Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Lifestyle

Waspada Chikungunya Melonjak di Musim Penghujan Sperti di Singapura, Ini Gejala hingga Pencegahan

Senin, 11 Agustus 2025 17:37
Editor: Ina Maharani
  • Bagikan
waspad chikungunya


LUMINASIA.ID, MAKASSAR -  Sejumlah negara, termasuk Singapura, melaporkan peningkatan kasus chikungunya pada awal hingga pertengahan 2025.

Penyakit tropis ini disebabkan oleh virus chikungunya yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus, sama seperti penyebab demam berdarah dan virus Zika.

Meski jarang mematikan, chikungunya dapat menyebabkan demam tinggi, nyeri sendi hebat, ruam, hingga nyeri sendi kronis yang bertahan berbulan-bulan.

Di Singapura, hingga Juli 2025 tercatat 17 kasus chikungunya, meningkat dua kali lipat dibanding periode yang sama tahun lalu.

Sebanyak 13 kasus di antaranya merupakan kasus impor dari wilayah terdampak seperti Sri Lanka dan China, sedangkan tiga kasus lokal bersifat sporadis.

Singapura pernah mengalami dua wabah besar chikungunya, yakni pada 2008 (718 kasus) dan 2013 (1.059 kasus).

Sementara di Indonesia, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan tren kasus chikungunya cenderung menurun dalam dua bulan terakhir.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menjelaskan bahwa pada periode yang sama di 2023 dan 2024, kasus sempat melonjak akibat musim penghujan.

Hingga kini, belum ada lonjakan serupa pada 2025. Namun, Kemenkes menegaskan perlunya intervensi pengendalian vektor untuk mencegah potensi peningkatan kasus chikungunya.

Berdasarkan Surat Edaran Kemenkes Nomor HK.02.02/C/261/2025, pada Desember 2024 terdapat 571 kasus chikungunya di tujuh provinsi, tanpa laporan kematian.

Chikungunya dapat menyerang siapa saja, tetapi risiko lebih tinggi pada bayi baru lahir, lansia, dan penderita penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, atau jantung.

Gejala biasanya muncul 3–7 hari setelah tergigit nyamuk pembawa virus chikungunya, meliputi demam hingga 39°C, nyeri otot dan sendi, bengkak pada sendi, ruam kemerahan, sakit kepala, lemas, hingga mual.

Diagnosis chikungunya dilakukan melalui wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan tes darah, termasuk tes ELISA untuk mendeteksi antibodi IgM dan IgG.

Hingga kini belum ada obat khusus untuk menyembuhkan chikungunya. Pengobatan hanya untuk meredakan gejala, seperti penggunaan parasetamol, ibuprofen, atau naproxen, disertai istirahat cukup dan asupan cairan yang memadai.

Komplikasi chikungunya jarang terjadi, namun dapat mencakup radang otak, peradangan jantung, hepatitis, hingga sindrom Guillain-Barré.

Untuk pencegahan, Kemenkes mengimbau masyarakat melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan 3M Plus: menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menampung air, menaburkan bubuk abate, menggunakan obat anti-nyamuk, memasang kawat anti-nyamuk, memelihara ikan pemakan jentik, dan menjaga kebersihan lingkungan.

Bagi yang bepergian ke daerah endemik chikungunya, gunakan losion anti-nyamuk berkandungan DEET, kenakan pakaian lengan panjang, tidur dengan kelambu, dan hindari menggantung pakaian di ruang terbuka. 

Tags: chikungunya gejala chikungunya pengobatan chikungunya

Populer

  • 1
    LENGKAP! Ini Jadwal MPL ID S17 Hari Ini: EVOS Hadapi NAVI, Team Liquid ID Ditantang RRQ, ONIC Jumpa Alter Ego
  • 2
    Jadwal Moto3 GP Catalunya 2026 Hari Ini: Veda Ega Start Sore, Live Trans7 dan Streaming Vidio
  • 3
    Jadwal MPL ID S17: Alter Ego vs Bigetron Vitality Jadi Penentu Tiket Playoff
  • 4
    Cara Cek Bansos PKH dan BPNT Mei 2026 Lewat HP, Bisa Gunakan Aplikasi Cek Bansos
  • 5
    BYD Indonesia Tambah Varian Baru ATTO 1 STD, Harga Mulai Rp199 Juta

Ekonomi

  • Toyota Agya Kuasai 30 Persen Pasar Compact Entry 2026, Penjualan Melonjak 32 Persen
    Toyota Agya Kuasai 30 Persen Pasar Compact Entry 2026, Penjualan Melonjak 32 Persen
  • Tiga Warna Media Network Beri Edukasi Keamanan Tabungan untuk Ibu Rumah Tangga, Hadirkan Pembicara dari LPS, OJK, dan BI
    Tiga Warna Media Network Beri Edukasi Keamanan Tabungan untuk Ibu Rumah Tangga, Hadirkan Pembicara dari LPS, OJK, dan BI
  • Cara Cek Bansos PKH dan BPNT Mei 2026 Lewat HP, Bisa Gunakan Aplikasi Cek Bansos
    Cara Cek Bansos PKH dan BPNT Mei 2026 Lewat HP, Bisa Gunakan Aplikasi Cek Bansos

Peristiwa

  • Sudah Cair, Ini Cara Cek Bansos PKH dan BPNT Mei 2026 Lewat HP
    Sudah Cair, Ini Cara Cek Bansos PKH dan BPNT Mei 2026 Lewat HP
  • Nadiem Operasi Apa? Ternyata Berhubungan dengan Area Anus, Ini Penjelasannya
    Nadiem Operasi Apa? Ternyata Berhubungan dengan Area Anus, Ini Penjelasannya
  • GMTD Gelar Donor Darah dan Cek Kesehatan Gratis Peringati Hari Hipertensi Sedunia
    GMTD Gelar Donor Darah dan Cek Kesehatan Gratis Peringati Hari Hipertensi Sedunia
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID