LUMINASIA.ID, MAKASSAR — PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM), subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di sektor Marine, Equipment, Port Services, Dredging, dan Shipyard (MEPS), terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan keselamatan pelayaran nasional.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sharing Session Keselamatan dan Keamanan Operasional Pelayaran yang digelar di Hotel Unigraha, Kerinci, pada 16 April 2026.
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) yang membahas berbagai aspek strategis keselamatan pelayaran, mulai dari regulasi hingga implementasi teknis di lapangan.
Beberapa narasumber yang hadir di antaranya Dr. Capt. Anthony Arif Priadi, M.Sc selaku Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi dan Energi yang memaparkan terkait IMO Circular 1050 (17). Selain itu, Capt. Maltus Jackline Kapistrano, S.SIT., M.Si membahas aspek keselamatan kapal, sementara Capt. Hasan Sadili, S.SIT., M.Mar mengulas terkait pengawakan kapal.
Materi juga diperkaya oleh paparan Dr. Capt. Miftakhul Hadi, S.ST., MM., M.Mar yang menyoroti manajemen keselamatan kapal, termasuk aspek pencegahan pencemaran dan penguatan sistem keselamatan operasional.
Kehadiran para pemateri tersebut memberikan pemahaman komprehensif, tidak hanya dari sisi regulasi, tetapi juga praktik operasional di lapangan yang menjadi kunci dalam menjaga keselamatan pelayaran.
Kegiatan ini dibuka oleh Senior Vice President Operasi Kapal SPJM, Didik Sutrisno, dan dihadiri berbagai pemangku kepentingan, di antaranya KSOP Kelas II Tanjung Buton, KSOP Pekanbaru, manajemen PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), perwakilan agen pelayaran, tim operasional, serta internal Pelindo Group.
Pelaksanaan forum ini juga menjadi respons atas tingginya aktivitas logistik maritim, khususnya di wilayah operasional RAPP, sehingga diperlukan penguatan pada aspek keselamatan, keandalan operasional, serta keselarasan standar layanan.
SPJM menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menjaga keselamatan pelayaran. Koordinasi antara operator, regulator, dan pemangku kepentingan dinilai menjadi faktor utama dalam meminimalkan risiko operasional.
“Keselamatan pelayaran harus menjadi budaya kerja yang terintegrasi dalam setiap lini operasional. Sinergi antara operator, regulator, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam mewujudkan layanan yang aman, andal, dan berstandar global,” ujar SVP Sekretaris Perusahaan SPJM, Tubagus Patrick.
Sebagai bagian dari transformasi Pelindo Group, SPJM terus mendorong operational excellence melalui penguatan sistem operasional, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta penerapan standar keselamatan yang adaptif terhadap dinamika industri maritim.
Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata dalam meningkatkan keselamatan pelayaran, efisiensi operasional, serta kualitas layanan kepelabuhanan di Indonesia.

