LUMINASIA.ID, MAKASSAR — Isu limbah pangan atau food waste menjadi perhatian mahasiswa Program Studi Seni Kuliner Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Makassar.
Melalui pameran dan presentasi karya yang digelar di Balairung I Wayan Bendhi, Selasa (9/6/2026), mahasiswa menunjukkan berbagai inovasi pengolahan limbah pangan menjadi produk bernilai guna dan bernilai ekonomi.
Sebanyak 16 kelompok mahasiswa memamerkan hasil karya yang memanfaatkan bahan-bahan yang selama ini kerap berakhir menjadi sampah.
Berbagai inovasi ditampilkan, mulai dari pemanfaatan kulit telur menjadi vas bunga dan pupuk organik, kulit udang sebagai penyedap alami, kulit bawang untuk produk ramah lingkungan, hingga fermentasi kulit nanas yang diolah menjadi minuman probiotik.
Pameran tersebut merupakan bagian dari pembelajaran berbasis praktik yang mendorong mahasiswa tidak hanya menguasai keterampilan kuliner, tetapi juga memahami pentingnya keberlanjutan dalam industri pariwisata dan perhotelan.
Direktur Poltekpar Makassar, Herry Rachmat Widjaja, mengatakan pengelolaan limbah pangan menjadi salah satu tantangan yang perlu mendapat perhatian serius, terutama dalam mendukung konsep pariwisata berkelanjutan.
“Green tourism tidak hanya berbicara tentang menjaga lingkungan destinasi wisata, tetapi juga bagaimana mengelola sumber daya secara bertanggung jawab. Inovasi mahasiswa hari ini membuktikan bahwa food waste dapat diolah menjadi produk bernilai tambah dan bermanfaat bagi lingkungan,” ujarnya.
Menurut Herry, kreativitas mahasiswa dalam mengolah limbah pangan menjadi produk baru menunjukkan bahwa sektor kuliner memiliki peluang besar untuk berkontribusi terhadap pengurangan sampah sekaligus menciptakan nilai ekonomi baru.
Selain menampilkan produk, para mahasiswa juga mempresentasikan proses pengolahan, manfaat produk, serta peluang pengembangannya kepada pengunjung yang terdiri atas mitra industri perhotelan, dosen, tenaga kependidikan, serta orang tua mahasiswa.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan adanya sesi kunjungan booth, diskusi, hiburan, hingga kuis yang melibatkan peserta. Melalui pameran tersebut, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengasah kemampuan komunikasi sekaligus memperkenalkan hasil inovasi mereka kepada dunia industri.
Poltekpar Makassar berharap kegiatan semacam ini dapat melahirkan inovator muda di bidang kuliner yang tidak hanya kreatif dalam menciptakan produk, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan dan keberlanjutan.
Melalui pemanfaatan limbah pangan menjadi produk yang bermanfaat, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam mendukung industri pariwisata yang lebih hijau, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

