LUMINASIA.ID - Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) bukan hanya perusahaan telekomunikasi bagi sebagian penggunanya. Bagi banyak warga Indonesia, layanan yang kini berusia lebih dari lima dekade itu telah menjadi bagian dari perjalanan hidup, kenangan keluarga, bahkan saksi hubungan asmara jarak jauh.
Sejumlah pelanggan lama membagikan kisah mereka, tentang setia memakai IM3, Mentari, hingga Matrix sejak Indosat masih berada di bawah bendera Satelindo pada akhir 90-an.
Cerita-cerita ini datang dari berbagai latar: pengusaha kuliner, pekerja profesional, hingga seorang Ketua DPRD kota.
Namun, satu hal yang sama: mereka merasakan bahwa jaringan dan layanan Indosat telah menemani langkah mereka melewati berbagai fase kehidupan, dan kini menjadi memori yang sulit dilepas.
Vera, warga Tasikmalaya, adalah salah satu pengguna yang merasakan perjalanan panjang Indosat dari era Satelindo.
Ia mulai memakai kartu Mentari pada tahun 2000 saat masih menjadi mahasiswi semester enam Fakultas Teknologi Industri Universitas Parahyangan, Bandung. Nomor Indosat prabayar miliknya, 081589*****—masih digunakan hingga kini, tanpa pernah berganti lebih dari dua dekade.
“Sejak saya kuliah, tidak pernah ganti nomor. Jaringannya stabil, dulu murah, sekarang paketnya juga banyak pilihan,” ujarnya mengenang.
Mentari, diluncurkan pada 1998, menjadi sahabat setianya selama masa kuliah. SMS, telepon, dan kebutuhan komunikasi akademik semuanya ditopang oleh kartu tersebut. Bahkan hubungan jarak jauhnya dengan sang pacar, kini suamim dibantu oleh promo legendaris telepon gratis tengah malam dari Mentari.
“Waktu itu LDR Bandung -ogyakarta. Ada promo nelpon gratis dari jam 11 malam sampai jam 5 pagi. Kita bisa ngobrol sepuasnya tanpa takut pulsa habis,” kenangnya sambil tertawa.
Setelah menikah, Vera dan suaminya sempat kembali menjalani LDR karena tuntutan pekerjaan.
Dari SMS, dua detikan, BBM, hingga WhatsApp, ia tetap memakai nomor yang sama. Kini saat menjalankan bisnis kuliner, Indosat kembali menjadi andalan untuk komunikasi dengan pelanggan dan pemasaran digital.
Cerita berbeda datang dari Chasanatun Chafida atau Fifi, warga Jakarta. Baginya, nomor Indosat IM3 yang ia gunakan sekarang bukan sekadar alat komunikasi, tetapi warisan keluarga.
Ayahnya memakai nomor itu sejak sekitar 1996–1997, masa ketika layanan telepon seluler Indosat masih dikenal sebagai Matrix. Setelah sang ayah wafat pada 2021, Fifi memutuskan untuk mempertahankan nomor itu sebagai bentuk penghormatan.
“Setiap kali memakai nomor ini, rasanya seperti masih terhubung dengan kenangan ayah,” ujarnya.
Selain alasan emosional, Fifi menilai kualitas jaringan Indosat lebih cocok dengan kebutuhannya dibandingkan operator lain yang pernah ia coba. Sinyal stabil dan paket harian yang lebih terjangkau membuatnya mantap melanjutkan penggunaan nomor peninggalan sang ayah. Baginya, nomor tersebut kini menjadi penghubung antara masa lalu dan aktivitas hariannya.
Senada dengan Fifi ada Dian, warga Makassar yang kini memegang nomor bersejarah milik almarhum ayahnya.
KArtu tersebut sudah dimiliki sang ayah sejak awal 2000-an. Saat itu bernama Matrix.
“Ini kartu pertama almarhum ayah yang ia gunakan hingga akhir hidupnya di tahun 2021. Kemudian dilanjutkan dipakai ibu hingga almarhumah meninggal di tahun 2024 kemarin. Sayang nomornya jadi tetap say agunakan sekarang,” uajr Dian.
Selama digunakan, Indosat tidak pernah mengecewakan. “Pulsa dan kuota disesuaikan kebutuhan. Harga terjangkau, sinyal kuat,” jelasnya.
Di dunia hospitality, pergerakan dari satu kota ke kota lain adalah rutinitas. Hal itulah yang dialami Fitri Kusuma Wardhani, General Manager Life Hospitality Hotel Group.
Fitri banyak berpindah kota, dari Makassar hingga daerah-daerah yang lebih terpencil, namun jaringan Indosat dikatakan tetap stabil dan membantu pekerjaannya tetap berjalan tanpa hambatan.
“Sebagai seseorang yang mobile, saya perlu sinyal kuat di mana pun saya berada. Indosat selalu bisa diandalkan,” jelasnya.
Kemudian ada Ketua DPRD Kota Makassar, Rachmatika Dewi, juga menyimpan kisah tersendiri. Saat menghadiri pembukaan Gerai Indosat di Jalan Slamet Riyadi, Makassar, Rabu (3/12/2025), ia mengingat kembali masa-masa awal menggunakan ponsel.
Nomor pertamanya, 0815255****, ia gunakan sejak awal era telepon seluler populer di masyarakat. Ia bahkan masih ingat sering datang ke kantor Indosat di Makassar untuk mengurus kartu atau memperbaiki perangkat.
“Tempat ini tidak asing buat saya. Saya termasuk pengguna awal Indosat. Ternyata saya terakhir pakai nomor itu di 2019,” ucapnya.
Meski pernah berganti nomor karena kebutuhan administrasi perangkat, Rachmatika mengaku tetap setia pada Indosat dan berniat kembali menggunakan nomor yang mirip dengan nomor lamanya. Ia mengapresiasi peningkatan layanan dan modernisasi jaringan Indosat–Tri di Makassar.
“Saya senang Indosat Tri sudah memberikan layanan paripurna untuk masyarakat Sulsel,” ujarnya.

