LUMINASIA.ID, MAKASSAR – Astra Motor mengingatkan pengendara sepeda motor untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi wilayah yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), karena kondisi tersebut dapat mengurangi jarak pandang dan mengganggu konsentrasi selama berkendara.
Melalui artikel edukasi tips Honda yang dipublikasikan di MotorkuX.id, Astra Motor membagikan tujuh tips berkendara aman saat kabut asap, mulai dari memeriksa kualitas udara hingga mengetahui kapan harus menghentikan perjalanan demi keselamatan.
Periksa Kondisi Udara Sebelum Berangkat
Pengendara disarankan memantau kualitas udara dan kondisi jalan sebelum memulai perjalanan. Kondisi asap dapat berubah dalam waktu singkat akibat perubahan arah angin, sehingga perjalanan sebaiknya ditunda apabila asap terlalu pekat, jarak pandang menurun, atau terdapat imbauan pembatasan aktivitas dari otoritas setempat.
Jika kondisi jalan sulit terlihat, pengendara tidak disarankan memaksakan perjalanan. Menepi di lokasi aman atau menunggu hingga kondisi membaik menjadi pilihan yang lebih bijak.
Jaga Kesehatan dan Pastikan Visor Helm Bersih
Kabut asap juga dapat mengganggu kesehatan pengendara. Apabila mengalami batuk, mata perih, pusing, atau sesak napas, pengendara sebaiknya menghentikan perjalanan dan tidak melanjutkannya jika kondisi tubuh mulai mengganggu konsentrasi. Pertolongan medis perlu segera dicari apabila gejala semakin serius.
Selain itu, gunakan visor helm yang bening, bersih, dan tidak tergores agar pandangan tetap jelas, terutama saat kondisi minim cahaya. Jika visor berembun atau menimbulkan silau, berhentilah di lokasi aman untuk membersihkannya.
Pengendara juga disarankan menggunakan masker yang sesuai untuk membantu mengurangi paparan partikel asap. Masker harus menutupi hidung dan mulut dengan baik serta tidak mengganggu posisi helm maupun pengikatnya.
Kurangi Kecepatan dan Jaga Jarak Aman
Saat melintasi kabut asap, pengendara perlu menyesuaikan kecepatan dengan jarak pandang dan menambah jarak aman dari kendaraan di depan. Hindari manuver mendadak, gunakan lampu dekat, serta pastikan kondisi jalur masih dapat dikenali dengan jelas.
Pengendara juga tidak boleh hanya mengandalkan lampu belakang kendaraan lain sebagai panduan. Kemampuan mengenali kondisi jalan, memperkirakan potensi bahaya, dan memastikan ruang yang cukup untuk bermanuver atau berhenti tetap menjadi hal penting.
Selain itu, pengendara diminta menghindari perilaku agresif, mengikuti arahan petugas, dan memperhatikan informasi resmi mengenai kondisi jalan di wilayah yang dilalui.
Siapkan Kendaraan dan Rencana Perjalanan
Sebelum berangkat, pengendara perlu memastikan helm, visor, lampu, dan rem berfungsi dengan baik. Periksa pula kualitas udara, siapkan perlindungan pernapasan yang sesuai, serta tentukan lokasi aman untuk berhenti atau rute alternatif jika kondisi memburuk.
Astra Motor mengajak pengendara Honda menerapkan semangat #Cari_Aman dengan mengutamakan keselamatan diri dan pengguna jalan lainnya.
Lebih baik menunda perjalanan daripada memaksakan diri berkendara ketika jarak pandang menurun. Pengendara juga diimbau mengikuti arahan petugas dan informasi resmi dari otoritas setempat.
Informasi edukasi tersebut merujuk pada sumber yang dicantumkan MotorkuX.id, yakni Portal ISPU Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kesehatan RI, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dan Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (US EPA).




