LUMINASIA.ID, MAKASSAR - Gim daring Murder Mystery 2 (MM2) di platform Roblox kembali menjadi perbincangan publik, khususnya di kalangan orang tua, setelah beredar isu di media sosial yang mengaitkan permainan ini dengan perilaku kekerasan anak, bahkan diklaim memicu kasus anak membunuh ibu.
Sebelumnya, polisi mengungkap motif bocah kelas VI SD di Kota Medan, berinisial AI (12) yang membunuh ibu kandungnya, F (42). AI melakukan perbuatan itu diduga karena terobsesi dari game online dan serial anime.
"Bagaimana obsesi si korban dalam hal melakukan tindak pidananya? Adik (AI) melihat game Murder Mystery pada season Kills Others menggunakan pisau. Makanya korban pada saat itu menggunakan pisau di dalam melakukan tindak pidananya," kata Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak saat konferensi pers, dilansir detikSumut, Senin (29/12).
"(AI) menonton serial anime DC pada saat adegan pembunuhan menggunakan pisau," jelasnya.
Dalam game RobloxMisteri Pembunuhan 2 (MM2),Peran "Pembunuh" membunuh pemain lain (Orang Tak Bersalah) dengan pisau.
Sementara Sheriff mencoba menembak si Pembunuh; jika Sheriff meninggal, seorang yang tidak bersalah dapat menjadi "Pahlawan" untuk melanjutkan perburuan, dengan tujuan agar si Pembunuh melenyapkan semua orang atau agar Sheriff/Pahlawan menangkap si pembunuh.
Murder Mystery 2 merupakan gim bergenre misteri dan deduksi sosial yang sangat populer di kalangan anak dan remaja. Permainan ini mengandalkan strategi, pengamatan, serta kerja sama antar pemain dalam setiap ronde permainan.
Konsep Permainan Murder Mystery 2
Dalam Murder Mystery 2 Roblox, pemain dibagi secara acak ke dalam tiga peran utama, yakni Innocent, Sheriff, dan Murderer. Setiap peran memiliki tujuan berbeda yang harus diselesaikan untuk memenangkan permainan.
Pemain dengan peran Innocent bertugas bertahan hidup dan mengamati perilaku pemain lain, sementara Sheriff memiliki senjata untuk menghentikan Murderer. Adapun Murderer harus menghabisi seluruh pemain tanpa tertangkap atau tertembak.
Penjelasan Peran dalam MM2
Innocent tidak dibekali senjata dan harus bertahan hidup sambil membantu mengidentifikasi pembunuh melalui pengamatan perilaku.
Sheriff menjadi satu-satunya pemain bersenjata dan memiliki tanggung jawab besar untuk menembak Murderer dengan tepat, karena kesalahan tembak akan berakibat fatal.
Murderer berperan sebagai pembunuh yang harus menyamar, mengelabui pemain lain, serta menghabisi seluruh lawan secara diam-diam.
Isu Kekerasan dan Klarifikasi
Belakangan, beredar narasi di media sosial yang mengaitkan Murder Mystery 2 dengan kasus kekerasan anak terhadap orang tua, bahkan disebut-sebut sebagai pemicu anak membunuh ibu. Namun, klaim tersebut tidak disertai data valid atau pernyataan resmi dari aparat penegak hukum.
Pakar literasi digital menilai isu semacam ini kerap muncul akibat kesalahpahaman terhadap konten gim yang bertema fiksi dan strategi. Mereka menegaskan bahwa permainan tidak dapat dijadikan satu-satunya faktor penyebab tindakan kriminal, melainkan harus dilihat dari berbagai aspek seperti lingkungan keluarga, pengawasan orang tua, serta kondisi psikologis anak.
Pentingnya Pendampingan Orang Tua
Meski demikian, orang tua tetap diimbau untuk melakukan pendampingan dan pengawasan saat anak bermain gim daring. Pengaturan waktu bermain, komunikasi terbuka, serta pemahaman terhadap konten gim dinilai penting agar anak dapat menikmati hiburan digital secara sehat.
Murder Mystery 2 Roblox sendiri hingga kini masih menjadi salah satu gim terfavorit dengan jutaan pemain aktif dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Gim ini menekankan unsur strategi, ketelitian, dan kerja sama, bukan kekerasan nyata.
Dengan literasi digital yang baik dan pengawasan yang tepat, gim daring dapat menjadi sarana hiburan sekaligus melatih kemampuan berpikir kritis anak, tanpa harus menimbulkan kekhawatiran berlebihan di tengah masyarakat.

