LUMINASIA.ID - Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) bersama Yayasan Astra Honda Motor (YAHM) memberikan apresiasi khusus kepada Edi Arham, S.Pd., M.Pd., guru SD Negeri Lalowata di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, yang meraih Juara Terbaik Ke-3 Nasional Program Guru Inspiratif 2025.
Penyerahan penghargaan berlangsung di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Konawe pada Jumat, 5 Desember 2025.
“Pengabdian Pak Edi di daerah terpencil adalah contoh nyata dedikasi seorang pendidik,” ujar Yusup Suranta, perwakilan Pengurus YAHM.
Sebagai bentuk apresiasi, YAHM menyerahkan satu unit Honda Stylo 160 ABS kepada Edi Arham.
“Hadiah ini kami berikan sebagai bentuk dukungan agar semangat beliau terus menyala,” kata Evalyn Susilowati, Administration & Finance Manager Asmo Sulsel.
Seremoni juga dihadiri Erick Winardi Kusumo selaku Marketing Manager Asmo Sulsel, Ketua PGRI Kabupaten Konawe, Bupati Konawe Hj. Hania, S.Pd., M.Pd.Gr., serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Dr. Suriyadi, S.Pd., M.Pd.
“Beliau adalah aset berharga bagi dunia pendidikan Konawe,” tutur Dr. Suriyadi.
Edi Arham menjadi salah satu guru inspiratif nasional berkat dedikasinya selama lebih dari 17 tahun mengabdi di SD Negeri Lalowata, yang berada di wilayah terpencil Kecamatan Latoma.
Sejak 2008, ia menempuh perjalanan ekstrem sejauh 134 kilometer dari rumahnya di Ranomeeto menuju sekolah melalui jalan yang belum beraspal, berlumpur saat hujan, berdebu saat kemarau, dan melewati jembatan kayu gelondongan yang rawan kecelakaan.
Minimnya fasilitas membuat Edi bertahan tanpa listrik dan jaringan telekomunikasi sehingga ia mengandalkan panel surya dan inverter sebagai sumber energi alternatif.
Perjalanan tugasnya juga dipenuhi pengorbanan pribadi.
Selama bertahun-tahun, ia tinggal di sekolah dan terpisah dari istri serta anaknya karena akses komunikasi sangat terbatas.
Ia bahkan tidak dapat mendampingi istrinya saat melahirkan anak pertama karena informasi baru diterima beberapa hari kemudian.
Meski begitu, ia tetap berpegang pada prinsipnya.
“Guru harus hadir di tempat-tempat yang tidak banyak orang mau datang,” ujar Edi Arham.
Dalam proses mengajar, Edi dikenal sebagai inovator melalui berbagai media edukasi yang ia ciptakan untuk membantu murid memahami konsep sulit lewat pengalaman nyata dan permainan edukatif.
Karyanya diseminasi hingga tingkat nasional dan internasional, serta diadopsi banyak sekolah di berbagai daerah.
Selain mengajar, Edi aktif memberdayakan masyarakat melalui komunitas KLINIK Baca Tulis, yang mendorong murid mengajari orang tua mereka yang masih buta aksara.
Ia juga membantu warga membangun unit penyulingan minyak nilam agar masyarakat tidak perlu menempuh jarak jauh untuk mengolah hasil panen.
Dedikasinya mengantarkan Edi meraih beragam penghargaan bergengsi seperti Satya Lancana Pendidikan, Anugerah Gatra Kencana TVRI, Anugerah Konstitusi Mahkamah Konstitusi RI, hingga terpilih sebagai salah satu dari 74 Ikon Prestasi Indonesia.
Penghargaan dari Asmo Sulsel dan YAHM menjadi bentuk pengakuan atas kiprah Edi dalam dunia pendidikan dan bukti bahwa guru di daerah terpencil tetap mampu memberi dampak besar bagi bangsa.

