Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Lifestyle

Kaget Mendadak Diajak Kos Bareng Pria Tidak Dikenal, Pengalaman Lucu Corcom Cantik Benedicta Saat Baru Tiba di Makassar

Senin, 9 Juni 2025 14:19
Editor: Maharani
  • Bagikan
cerita Benedicta Caroline, Marketing Communication Astra Motor Sulawesi Selatan, saat pertama kali di MAkassar

LUMINASIA.ID, MAKASSAR – Perbedaan budaya, kerap menjadi tantangan tersendiri bagi pendatang yang bekerja di Makassar.

Salah satunya adalah perbedaan bahasa.

Ini juga yang dirasakan Corporate Communication Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel), Benedicta Caroline Arunde, akrab disapa Dicta.

“Kita kos di mana?” cerita Dicta.

Ini adalah kalimat pertama yang bikin terdiam sejenak saat pertama kali menginjakkan kaki di Makassar.

Pertanyaan itu dilontarkan oleh driver kantor tempat ia kini bekerja, saat dijemput di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, tepat ketika baru tiba di Makassar.

Bagi Dicta yang berasal dari Jambi, pertanyaan itu terdengar mengherankan, dan menakutkan.

“Dalam pikiran ini kenapa, baru kenal udah ngajak kos sama-sama. Sempat takut juga,” kenangnya sambil tertawa.

Belakangan ia baru tahu, dalam bahasa Makassar, kata “kita” berarti “kamu” dalam bentuk sopan.

Sementara dalam bahasa Indonesia, “kita” berarti “kamu dan saya”.

“Jadi sempat miskomunikasi, padahal maksudnya sopan,” ujarnya.

Dicta lahir di Jambi pada 6 Juli 2003 dan merupakan anak kedua dari dua bersaudara.

Lulusan Jurusan Komunikasi Universitas Brawijaya Malang ini tak pernah membayangkan akan memulai kariernya di Makassar.

Ia melamar program manajemen trainee di Astra Motor melalui proses seleksi dari kantor pusat di Jakarta.

“Sistemnya, kita daftar dulu, lalu baru ditentukan penempatannya.

Ternyata posisi yang sesuai dengan latar belakang komunikasi ada di divisi Corporate Communication di Astra Motor Sulawesi Selatan,” tuturnya.

Kesan Pertama: Jeruk Nipis & Bahasa

Selain bahasa, hal lain yang mengejutkan Dicta adalah kebiasaan kuliner di Makassar.

“Sebetulnya makanan Makassar saya cocok saja, karena orangtua saya asli Manado, tapi ada yang paling saya kaget.

Semuanya pakai jeruk nipis,” paparnya.

Meski demikian, salah satu yang paling berkesan adalah nasi goreng yang diberi perasan jeruk nipis.

“Awalnya heran, kok nasi goreng dikasih jeruk nipis? Tapi ternyata enak banget.

Sekarang tiap makan nasi goreng, rasanya kurang kalau nggak ada jeruk nipis,” katanya sambil tersenyum.

Meski sebelumnya pernah mencoba makanan khas Makassar di Jawa, tetap saja sensasinya berbeda saat menikmati langsung di kota asalnya.

Dicta menyebut makanan Makassar enak-enak dan cocok dengan seleranya.

“Paling suka makanan Makassar yang sudah saya coba itu pallubasa Serigala,” ceritanya.

Belajar Bahasa Lewat Ojek Online dan Warung

Dicta mengaku adaptasi bahasa menjadi tantangan tersendiri.

“Naik ojek online aja awalnya bingung, karena sopirnya langsung ngomong pakai logat lokal, cepat pula.

Sering terjadi miskom di awal-awal,” ujarnya.

Namun seiring waktu, ia mulai terbiasa dengan kosakata dan logat khas Makassar.

“Sekarang sudah ngerti kalau orang bilang ‘kita’, maksudnya bukan ngajak bareng, tapi memang cara sopan ngomong ‘kamu’ di sini,” jelasnya.

Di lingkungan kantor, ia merasa lebih mudah beradaptasi karena sebagian besar karyawan berasal dari berbagai daerah dan terbiasa menggunakan bahasa Indonesia.

Tapi saat ke mal atau makan di warung, ia tetap harus menyesuaikan diri.

“Dulu harus berkali-kali tanya, apa maksudnya ini.

Sekarang sudah mulai familiar.

Meskipun belum bisa balas pakai logat Makassar, setidaknya sudah ngerti,” imbuhnya.

Dari Jambi ke Ujung Timur Indonesia

Meski sempat kaget dengan penempatan ke Makassar, Dicta mengaku bersyukur karena pekerjaannya sesuai dengan yang ia harapkan.

“Sudah dua bulan di sini, dan pekerjaan sesuai dengan jobdesk.

Lingkungannya juga menyenangkan,” katanya.

Bagi Dicta, perjalanan dari Jambi ke Makassar bukan hanya soal pekerjaan, tapi juga tentang mengenal budaya baru dan belajar untuk lebih terbuka.

“Dulu nggak kepikiran sampai sini.

Tapi sekarang malah senang bisa merasakan pengalaman yang mungkin nggak semua orang dapat,” ujarnya.


Tags: Asmo Sulsel Benedicta Caroline Pallubasa Serigala

Baca Juga

Konser Vierratale dan Wizz Baker di Toraja Tetap Meriah Meski Diguyur Hujan, Didukung Astra Motor Sulsel
Konser Vierratale dan Wizz Baker di Toraja Tetap Meriah Meski Diguyur Hujan, Didukung Astra Motor Sulsel
Motor Usai Dipakai Mudik Lebaran? Ini Waktu Ideal Servis agar Tetap Aman dan Prima
Motor Usai Dipakai Mudik Lebaran? Ini Waktu Ideal Servis agar Tetap Aman dan Prima
Asmo Sulsel Gelar Vario 125 Street Fun WGB, Ratusan Peserta Ramaikan Pertarungan Seru Water Gel Blaster di Makassar
Asmo Sulsel Gelar Vario 125 Street Fun WGB, Ratusan Peserta Ramaikan Pertarungan Seru Water Gel Blaster di Makassar
Buka Puasa Bersama Media, Asmo Sulsel Ajak Kenal Lebih Jauh Motor Listrik Honda dan Edukasi Safety Riding
Buka Puasa Bersama Media, Asmo Sulsel Ajak Kenal Lebih Jauh Motor Listrik Honda dan Edukasi Safety Riding
Asmo Sulsel Kolaborasi dengan Artsy Class Makassar, Gelar Baking Class dan Ajak Masyarakat Ekspresikan Hobi
Asmo Sulsel Kolaborasi dengan Artsy Class Makassar, Gelar Baking Class dan Ajak Masyarakat Ekspresikan Hobi
Dukung Teguran Simpatik Polres Gowa, Asmo Sulsel Bagikan Helm SNI kepada 15 Pengendara
Dukung Teguran Simpatik Polres Gowa, Asmo Sulsel Bagikan Helm SNI kepada 15 Pengendara

Populer

  • 1
    Pengucapan Sumpah Jabatan, Tujuh Anggota Dewan Komisioner OJK Resmi Bertugas
  • 2
    Wabup Gowa Ajak IKA SPENSAB Berperan Aktif Majukan Pendidikan Daerah
  • 3
    Waspada Penipuan Modus Kiriman Paket COD, Pelaku Mengintimidasi
  • 4
    Syawalan Muhammadiyah Sulsel Dimajukan ke 28 Maret 2026, Mendikdasmen Abdul Mu’ti Dijadwalkan Hadir
  • 5
    Harga Emas Hari Ini Naik, Global Tembus USD 4.491 per Ons

Ekonomi

  • Emados Berangkatkan 30 Pelari ke Eropa, Program SuperHalfs Challenge
    Emados Berangkatkan 30 Pelari ke Eropa, Program SuperHalfs Challenge
  • Harga Emas Hari Ini Naik, Global Tembus USD 4.491 per Ons
    Harga Emas Hari Ini Naik, Global Tembus USD 4.491 per Ons
  • Proyek Mobil Listrik Honda Gagal, Afeela dan Seri 0 Tak Jadi Diproduksi Massal
    Proyek Mobil Listrik Honda Gagal, Afeela dan Seri 0 Tak Jadi Diproduksi Massal

Peristiwa

  • Wabup Gowa Ajak IKA SPENSAB Berperan Aktif Majukan Pendidikan Daerah
    Wabup Gowa Ajak IKA SPENSAB Berperan Aktif Majukan Pendidikan Daerah
  • Menteri Abdul Mu’ti Hadiri Syawalan Muhammadiyah Sulsel, Gubernur Salurkan Bantuan Rp800 Juta
    Menteri Abdul Mu’ti Hadiri Syawalan Muhammadiyah Sulsel, Gubernur Salurkan Bantuan Rp800 Juta
  • Samin Tan Crazy Rich Indonesia Jadi Tersangka Kasus Tambang Ilegal, Ini Profilnya
    Samin Tan Crazy Rich Indonesia Jadi Tersangka Kasus Tambang Ilegal, Ini Profilnya
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID