LUMINASIA.ID - Pelantikan Pengurus Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sulawesi Selatan berlangsung khidmat dan meriah dengan dihadiri berbagai unsur pemerintah, organisasi media, akademisi, dan pelaku usaha.
Acara yang digelar pada Sabtu pagi di Makassar ini menjadi momentum penting bagi penguatan ekosistem media yang sehat, profesional, dan berintegritas di Sulawesi Selatan.
Hadir dalam kesempatan ini Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Selatan Jufri Rahman, Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi, serta Sekda Kota Makassar Dr. Andi Zulkifli Nanda.
JMSI Sulsel yang dilantik dipimpin oleh Ilham Husen sebagai Ketua JMSI Sulsel dan Haeruddin sebagai Sekretaris JMSI Sulsel. JMSI Sulsel sendiri beranggotakan 35 media di Sulawesi Selatan.
Pelantikan dilakukan oleh Ketua Umum JMSI Dr. Teguh Santosa.
Prosesi pelantikan ditandai dengan penyerahan bendera JMSI oleh Teguh Santosa kepada Ilham Husen.
Dalam sambutannya, Ilham menekankan bahwa kehadiran JMSI di Sulawesi Selatan bukan sekadar menambah organisasi media, tetapi membawa semangat baru dalam membangun industri pers yang kompeten dan beretika.
Ia menyampaikan bahwa perkembangan teknologi digital membuat tantangan media semakin berlapis, terutama terkait disinformasi, hoaks, dan manipulasi konten digital.
“Di era ini, batas antara fakta dan rekayasa semakin tipis. Kemajuan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, membuat penyebaran hoaks berlangsung begitu cepat. Di sinilah peran media harus diperkuat agar masyarakat mampu membedakan informasi aktual dan informasi yang menyesatkan,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Teguh Santosa menyoroti pentingnya penguatan literasi media bagi masyarakat.
Menurutnya, media siber yang sehat harus terus menjadi benteng demokrasi dan penjaga kedaulatan informasi.
Ia menegaskan bahwa teknologi seperti artificial intelligence memang memberi peluang besar untuk mempercepat kerja jurnalistik dan meningkatkan kreativitas, tetapi tetap membutuhkan pengawasan etis.
“Algoritma bisa memproduksi konten secara otomatis, tetapi nurani jurnalistik tidak bisa digantikan. Di sinilah media harus menjaga nilai etika, menjaga kejujuran, dan mempertanggungjawabkan setiap informasi yang disampaikan,” ucapnya.
Ketua JMSI Sulawesi Selatan juga menegaskan komitmen JMSI untuk terlibat aktif dalam pembangunan ekonomi daerah.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, khususnya melalui penguatan UMKM, ekonomi kreatif, dan ekosistem digital inklusif yang berdaya saing.
Ia mengungkapkan bahwa JMSI siap bekerja sama dengan pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat sipil untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat literasi digital, dan menciptakan ruang informasi yang sehat.
“Kami tidak hanya bicara teori. Melalui kegiatan ini, JMSI menghadirkan diskusi UMKM dan langsung mengambil langkah strategis dengan menggandeng banyak pihak untuk mendorong perekonomian masyarakat. Kami ingin hadir sebagai kekuatan informasi yang mencerdaskan, inspiratif, dan membangun optimisme publik,” jelasnya.
Selain itu, JMSI juga memperkenalkan tiga pilar kolaborasi dalam pengembangan UMKM, ekonomi kreatif, serta sektor properti.
Melalui sinergi tersebut, JMSI Sulsel bertekad mendorong ekonomi yang mandiri, inklusif, dan berkelanjutan.
Menyambut kehadiran JMSI Sulsel, Jufri Rahman mewakili pemerintah daerah memberikan apresiasi.
Ia menyampaikan bahwa pemerintah membutuhkan mitra strategis dari kalangan media untuk mengawal pembangunan, menyebarkan informasi yang mencerdaskan, dan memperkuat partisipasi publik.
“Media bukan hanya penyampai informasi, tetapi juga pengawal transparansi dan mitra pembangunan. Kami berharap JMSI menjadi ruang kolaborasi yang memperkuat hubungan pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat,” katanya.
Acara pelantikan diisi dengan pernyataan komitmen bersama dari seluruh pengurus JMSI Sulsel untuk menjaga nilai-nilai demokrasi, kebebasan pers, kejujuran, serta tanggung jawab jurnalistik.
Organisasi ini menegaskan bahwa media yang sehat akan melahirkan masyarakat yang kuat, dan masyarakat yang kuat adalah fondasi bagi Sulawesi Selatan yang maju, berdaya saing, dan sejahtera.
Pelaksanaan kegiatan mendapat dukungan dari berbagai lembaga dan sponsor, termasuk BRI, Mandiri, RMS Foundation, Benteng Kupa Group, Bank Sulselbar, BTN, OJK Sulselbar, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Pemerintah Kota Makassar, PLN, Pelindo, Kalla, KIMA, serta Hotel Claro Makassar sebagai tuan rumah.

