LUMINASIA.ID - Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin kembali mencatatkan prestasi di tingkat nasional. Ia dianugerahi Golden Leader Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Award 2026 atas inovasi dan kepemimpinannya dalam mendorong transformasi digital layanan publik.
Munafri Arifuddin, S.H., yang akrab disapa Appi, merupakan Wali Kota Makassar periode 2025–2030 dan resmi dilantik pada Kamis (20/2/2025).
Berlatar belakang pengusaha dan politisi, Appi dikenal konsisten mendorong tata kelola pemerintahan yang modern, adaptif, serta berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Bersama Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham, Munafri menggagas dan meluncurkan Layanan Online Terintegrasi Warga Makassar (LONTARA+), sebuah super apps yang mengintegrasikan berbagai layanan publik ke dalam satu platform digital.
Melalui Blueprint LONTARA+, masyarakat dapat mengakses layanan pemerintahan secara lebih mudah, cepat, transparan, dan efisien, mulai dari administrasi kependudukan, perizinan, hingga layanan aduan warga.
Inovasi tersebut mengantarkan Munafri meraih penghargaan dari JMSI. Penghargaan diterima oleh Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham yang mewakili Munafri pada malam puncak peringatan HUT ke-6 JMSI di Hotel Horison Ultima Ratu, Kota Serang, Banten, Minggu (8/2/2026).
Aliyah mengaku bersyukur dan bangga atas apresiasi yang diberikan JMSI Pusat. Menurutnya, penghargaan ini menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kualitas layanan digital di Kota Makassar.
“Terima kasih kepada teman-teman JMSI. Apresiasi kepada Bapak Wali Kota ini tentu menjadi motivasi untuk terus memberikan pelayanan maksimal bagi warga Kota Makassar,” ujar Aliyah usai menerima penghargaan.
Selain Wali Kota Makassar, sejumlah kepala daerah dan lembaga lain turut menerima penghargaan dalam ajang tersebut, di antaranya Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman serta beberapa kementerian atas inovasi dan kinerja masing-masing.
Integrasikan 358 Layanan Publik
Pemerintah Kota Makassar terus mengembangkan LONTARA+ sebagai jawaban atas kebutuhan layanan masyarakat yang terintegrasi. Selain layanan administrasi dan perizinan, aplikasi ini juga disiapkan untuk mendukung sektor pariwisata.
LONTARA+ ditetapkan sebagai program prioritas (flagship) Pemkot Makassar periode 2025–2030 dan menjadi tulang punggung berbagai program strategis pemerintah kota. Saat ini, aplikasi tersebut sudah dapat diunduh melalui Play Store.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar Muhammad Roem menjelaskan, sebelumnya terdapat sedikitnya 358 aplikasi layanan milik berbagai satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang berjalan secara terpisah. Seluruh layanan tersebut kini diintegrasikan ke dalam LONTARA+.
“LONTARA+ hadir untuk mengintegrasikan seluruh fungsi tersebut ke dalam satu aplikasi yang ringan, sehingga tidak membebani memori ponsel masyarakat, namun tetap mampu memberikan akses ke seluruh layanan kota,” kata Roem.
Ia menjelaskan, LONTARA+ dirancang dengan tiga nilai utama, yakni keterjangkauan dan inklusivitas agar dapat digunakan seluruh lapisan masyarakat, kecepatan dalam memangkas antrean layanan publik, serta penyederhanaan prosedur layanan yang selama ini dinilai berbelit.
Roem juga menyampaikan apresiasi kepada JMSI Pusat atas penghargaan yang diberikan.
“Terjalinnya hubungan baik antara Pemerintah Kota Makassar dan JMSI, khususnya di Sulawesi Selatan, diharapkan terus memperkuat kolaborasi demi kepentingan masyarakat luas,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua JMSI Pusat Teguh Santosa menyampaikan bahwa penghargaan tersebut diberikan kepada tokoh dan institusi yang dinilai memiliki kinerja, inovasi, serta kontribusi inspiratif bagi masyarakat.
“Usulan datang dari daerah-daerah, kemudian kami lakukan proses kurasi untuk menentukan pihak yang paling layak menerima penghargaan,” kata Teguh. (*)

