LUMINASIA.ID, MAKASSAR – PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM) terus melakukan peningkatan keselamatan layanan operasional di perairan Sungai Mahakam, Kalimantan Timur.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah memasang dua fasilitas keselamatan baru di sekitar Jembatan Mahakam, Samarinda, yakni Port Entry Light (PEL) dan sensor monitoring kondisi perairan.
Pemasangan perangkat tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan SPJM untuk meningkatkan keamanan navigasi kapal yang melintas di bawah Jembatan Mahakam, yang dikenal memiliki karakteristik alur pelayaran cukup menantang.
Direktur Operasi dan Teknik SPJM, Edward DN Napitupulu, menjelaskan bahwa Port Entry Light mulai dipasang sejak September 2024. Perangkat ini berupa lampu suar navigasi berintensitas tinggi yang berfungsi membantu kapal memasuki alur pelayaran atau kolong jembatan, terutama saat malam hari maupun ketika jarak pandang terbatas.
“Port Entry Lights sudah banyak digunakan di pelabuhan internasional yang memiliki lalu lintas pelayaran padat atau alur yang sempit. Lampu ini menjadi standar keselamatan penting untuk memandu kapal masuk ke jalur yang aman,” ujar Edward dalam keterangannya, Selasa (25/2/2026).
Ia menambahkan bahwa kondisi pelayanan pemanduan kapal di kolong Jembatan Mahakam memiliki tingkat kesulitan tersendiri, sehingga pemasangan sistem navigasi tambahan sangat dibutuhkan.
“Karakteristik pemanduan di perairan Sungai Mahakam cukup menantang. Karena itu kami berinisiatif memasang PEL untuk membantu nahkoda kapal dan perwira pandu memastikan posisi kapal berada di jalur yang benar saat melintas di bawah jembatan,” katanya.
Selain sistem lampu navigasi, SPJM juga memasang sensor monitoring perairan di sekitar Jembatan Mahakam dan Jembatan Mahulu pada Januari 2026. Sensor tersebut berfungsi memantau kondisi arus sungai serta mengukur jarak antara permukaan air dengan struktur jembatan atau clearance jembatan.
Data dari sensor tersebut ditampilkan melalui monitor yang dipasang di railing Jembatan Mahakam. Dengan demikian, informasi mengenai kondisi perairan dapat diakses secara langsung oleh petugas maupun pihak terkait.
Tidak hanya itu, di Stasiun Pandu yang berada dekat Jembatan Mahulu juga dipasang sensor ketinggian muatan kapal menggunakan teknologi laser range finder. Seluruh sensor tersebut terhubung dengan dashboard monitoring berbasis web yang mampu menampilkan data secara real time setiap satu menit.
Melalui sistem ini, petugas dapat memantau kecepatan arus di sekitar jembatan, jarak antara struktur jembatan dengan permukaan air, serta ketinggian muatan kapal yang melintas.
Sistem tersebut juga dilengkapi fitur notifikasi peringatan otomatis apabila terdapat kapal dengan muatan yang melebihi batas yang telah ditetapkan dalam regulasi pelayaran.
Edward mengatakan kehadiran sistem monitoring tersebut akan sangat membantu proses pemanduan kapal agar berjalan lebih aman dan efisien.
“Sensor ini membantu memberikan informasi yang akurat bagi perwira pandu dan nahkoda saat melakukan manuver kapal, terutama pada saat proses olah gerak di area perairan terbatas seperti kolong Jembatan Mahakam,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa keberadaan sensor monitoring juga akan meningkatkan situational awareness bagi nahkoda kapal maupun perwira pandu sehingga proses navigasi di perairan terbatas dapat dilakukan dengan lebih tertib dan aman.
Menurut Edward, keselamatan pelayaran tetap menjadi prioritas utama dalam setiap layanan yang diberikan SPJM. Oleh karena itu, perusahaan akan terus melakukan berbagai langkah perbaikan dan inovasi untuk meningkatkan kualitas layanan maritim.
“Keselamatan pelayaran adalah tujuan utama. SPJM akan terus melakukan peningkatan dan perbaikan secara berkelanjutan guna mendukung operasional yang aman dan andal,” tutupnya.
Sebagai informasi, PT Pelindo Jasa Maritim merupakan subholding dari PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang dibentuk pada 1 Oktober 2021 pasca integrasi Pelindo. Perusahaan ini bergerak di berbagai layanan kemaritiman, mulai dari jasa marine, peralatan pelabuhan, galangan kapal, pengerukan, hingga layanan utilitas kepelabuhanan.
SPJM juga mengelola sejumlah anak perusahaan yang bergerak di berbagai sektor maritim dan logistik untuk mendukung layanan kepelabuhanan terpadu di Indonesia.

