang Muslim: harus ada pergerakan, ada ikhtiar nyata.
Khalifah Umar bin Khattab RA pernah murka melihat sekelompok orang yang hanya duduk berdiam di masjid dengan alasan bertawakal. Beliau menegur keras: "Janganlah kalian menjadi beban bagi orang lain. Sesungguhnya langit tidak akan pernah menurunkan hujan emas dan perak."
Keberkahan Rezeki Halal
Mencari rezeki yang halal adalah kewajiban yang mengiringi kewajiban-kewajiban ibadah yang utama. Rezeki yang halal, meskipun sedikit, akan membawa ketenangan jiwa, keberkahan bagi keluarga, dan menjadi sebab mudahnya doa dikabulkan.
Karena itu, seorang Muslim wajib memiliki semangat yang menyala, kreatif, dan ulet, namun tetap berada dalam koridor kejujuran, amanah, dan jauh dari tipu daya. Pedagang yang jujur seperti itulah yang kelak akan dibangkitkan bersama para Nabi di surga.
Pada hakikatnya, semangat mencari rezeki dalam Islam adalah perpaduan indah antara ikhtiar yang maksimal dan tawakal yang total. Gunakan tanganmu untuk bekerja keras, gunakan lisanmu untuk terus berdoa, dan gunakan hatimu untuk sepenuhnya bertawakal kepada-Nya.
Ingatlah, rezeki memang sudah dijamin oleh Allah, tetapi jaminan itu wajib dijemput. Maka bekerjalah seolah-olah engkau akan hidup selamanya, namun beribadahlah seolah-olah engkau akan mati esok hari. Bismillah!




