LUMINASIA.ID, MAKASSARPoliteknik Pariwisata (Poltekpar) Makassar mewisuda 603 mahasiswa dari delapan program studi dalam Wisuda 2026 yang berlangsung Sabtu (19/9/2026), dengan para lulusan dipersiapkan untuk memasuki dunia kerja dan menghadapi perkembangan industri pariwisata.
Salah satu wisudawan adalah Adi Danang Rachmadi, lulusan Angkatan 35 Program Studi Diploma III Seni Kuliner, Jurusan Hospitaliti, Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Makassar.
Adi menyelesaikan pendidikan pada 2026 dengan capaian akademik IPK 3,90 dan predikat Cumlaude.
Tak hanya lulus, ia membawa pengalaman pendidikan vokasinya hingga ke industri pelayaran pesiar internasional. Setelah melalui rangkaian pendidikan, praktik industri, hingga penempatan di kapal pesiar Carnival Panorama.
Perjalanan Adi menuju industri pelayaran internasional tidak berlangsung instan.
Sebelum menjalani praktik di kapal pesiar, ia lebih dulu mengasah kemampuan di industri perhotelan lokal melalui program Praktik Kerja Nyata (PKN) di Four Points by Sheraton.
PKN tersebut dijalaninya pada 8 Juli 2024 hingga 8 Januari 2025 di bagian Food and Beverage Product, sebelum kemudian mengikuti seleksi penempatan PKN internasional di Carnival Cruise Line pada 14 Juli hingga 14 Desember 2025.
Kepada Luminasia.id Adi menceritakan bagaimana pengalaman bekerja di lingkungan kapal pesiar mempertemukan Adi dengan sistem kerja yang berbeda.
Termasuk tuntutan produksi makanan dalam jumlah besar, standar kualitas, ketepatan waktu, serta penerapan standar kebersihan dapur.
"Dapurnya sangat modern, fasilitasnya cukup lengkap, dan manajemen dapurnya tertata dengan baik serta kami dituntut untuk mempelajari dan menguasai standar hygiene operational kitchen," ujar Adi.
Tak hanya itu, menurut Adi, di dapur ia harus mempelajari dan mengikuti standar internasional dalam membuat dan menyediakan makanan.
"Tidak hanya satu, saya dilatih untuk produksi ribuan porsi makanan setiap hari yang menjadi bagian dari rutinitas selama berada di kapal," lanjutnya.
Kondisi tersebut menuntut kemampuan teknis sekaligus kedisiplinan dalam memastikan makanan diproduksi sesuai standar dan selesai tepat waktu.
Pengalaman itu sekaligus menjadi ruang bagi Adi untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperolehnya selama menempuh pendidikan vokasi di Poltekpar Makassar.
"Untungnya semua itu sudah kami pelajari di kampus Politeknik Pariwisata Makassar dan menjadi fondasi utama kami dalam bekerja di lapangan," ungkap Adi.
Selama masa penempatannya di Carnival Panorama, Adi berhasil menyelesaikan program pelatihan dan memperoleh sertifikat kelulusan resmi All Aboard Program Training.
Carnival Panorama adalah kapal pesiar megah kelas Vista yang dioperasikan oleh maskapai Carnival Cruise Line. Kapal berkapasitas sekitar 4.000 penumpang ini berbasis di Terminal Kapal Pesiar Long Beach di California, Amerika Serikat, yang menjadi pelabuhan asal (homeport) utamanya.
Kapal ini beroperasi secara rutin dengan rute pulang-pergi sepanjang Pantai Barat Amerika Utara menuju destinasi wisata eksotis di kawasan Riviera Meksiko. Jalur pelayarannya mencakup pemberhentian di kota-kota pelabuhan populer seperti Cabo San Lucas, Mazatlán, Puerto Vallarta, hingga Ensenada
Setelah menyelesaikan program tersebut, Adi dipercaya melanjutkan kontrak kerja profesional di kapal pesiar.
Wisuda tahun ini mengusung tema Berlayar Menembus Batas, Membangun Masa Depan Melalui Pariwisata Berkelanjutan yang menjadi gambaran arah pendidikan Poltekpar Makassar dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) pariwisata yang mampu beradaptasi dengan perubahan industri sekaligus memahami prinsip keberlanjutan.
Direktur Poltekpar Makassar, Dr Herry Rachmat Widjaja, mengatakan proses pendidikan di Poltekpar Makassar tidak berhenti pada kelulusan mahasiswa, tetapi diarahkan agar lulusan siap melanjutkan langkah ke dunia kerja.
“Kami tidak pernah mendidik mahasiswa hanya menerima ijazah. Kami berkomitmen mengantarkan mereka ke gerbang dunia kerja,” ujarnya.
Jumlah lulusan Poltekpar Makassar juga menunjukkan peningkatan dalam tiga tahun terakhir. Pada 2024, kampus tersebut meluluskan 525 mahasiswa, kemudian meningkat menjadi 565 lulusan pada 2025, dan tahun ini mencapai 603 lulusan.
Persiapan mahasiswa menuju dunia kerja juga dilakukan melalui penguatan hubungan dengan industri. Salah satunya melalui job fair yang digelar pada Agustus 2026 dengan menyediakan 307 posisi lowongan dan diikuti 661 pelamar.
Selain lulusan yang terus bertambah, minat masyarakat untuk menempuh pendidikan di Poltekpar Makassar juga meningkat. Pada penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027, tercatat 2.785 peminat yang bersaing untuk mendapatkan 792 kursi mahasiswa baru.
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang menerima 700 mahasiswa baru.
Saat ini, Poltekpar Makassar menjadi tempat pendidikan bagi sekitar 2.460 mahasiswa yang menempuh pendidikan vokasi jenjang D3 dan D4. Kampus tersebut juga tengah mempersiapkan pengembangan program magister terapan pariwisata.
Herry mengatakan penguatan kualitas institusi menjadi bagian dari upaya Poltekpar Makassar meningkatkan mutu pendidikan pariwisata. Kampus tersebut meraih peringkat ketiga sebagai perguruan tinggi politeknik pariwisata paling berkelanjutan di Indonesia.
Poltekpar Makassar juga memperoleh sertifikat dari Times Higher Education melalui Overall Sustainability Impact Ranking dengan posisi 1001–1500 dari 1.603 institusi global.
Capaian tersebut menjadi bagian dari pengembangan pendidikan di Poltekpar Makassar yang tidak hanya menekankan kompetensi lulusan, tetapi juga aspek keberlanjutan dalam pendidikan pariwisata.
Herry berharap para lulusan yang telah diwisuda terus meningkatkan kompetensi, mengikuti perkembangan teknologi, serta menjaga karakter dan integritas ketika memasuki dunia kerja.
Sementara itu, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mengatakan 603 lulusan Poltekpar Makassar menjadi bagian dari upaya Kementerian Pariwisata dalam menyiapkan SDM pariwisata yang berkualitas dan memahami prinsip keberlanjutan.
Menurutnya, kebutuhan terhadap SDM berkualitas semakin penting karena perkembangan industri pariwisata menuntut tenaga kerja yang mampu beradaptasi dengan perubahan.
“Sehingga peran strategis dari politeknik kami, enam politeknik yang kami miliki adalah bagaimana menghadirkan, melahirkan SDM-SDM yang berkualitas, SDM-SDM yang akan mampu memberikan ilmu terbaiknya ke hadap industri dari sektor pariwisata ini,” kata Ni Luh.
Ia mengatakan kompetensi SDM menjadi salah satu faktor penting dalam mengoptimalkan potensi pariwisata Indonesia.
“Jadi kami tentu terus berbenah di setiap politeknik kami, bagaimana betul-betul setiap mata kuliah yang dihadirkan itu adaptif terhadap perubahan industri pariwisata di seluruh negara,” ujarnya.
Ni Luh juga menyebut Poltekpar Makassar memiliki posisi strategis sebagai salah satu gerbang pendidikan pariwisata untuk kawasan Indonesia Timur.
Mahasiswa Poltekpar Makassar tidak hanya berasal dari Sulawesi Selatan, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia Timur dan wilayah lainnya, termasuk Papua dan Raja Ampat.
Menurutnya, keberagaman asal mahasiswa tersebut dapat mendukung pemerataan kualitas SDM pariwisata di berbagai daerah.
“Kita ingin industri pariwisata itu merata di seluruh Indonesia kualitasnya. Sekarang ini masih menjadi tantangan dan tentu kehadiran Poltek Pariwisata Makassar ini diharapkan bisa paling tidak memenuhi soal SDM yang berkualitas,” katanya.



