LUMINASIA.ID, MAKASSAR - Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menggelar Dialog Kebangsaan bertema “Geopolitika Global dan Perkembangan Situasi Dunia Islam” bersama Wakil Menteri Luar Negeri RI, Muhammad Anis Matta, Lc., Senin (17/11/2025).
Kegiatan ini menghadirkan ratusan civitas akademika yang antusias mengikuti pemaparan mengenai dinamika politik global dan dampaknya terhadap Indonesia.
Dalam paparannya, Wamenlu Anis Matta menjelaskan bahwa kompetisi global, terutama persaingan antara negara-negara besar seperti Amerika Serikat dan China, bukan lagi isu yang hanya relevan bagi para elit politik.
Menurutnya, dampak dari rivalitas tersebut kini menyentuh langsung kehidupan masyarakat, memengaruhi kebijakan pemerintah, sektor ekonomi, hingga ruang sosial di Indonesia.
“Isu-isu ini seharusnya menjadi wawasan publik. Pengaruhnya sangat besar terhadap jalannya pemerintahan dan cara kita mengambil keputusan. Karena itu, masyarakat harus memiliki kesadaran politik dan geopolitik yang memadai,” ujarnya.
Peta Kompetisi Global dan Dampaknya bagi Indonesia
Anis Matta menegaskan bahwa konflik geo-ekonomi antara kekuatan besar akan menyebar ke seluruh dunia, termasuk Indonesia. Salah satu bentuknya adalah perang ekonomi untuk melemahkan pasar produk negara-negara tertentu.
“Salah satu dimensi perang ini adalah perang untuk mematikan pasar produk-produk kita. Artinya, mereka memperkecil permintaan global, dan ini pada akhirnya akan mengecilkan ekonomi China,” jelasnya.
Ia memaparkan bahwa sejak 2012, pertumbuhan ekonomi China terus menurun dari posisi puncak dua belas persen pada masa akhir pemerintahan Hu Jintao. Kini, pertumbuhan ekonomi berada di bawah lima persen.
“Pasar mereka makin kecil, dan tidak ada lagi investasi baru dari para Tionghoa perantauan. Kelompok ini salah satu faktor penting yang nanti bisa menjelaskan mengapa ekonomi Indonesia menghadapi banyak masalah,” tegasnya.
Pengalaman di Afrika dan Peran China
Anis Matta dalam pemaparannya juga mengisahkan pengalamannya saat berceramah di DR Kongo pada 2015. Ia masuk menggunakan paspor diplomatik tanpa fasilitas khusus, sementara pekerja asal China dapat masuk tanpa pemeriksaan imigrasi, menunjukkan besarnya pengaruh Beijing di kawasan tersebut.
Dalam ceramah itu, ia telah memprediksi bahwa Afrika akan menjadi salah satu pusat gejolak dunia.
“Saya bilang ke mereka, negara ini akan menjadi pusat gejolak pada hari-hari yang akan datang. Seluruh kawasan Afrika akan mengalami hal yang sama,” katanya.
Ia menyebut seorang rekannya yang kemudian mendirikan partai politik di Kongo pada 2017 setelah menerima saran tersebut, dan kini partai itu menjadi salah satu yang terbesar di negara itu.
Peran Kampus dalam Membangun Kesadaran Geopolitik
Dijelaskan Anis, ruang akademik seperti kampus harus mengambil peran penting dalam membangun kesadaran geopolitik generasi muda.
“Jika diskusi seperti ini terus kita hidupkan, kesadaran itu akan tumbuh. Ini membantu mahasiswa kita berpikir lebih kreatif menghadapi tantangan kompleks ke depan,” ucapnya.
Apresiasi Rektor Unismuh
Rektor Unismuh Makassar dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasinya atas kehadiran Wamenlu. Ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki kapasitas besar untuk tampil sebagai negara berpengaruh di tingkat global, dan kampus harus menjadi pusat penguatan pemikiran kebangsaan dan geopolitik.
“Sejarah hubungan antarnegara menunjukkan pentingnya diplomasi untuk membangun peradaban kemanusiaan. Ruang akademik harus diisi dengan diskusi yang menumbuhkan pemahaman politik global,” kata Rektor.
Ia menambahkan bahwa prestasi Unismuh yang terus meningkat membawa optimisme akan masa depan perguruan tinggi tersebut.
“Insyaallah ke depan, kampus ini dapat menjadi destinasi mahasiswa dari seluruh dunia Islam,” ujarnya.
Dialog Kebangsaan ini menjadi momentum strategis bagi Unismuh Makassar dalam memperkuat literasi global mahasiswa sekaligus menegaskan peran perguruan tinggi sebagai pusat pembentukan pemikiran kebangsaan dan internasional.

