Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Ekonomi

TBP Simpanan Bank Umum Jadi 4 Persen, BPR 6,5 Persen, Valas 2,25 Persen

Rabu, 28 Mei 2025 13:34
Editor: Maharani
  • Bagikan
Kepala Kantor Perwakilan LPS III Sulampua Fuad Zaen (kanan) didampingi Plt Kepala Divisi, Edukasi, Humas dan Hublem Kantor LPS III Kota Makassar Y Dadi Hermawan (kiri) saat media update LPS.

Luminasia.id, Makassar - Dalam Rapat Dewan Komisioner (RDK) Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang digelar pada Senin, 26 Mei 2025, LPS menetapkan penyesuaian Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) untuk periode reguler II tahun 2025. 

Penetapan ini berlaku untuk seluruh produk simpanan dalam rupiah dan valuta asing (valas) di bank umum, serta simpanan dalam rupiah di Bank Perkreditan Rakyat (BPR).

LPS memutuskan untuk menurunkan TBP simpanan dalam rupiah di bank umum dan BPR masing-masing sebesar 25 basis poin (bps), sementara TBP simpanan dalam valas di bank umum tetap dipertahankan. Dengan demikian, TBP simpanan rupiah di bank umum menjadi 4,00%, di BPR 6,50%, dan TBP simpanan valas di bank umum sebesar 2,25%. Seluruh tingkat bunga penjaminan ini akan berlaku untuk periode 1 Juni hingga 30 September 2025.

Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya Yudhi Sadewa, menjelaskan bahwa penetapan TBP mempertimbangkan kondisi ekonomi global yang masih dibayangi ketidakpastian akibat kebijakan perdagangan serta negosiasi tarif yang terus berlangsung. Pertumbuhan ekonomi global pada triwulan I-2025 juga cenderung tidak merata, dengan tingkat inflasi yang mulai melandai namun rentan kembali meningkat akibat eskalasi perang tarif.

“Mayoritas bank sentral global melakukan pemangkasan suku bunga untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi. Di saat yang sama, dinamika ekonomi dan perubahan ekspektasi investor terhadap arah suku bunga turut meningkatkan volatilitas di pasar keuangan global,” ujarnya dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa (27/5/2025).

Ia menambahkan bahwa ekonomi domestik masih tumbuh solid, meski tetap memerlukan penguatan di tengah meningkatnya risiko global. Pada triwulan I-2025, ekonomi Indonesia tumbuh 4,87% secara tahunan (yoy). Aktivitas manufaktur dan indeks penjualan ritel tercatat mulai memasuki fase normalisasi pasca-Idulfitri. Di sisi lain, pasar keuangan domestik mencatat aliran modal masuk (inflow) sepanjang Mei 2025, menunjukkan persepsi investor yang masih positif terhadap prospek ekonomi nasional.

“Ke depan, sinergi lintas-stakeholder tetap perlu diperkuat untuk mendorong kinerja perekonomian,” tambah Purbaya.

Ia juga menyoroti perkembangan positif di sektor perbankan, antara lain dari sisi intermediasi, permodalan, dan likuiditas. Per April 2025, kredit perbankan tumbuh 8,88% yoy, sedangkan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 4,55% yoy. Pertumbuhan tertinggi tercatat pada segmen kredit investasi yang tumbuh hingga 15,2% yoy. Penghimpunan DPK didorong oleh pertumbuhan giro dan tabungan masing-masing 6,02% dan 6,05% yoy.

Dari sisi permodalan, industri perbankan tetap kokoh dengan Rasio Kecukupan Modal (KPMM) sebesar 25,43% per Maret 2025. Adapun likuiditas perbankan pada April 2025 masih memadai, ditandai dengan rasio Alat Likuid terhadap Non-Core Deposit (AL/NCD) sebesar 111,32% (di atas ambang batas 50%) dan rasio Alat Likuid terhadap DPK (AL/DPK) sebesar 25,23% (threshold 10%).

Stabilitas permodalan juga disertai dengan perbaikan dalam manajemen risiko kredit. Hal ini terlihat dari rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) yang terkendali pada 2,24%, serta Loan at Risk (LaR) yang turun menjadi 9,92% dari total penyaluran kredit pada April 2025.

LPS juga menyampaikan bahwa cakupan penjaminan simpanan berada pada tingkat yang memadai. Sesuai amanat Undang-Undang, LPS menjamin setiap rekening simpanan hingga Rp2 miliar per nasabah per bank. Per April 2025, terdapat 621,80 juta rekening bank umum yang dijamin seluruh simpanannya, setara dengan 99,94% dari total rekening.

Cakupan tersebut jauh di atas batas minimum 90% sesuai amanat UU LPS, dan melebihi standar 80% yang direkomendasikan oleh International Association of Deposit Insurers (IADI).

LPS pun terus memantau pergerakan suku bunga simpanan perbankan nasional, baik dalam rupiah maupun valas. Pada observasi Mei 2025, suku bunga pasar (SBP) simpanan rupiah tercatat naik 3 bps menjadi 3,56%, dibandingkan Januari 2025. Potensi penurunan SBP terbuka lebar seiring pemangkasan BI-Rate sebesar 25 bps oleh Bank Indonesia. Kondisi likuiditas yang masih terjaga serta target penyaluran kredit akan memengaruhi arah suku bunga ke depan.

Sebaliknya, SBP simpanan valas menunjukkan pergerakan lebih dinamis. Pada Mei 2025, SBP valas naik 11 bps menjadi 2,17% dibandingkan Januari 2025. Kenaikan ini dipengaruhi oleh pergeseran ekspektasi terhadap suku bunga The Fed, serta kebutuhan transaksi dan kondisi likuiditas bank.

Menutup pernyataannya, Purbaya mengimbau agar bank-bank di Indonesia bersikap transparan dalam menyampaikan informasi mengenai Tingkat Bunga Penjaminan yang berlaku kepada nasabah. Informasi tersebut perlu disampaikan secara terbuka melalui media informasi dan saluran komunikasi yang mudah diakses nasabah.

“Dalam rangka memperkuat perlindungan dana nasabah serta menjaga kepercayaan deposan, LPS juga mengimbau agar bank mematuhi ketentuan Tingkat Bunga Penjaminan dalam penghimpunan dana,” pungkasnya. 

Tags: LPS Suku bunga

Baca Juga

LPS Libatkan 100 Guru untuk Bangun Kebiasaan Menabung Pelajar Sulsel
LPS Libatkan 100 Guru untuk Bangun Kebiasaan Menabung Pelajar Sulsel
LPS Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Donor Darah di Palopo
LPS Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Donor Darah di Palopo
 570 Siswa Sekolah Rakyat Makassar Mulai Menabung, OJK dan LPS Dorong Generasi Muda Melek Finansial
570 Siswa Sekolah Rakyat Makassar Mulai Menabung, OJK dan LPS Dorong Generasi Muda Melek Finansial
Literasi Keuangan Tembus 69,57 Persen, Inklusi Capai 93,61 Persen pada 2026
Literasi Keuangan Tembus 69,57 Persen, Inklusi Capai 93,61 Persen pada 2026
OJK Perkuat Akses Pembiayaan Produktif di Sidrap, KUR dan TPAKD Dorong UMKM Naik Kelas
OJK Perkuat Akses Pembiayaan Produktif di Sidrap, KUR dan TPAKD Dorong UMKM Naik Kelas
LPS Naikkan Tingkat Bunga Penjaminan Mulai Juli 2026
LPS Naikkan Tingkat Bunga Penjaminan Mulai Juli 2026

Populer

  • 1
    LENGKAP! Jalannya Pertandingan Zion Vs Rajawali, Antar Zion Jadi Threepeat DBL South Sulawesi
  • 2
    Resmi Jadi Kader PSI, Jokowi Tunjukkan KTA dan Minta Kader Tak Ragu Hadapi Pemilu 2029
  • 3
    Dari Hutan Desa Nuha ke Tangan Gen Z, Anyaman Teduhu Selamat dari Kepunahan
  • 4
    Pelindo Jasa Maritim Evaluasi Layanan Pemanduan dan Penundaan Kapal di Perairan Bontang
  • 5
    OJK Dorong Satu Pintu Pelaporan untuk Perangi Penipuan Digital

Ekonomi

  • VIRAL Haji Isam Bakal Ambil Alih  BCA, Ini Kata Manajemen Bank Central Asia
    VIRAL Haji Isam Bakal Ambil Alih BCA, Ini Kata Manajemen Bank Central Asia
  • Asmo Sulsel Kenalkan Layanan Group Customer hingga Service Kunjung di KIMA
    Asmo Sulsel Kenalkan Layanan Group Customer hingga Service Kunjung di KIMA
  • Pelindo Jasa Maritim Cek Kesiapan STS Nipa, Pastikan Layanan Maritim di Perbatasan Tetap Andal
    Pelindo Jasa Maritim Cek Kesiapan STS Nipa, Pastikan Layanan Maritim di Perbatasan Tetap Andal

Peristiwa

  • Resmi Jadi Kader PSI, Jokowi Tunjukkan KTA dan Minta Kader Tak Ragu Hadapi Pemilu 2029
    Resmi Jadi Kader PSI, Jokowi Tunjukkan KTA dan Minta Kader Tak Ragu Hadapi Pemilu 2029
  • Kortastipidkor Polri Tetapkan Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Jadi Tersangka, Korupsi Persetujuan Bangunan Gedung
    Kortastipidkor Polri Tetapkan Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Jadi Tersangka, Korupsi Persetujuan Bangunan Gedung
  • Cuaca Besok di Sulsel 19 September 2026, BMKG Peringatkan Angin Kencang
    Cuaca Besok di Sulsel 19 September 2026, BMKG Peringatkan Angin Kencang
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID