Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Sulsel

Refleksi dan Tafsir Cakra Ahmad, Pendiri Relawan Gemma 9, terhadap Siasat Prabowo untuk Gaza

Minggu, 13 April 2025 20:16
Editor: Admin
  • Bagikan
Relawan Makassar for Gaza

Tafsir Siasat Prabowo untuk Gaza

Oleh: Cakra Achmad 

Inisiator Global Volunteer Hub dan Pendiri Relawan Gemma 9

Luminasia, Makassar, 13 April 2025 — Presiden Prabowo Subianto bukan tanpa kontroversi. Langkahnya menawarkan evakuasi medis dan pendidikan sementara bagi 1.000 warga Gaza yang terdampak pemboman massif dan agresi militer Israel memicu diskusi hangat, bahkan tudingan tajam. Sebagian menilai ini langkah strategis dan penuh empati, namun tak sedikit pula yang mencium aroma siasat geopolitik global yang licik. “Pengosongan Gaza” menjadi frasa yang kembali menggema—menyeret nama Indonesia dalam pusaran isu global yang membelah dunia Islam.

Tuduhan itu tidak main-main. Sebagian pengkritik menyebut Prabowo seolah menjadi pion dari skenario yang dibisikkan Washington dan Tel Aviv: mengosongkan Gaza dari rakyatnya dengan kedok kemanusiaan. Kekhawatiran itu bukan tanpa dasar. Narasi “evakuasi sementara” telah digunakan oleh kekuatan besar sebagai pintu masuk pengusiran permanen, seperti sejarah panjang eksodus Palestina pasca-Nakba dan berbagai operasi militer yang menyertakan relokasi warga sipil.

Namun, membaca rencana Prabowo hanya dalam kerangka kecurigaan politik adalah kegagalan dalam melihat sisi krusial dari respon kemanusiaan: kebutuhan mendesak untuk menyelamatkan nyawa.

Prabowo, dalam beberapa kesempatan, termasuk dalam talk show dengan salah satu media Turkiye di sela kunjungannya ke Timur Tengah, telah menegaskan bahwa evakuasi ini bersifat sementara dan bersyarat. Mereka yang dievakuasi—anak-anak, lansia, korban luka berat, dan kelompok rentan—akan mendapatkan perawatan medis dan pendidikan di Indonesia, dengan jaminan untuk kembali ke Gaza setelah situasi memungkinkan.

Bagi mereka yang pernah bekerja dalam operasi kemanusiaan di zona konflik, pendekatan ini tidak asing. Ini adalah bentuk affirmative action—tindakan afirmatif yang lazim digunakan dalam respon krisis. Menyelamatkan satu nyawa dari reruntuhan bom adalah tindakan yang sah secara moral dan legal. Dalam kerja kemanusiaan, one life saved is worth every effort.

Sayangnya, niat ini justru dikaburkan oleh narasi geopolitik dan semangat ideologis yang kadang berlebihan. Kita lupa bahwa ada anak-anak yang kehilangan kakinya, ibu yang kehilangan penglihatan, dan keluarga yang tidur di bawah terpal penuh debu dan serpihan logam. Mereka tidak memiliki kemewahan menunggu kesepakatan gencatan senjata atau sidang-sidang diplomatik di Jenewa.

Ini Bukan Skenario Zionis, Ini Respons Darurat. Prabowo bukan sekadar bermain citra. Tampaknya, jiwa tentaranya belum sirna. Ia paham, bahwa dalam perang, waktu adalah musuh terbesar. Dalam konteks ini, evakuasi adalah bagian dari sandi yudha—siasat medan tempur, bukan untuk menundukkan lawan, melainkan untuk menyelamatkan korban.

Ia bertindak di tengah kegentingan, bukan dalam skenario ideal. Dan di situlah perbedaannya: Prabowo bukan sekadar pemimpin negara, ia adalah Presiden dari negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia. Maka, tindakannya bukan tanpa pertimbangan strategis. Evakuasi 1.000 warga Gaza bisa dibaca sebagai intervensi kemanusiaan berdampak ganda—menyelamatkan mereka yang terluka, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai aktor moral dalam isu Palestina.

Membaca Kembali Siasat “Hijrah”

Bagi yang khawatir bahwa langkah ini adalah “penyerahan tanah Gaza” dalam bentuk baru, barangkali perlu membuka kembali lembaran sejarah: Rasulullah SAW pun pernah hijrah dari Makkah ke Madinah, bukan untuk menyerah, tetapi untuk menyelamatkan perjuangan. Dalam perspektif iman, Allah Subhana wa Taala sendiri adalah sebaik-baik pembuat makar. Strategi untuk menyelamatkan bukanlah pengkhianatan, tetapi bagian dari taktik panjang menuju kemenangan.

Dengan demikian, langkah Prabowo bisa dibaca sebagai tafsir kontemporer dari strategi penyelamatan umat. Bukan untuk membiarkan tanah Gaza kosong, tetapi untuk mencegah agar tidak lebih banyak lagi yang menjadi mayat tak dikenal di bawah reruntuhan rumah dan sekolah.

Sebagai relawan kemanusiaan yang telah bekerja di zona konflik, saya melihat ini sebagai tindakan yang sangat mungkin dilakukan oleh siapapun yang memiliki sumber daya, keberanian, dan niat baik. Bedanya, Prabowo memiliki semua itu, ditambah otoritas negara. Langkahnya membuka jalur baru bagi diplomasi kemanusiaan: bahwa negara dapat bergerak tidak hanya dengan kecaman, tetapi juga dengan tindakan konkret.

Sebelum kita menilai langkah ini sebagai bentuk kelemahan atau bahkan pengkhianatan, barangkali kita perlu duduk sejenak, mendengarkan tangisan para korban yang tak sempat direkam media. Mungkin di antara mereka, ada seorang anak yang kelak akan kembali ke Gaza dan berkata, “Aku diselamatkan oleh bangsa Indonesia.”

Dan di sana, perjuangan untuk Palestina akan menemukan napas baru—bukan dalam slogan, tetapi dalam kehidupan nyata yang sempat diselamatkan. Free Palestine!

Tags: Palestina Gemma 9 Cakra Ahmad

Baca Juga

Penerus Abu Ubaidah: Hamas Umumkan Juru Bicara Militer Baru Usai Kematian Pendahulunya
Penerus Abu Ubaidah: Hamas Umumkan Juru Bicara Militer Baru Usai Kematian Pendahulunya
Ribuan Warga Makassar Ikuti Konvoi Damai Suarakan Kemerdekaan Palestina
Ribuan Warga Makassar Ikuti Konvoi Damai Suarakan Kemerdekaan Palestina
Bosowa Peduli Kirim Daging Kurban 10 Ekor Sapi ke Palestina, Begini Prosesnya
Bosowa Peduli Kirim Daging Kurban 10 Ekor Sapi ke Palestina, Begini Prosesnya
Dignity Hygiene Kits for Gaza Women: Wujud Cinta dan Kepedulian dari Indonesia untuk Palestina
Dignity Hygiene Kits for Gaza Women: Wujud Cinta dan Kepedulian dari Indonesia untuk Palestina
Indonesia Menyala untuk Palestina: Aksi Sunyi dan Doa Damai Digelar di Monumen Mandala
Indonesia Menyala untuk Palestina: Aksi Sunyi dan Doa Damai Digelar di Monumen Mandala
Indonesia Menyala untuk Palestina, Aksi Damai Minggu 27 April 2025 di Makassar Tunjukkan Solidaritas Kemanusiaan
Indonesia Menyala untuk Palestina, Aksi Damai Minggu 27 April 2025 di Makassar Tunjukkan Solidaritas Kemanusiaan

Populer

  • 1
    Stephen Curry Ungkap Peran Keluarga di Balik Ketangguhan Kariernya di NBA
  • 2
    Zulkifli Terpilih Nahkodai PGRI Cabang Bajeng Lima Tahun ke Depan
  • 3
    Harga Emas Hari Ini Antam Turun Rp43.000, Pecahan 1 Gram Kini Rp2.904.000
  • 4
    Strategi Sony Menahan PS6: PS5 Masih Jadi Andalan, Generasi Baru Datang 2028?
  • 5
    Harga Emas Hari Ini, Antam Jadi Rp2,95 Juta

Ekonomi

  • Saham Grup Bakrie Menguat, BUMI Pimpin Lonjakan Transaksi Sepekan
    Saham Grup Bakrie Menguat, BUMI Pimpin Lonjakan Transaksi Sepekan
  • Donor Darah OJK Kolaborasi FKIJK Sulselbar Sukses Kumpul 140 Kantong
    Donor Darah OJK Kolaborasi FKIJK Sulselbar Sukses Kumpul 140 Kantong
  • Daftar 10 Saham Top Losers Pekan Ini: HILL Terkoreksi Hingga 33,3 Persen
    Daftar 10 Saham Top Losers Pekan Ini: HILL Terkoreksi Hingga 33,3 Persen

Peristiwa

  • Sambut Ramadhan, PHI Bersih-Bersih Masjid Anshar Somba Opu
    Sambut Ramadhan, PHI Bersih-Bersih Masjid Anshar Somba Opu
  • Kerry Adrianto Dituntut 18 Tahun Penjara di Kasus Korupsi Minyak, Anak Buron Riza Chalid Minta Keadilan ke Prabowo Subianto
    Kerry Adrianto Dituntut 18 Tahun Penjara di Kasus Korupsi Minyak, Anak Buron Riza Chalid Minta Keadilan ke Prabowo Subianto
  • Diguyur Hujan, Program PSI Sulsel Tetap Salurkan Jumat Berkah ke Mariso
    Diguyur Hujan, Program PSI Sulsel Tetap Salurkan Jumat Berkah ke Mariso
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID