LUMINASIA.ID - PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM), subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang jasa maritim, peralatan, layanan pelabuhan, docking, dan shipyard, menggelar Webinar Ilmiah dalam rangka memperingati Hari Antikorupsi Sedunia (HAKORDIA) 2025.
Kegiatan ini diselenggarakan secara daring melalui platform Zoom sebagai bagian dari komitmen SPJM dalam memperkuat budaya integritas dan mendukung agenda nasional pemberantasan korupsi.
Webinar ilmiah tersebut menghadirkan sejumlah narasumber kompeten, di antaranya Prof. Dr. Abdul Hamid Habbe, SE., M.Si., Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin, Jeji Azizi dari Direktorat Antikorupsi Badan Usaha Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, serta Group Head Manajemen Risiko, Tata Kelola, dan Kepatuhan Pelindo, Usman Saroni.
Senior Vice President Sekretaris Perusahaan SPJM, Tubagus Patrick, menyampaikan bahwa peringatan HAKORDIA melalui webinar ilmiah ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan pemahaman insan perusahaan terhadap korupsi dari berbagai sudut pandang.
“Korupsi merupakan musuh bersama yang hanya dapat diberantas melalui komitmen kolektif serta konsistensi dalam menerapkan nilai-nilai integritas,” ujar Tubagus Patrick.
Ia menambahkan, melalui kegiatan ini SPJM berharap seluruh insan perusahaan tidak hanya memahami aspek regulatif, tetapi juga mampu menginternalisasi nilai kejujuran, tanggung jawab, dan transparansi sebagai bagian dari budaya kerja sehari-hari.
Tubagus Patrick juga menegaskan komitmen SPJM untuk terus mendukung upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi melalui penguatan tata kelola perusahaan, peningkatan literasi antikorupsi, serta keteladanan pimpinan di seluruh lini organisasi.
Webinar ini dibuka secara resmi oleh Komisaris Utama SPJM, Otto Ardianto, dan diikuti oleh jajaran Komisaris dan Direksi SPJM, karyawan SPJM Group, termasuk komisaris dan direksi anak serta cucu perusahaan, serta perwakilan pengurus Persatuan Istri Pegawai Pelindo (PIP) SPJM Group.
Pelaksanaan kegiatan ini juga menjadi bentuk dukungan SPJM terhadap peringatan HAKORDIA yang diperingati setiap 9 Desember sebagai momentum refleksi nasional dalam memerangi praktik korupsi.
Melalui pendekatan ilmiah dan multidisipliner, webinar ini bertujuan meningkatkan pemahaman peserta mengenai akar permasalahan, karakter, serta dampak sistemik korupsi, sekaligus menumbuhkan kesadaran dan komitmen moral terhadap pentingnya integritas, transparansi, dan akuntabilitas dalam menjalankan tugas profesional.
Dalam paparannya, Usman Saroni menekankan pentingnya transparansi, akuntabilitas, dan penerapan Good Corporate Governance (GCG) sebagai fondasi utama pencegahan korupsi di lingkungan korporasi.
Ia menyampaikan bahwa tata kelola yang kuat dan manajemen risiko yang efektif menjadi kunci dalam membangun perusahaan yang bersih, berintegritas, dan berdaya saing berkelanjutan.
Sementara itu, Prof. Dr. Abdul Hamid Habbe menjelaskan perspektif akademik mengenai akar dan dampak korupsi di Indonesia, serta menegaskan bahwa korupsi tidak semata persoalan individu, tetapi juga berkaitan erat dengan sistem dan budaya organisasi.
Menurutnya, pembenahan tata kelola dan penguatan nilai etika secara berkelanjutan menjadi langkah strategis dalam mencegah praktik korupsi.
Narasumber lainnya, Jeji Azizi dari KPK RI, mengulas secara komprehensif upaya pencegahan fraud dan gratifikasi di lingkungan korporasi.
Ia menegaskan pentingnya peran aktif seluruh pegawai dalam mengenali, mencegah, dan melaporkan potensi benturan kepentingan serta praktik gratifikasi sebagai bagian dari sistem pengendalian internal perusahaan.
Melalui penyelenggaraan Webinar Ilmiah HAKORDIA 2025 ini, SPJM berharap dapat mendorong transformasi budaya kerja yang bersih dan berintegritas, sekaligus memperkuat penerapan tata kelola perusahaan yang transparan dan akuntabel, serta berkontribusi pada peningkatan indeks persepsi antikorupsi secara nasional.

