Didukung 22 Daerah dan 18 Cabor, Darmawangsyah Muin Siap Pimpin KONI Sulsel
LUMINASIA.ID, MAKASSAR -- Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, resmi mengembalikan formulir pencalonan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulawesi Selatan di Kantor KONI Sulsel, Jalan Sultan Hasanuddin, Makassar, Senin (3/11).
Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI Sulsel dijadwalkan berlangsung pada 19 November 2025, di salah satu hotel di Kota Makassar. Agenda tersebut akan menentukan arah baru kepemimpinan KONI Sulsel untuk periode lima tahun mendatang.
Menurut Chalik Suang, Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan Calon Ketua KONI Sulsel periode 2025–2029, mengkonfirmasi bahwa hingga Senin (3/11), baru Darmawangsyah Muin yang mengembalikan formulir pencalonan.
"Ada lima orang yang mengambil formulir, tapi sampai sore ini baru Pak Darmawangsyah yang mengembalikan berkas. Pengembalian kami tutup malam ini pukul 23.00 WITA," kata Chalik.
Ia menambahkan, dukungan terhadap Darmawangsyah Muin telah memenuhi syarat pencalonan. Dari 24 kabupaten/kota di Sulsel, hanya dua daerah yang belum memberikan dukungan, sementara 18 cabang olahraga telah menyatakan dukungan resmi.
"Syarat minimal dukungan itu sembilan, dan Pak DM sudah melampauinya. Tapi nanti tetap bergantung pada kehadiran peserta yang memiliki hak suara dalam Musorprov," jelasnya.
Darmawangsyah menyatakan kesiapannya
memimpin KONI Sulsel jika mendapat dukungan luas dari berbagai pihak.
"Saya bersyukur bisa mengembalikan berkas pencalonan
hari ini. Visi dan misi saya sudah saya tuangkan dalam dokumen resmi. Saya
menyatakan siap maju karena adanya dukungan dari pemerintah daerah, pemerintah
kota dan cabang olahraga di Sulsel," ujarnya.
Darmawangsyah hadir bersama tim pemenangannya, di antaranya
Ketua Pengprov PBSI Sulsel, Dhevy Khadaffi, serta anggota DPRD Makassar Pahlevy
dan Faried Rayendra.
Dalam sambutannya, Darmawangsyah yang akrab disapa DM
menyampaikan tekadnya menjadikan KONI Sulsel sebagai lembaga yang unggul,
tangguh dan berdaya saing, dengan tetap berlandaskan kearifan lokal masyarakat
Sulawesi Selatan.
"Dalam sebuah pertandingan kita harus membawa semangat
juang. Itu saya tulis dalam misi saya. Saya hadir karena siap untuk maju
memimpin KONI Sulsel," tegasnya.
Ia menilai perkembangan KONI Sulsel beberapa tahun terakhir
mengalami penurunan, bukan karena masalah di kepengurusan, tetapi lemahnya
komunikasi internal.
"Saya sudah berkomunikasi dengan Ketua KONI sekarang,
Pak Yasir Mahmud. Kita saling berbagi pandangan. Masalahnya ada di komunikasi
antara KONI dan Pemprov yang belum sejalan. Ke depan, saya ingin menyatukan
semua kepentingan demi kemajuan olahraga Sulsel," jelasnya.
DM menegaskan, jika terpilih, dirinya berkomitmen
memperbaiki sistem komunikasi dan manajemen KONI Sulsel serta mengembangkan
potensi olahraga di seluruh kabupaten dan kota.
"Kalau KONI Sulsel berprestasi, yang terangkat bukan
hanya nama KONI, tapi juga Pemerintah Provinsi dan masyarakat Sulsel. KONI
hanya memberikan pengarah dan pembimbing bagi seluruh cabang olahraga,"
katanya.
Ia juga menyoroti penurunan anggaran KONI Sulsel dalam beberapa tahun terakhir. Sebagai mantan anggota DPRD Sulsel dua periode, DM menilai hal tersebut perlu dibenahi.
"Saya ingin memperjuangkan agar anggaran KONI kembali meningkat, karena prestasi olahraga membutuhkan dukungan anggaran yang memadai," pungkasnya. (hera)

