Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Makassar

Banjir Bandang Jeneberang 13 Warga Terjebak di Kawasan Air Terjun Barayya, BPBD Makassar Sukses Evakuasi

Senin, 5 Januari 2026 12:38
Editor: Ina Maharani
  • Bagikan
Cuaca ekstrem kembali memicu kejadian darurat di wilayah Sulawesi Selatan. Hujan deras yang mengguyur kawasan hulu Sungai Jeneberang menyebabkan banjir bandang dan menjebak 13 warga Kota Makassar di kawasan wisata alam Air Terjun Barayya, Sungai Jeneberang, Kabupaten Gowa.

LUMINASIA.ID, MAKASSAR – Cuaca ekstrem kembali memicu kejadian darurat di wilayah Sulawesi Selatan. Hujan deras yang mengguyur kawasan hulu Sungai Jeneberang menyebabkan banjir bandang dan menjebak 13 warga Kota Makassar di kawasan wisata alam Air Terjun Barayya, Sungai Jeneberang, Kabupaten Gowa, Sabtu (3/1/2026). 

Peristiwa tersebut terjadi saat rombongan warga Makassar melakukan aktivitas wisata alam di kawasan air terjun. Ketika rombongan masih berada di lokasi, hujan deras mengguyur wilayah hulu sungai dalam durasi cukup lama. Kondisi itu menyebabkan debit Sungai Jeneberang meningkat secara signifikan.

Air bah kemudian datang secara tiba-tiba dan mengalir deras, memutus jalur penyeberangan yang sebelumnya dilalui rombongan. Akibat arus sungai yang sangat kuat dan berbahaya, rombongan tidak dapat melanjutkan perjalanan maupun kembali ke titik awal.

Para korban terpaksa bertahan di dataran yang lebih tinggi sambil menunggu bantuan karena kondisi sungai tidak memungkinkan untuk dilintasi.

Mendapat laporan adanya warga Kota Makassar yang terjebak banjir bandang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar langsung bergerak cepat melakukan operasi penyelamatan, meskipun lokasi kejadian berada di luar wilayah administratif Kota Makassar.

“Mereka terjebak banjir bandang di kawasan wisata alam Air Terjun Barayya, Sungai Jeneberang, Kabupaten Gowa,” kata Kepala BPBD Kota Makassar, Dr. Fadli Tahar, Minggu (4/1/2026) malam.

Tim evakuasi BPBD Kota Makassar diterjunkan ke lokasi dengan membawa ambulans serta perlengkapan penyelamatan lengkap. Proses evakuasi berlangsung dalam kondisi yang sangat menantang, mengingat hujan masih turun, medan terjal, pencahayaan yang mulai terbatas, serta arus sungai yang deras.

Fadli menjelaskan, BPBD Makassar mengerahkan berbagai peralatan pendukung, di antaranya perlengkapan mountaineering, life jacket, peralatan medis, alat rescue, serta perlengkapan pendukung lainnya. Selain itu, jaket penghangat dan makanan darurat juga disiapkan untuk menjaga kondisi fisik dan psikologis para korban selama proses penyelamatan.

“Satu per satu korban berhasil dijangkau menggunakan teknik evakuasi khusus,” ujarnya.

Seluruh korban yang terdiri dari 5 perempuan dan 8 laki-laki berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Setelah dievakuasi dari lokasi kejadian, para korban langsung dibawa menggunakan ambulans dan kendaraan operasional BPBD menuju Kota Makassar untuk mendapatkan penanganan lanjutan.

Fadli menegaskan bahwa keselamatan warga merupakan tanggung jawab moral dan kemanusiaan yang tidak mengenal batas wilayah.

“Semua yang kami evakuasi adalah warga Kota Makassar. Di mana pun mereka berada, keselamatan mereka adalah tanggung jawab kami. Medan sangat berat dan berisiko, namun hal itu tidak boleh menghalangi tugas kemanusiaan,” tegasnya.

Ia menambahkan, BPBD Makassar tidak hanya fokus pada proses evakuasi, tetapi juga memastikan kebutuhan dasar para korban terpenuhi selama proses penyelamatan.

“Ambulans kami siagakan, jaket penghangat dan makanan kami berikan agar kondisi fisik dan psikologis korban tetap terjaga,” jelasnya.

Fadli Tahar turut mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat melakukan aktivitas wisata alam, khususnya di musim penghujan. Menurutnya, potensi banjir bandang di kawasan sungai dan air terjun dapat terjadi secara tiba-tiba dan sulit diprediksi.

Keberhasilan operasi ini kembali menegaskan peran BPBD Kota Makassar sebagai garda terdepan dalam penanganan bencana dan perlindungan keselamatan warga, termasuk ketika berada di luar wilayah administratif.

“Keselamatan warga adalah amanah. BPBD Kota Makassar berkomitmen mendahulukan penyelamatan kemanusiaan,” tutupnya.

Adapun 13 warga yang berhasil dievakuasi yakni Faisal, Anis, Rini, Dini, Sety, Titi, Ahmad, Tini, Dayat, Ikram, Ikhsan, Edo, dan Ical.

Sebelumnya, BPBD Kota Makassar juga berhasil mengevakuasi lima nelayan yang terombang-ambing di perairan Barrang Lompoa akibat kerusakan mesin kapal pada Kamis (1/1/2026) malam, sebagai bagian dari respons cepat menghadapi kondisi cuaca ekstrem.

Tags: BPBD Makassar Sungai Jeneberang banjir bandang Makassar Pemkot Makassar

Baca Juga

Melinda Aksa Ajak Warga Mulai Kelola Sampah dari Rumah, Jelajah Sampah DLH Resmi Dimulai di Panakkukang
Melinda Aksa Ajak Warga Mulai Kelola Sampah dari Rumah, Jelajah Sampah DLH Resmi Dimulai di Panakkukang
Milad ke-109 Aisyiyah Makassar, Wali Kota Ajak Perkuat Kolaborasi Bangun Pendidikan dan Karakter Generasi Muda
Milad ke-109 Aisyiyah Makassar, Wali Kota Ajak Perkuat Kolaborasi Bangun Pendidikan dan Karakter Generasi Muda
Peluang Kuliah bagi Mahasiswa Kurang Mampu Makin Terbuka, Unismuh Makassar Sosialisasikan KIP Kuliah 2026
Peluang Kuliah bagi Mahasiswa Kurang Mampu Makin Terbuka, Unismuh Makassar Sosialisasikan KIP Kuliah 2026
Pemkot Makassar Siapkan 67 Sekolah Swasta Gratis, untuk Siswa yang Tak Lolos Sekolah Negeri
Pemkot Makassar Siapkan 67 Sekolah Swasta Gratis, untuk Siswa yang Tak Lolos Sekolah Negeri
19 Lapak Pedagang Kelapa Benteng Rotterdam Akhirnya Dibongkar, Direlokasi ke Pasar Baru
19 Lapak Pedagang Kelapa Benteng Rotterdam Akhirnya Dibongkar, Direlokasi ke Pasar Baru
Pendamping Delegasi 28 Negara IGS Diajak Kunjugi Istana Balla Lompoa Gowa
Pendamping Delegasi 28 Negara IGS Diajak Kunjugi Istana Balla Lompoa Gowa

Populer

  • 1
    PT ITSEC Asia Tbk Latih Pimpinan Organisasi hingga Pemangku Kepentingan di Makassar Tangani Krisis Siber
  • 2
    Pemkot Makassar Siapkan 67 Sekolah Swasta Gratis, untuk Siswa yang Tak Lolos Sekolah Negeri
  • 3
    LPS Naikkan Tingkat Bunga Penjaminan Mulai Juli 2026
  • 4
    SPBU di Parepare Perketat Pengawasan BBM Subsidi, QR Code dan STNK Kini Dicek Sebelum Pengisian
  • 5
    Hyundai Gowa Bidik Penjualan 15 Unit New CRETA per Bulan, Andalkan Skema Bayar 50:50 dan Garansi Trade-in 70 Persen

Ekonomi

  • Kredit UMKM Sulsel Capai Rp61,66 Triliun, Didominasi Pelaku Usaha Mikro
    Kredit UMKM Sulsel Capai Rp61,66 Triliun, Didominasi Pelaku Usaha Mikro
  • Investor Pasar Modal Sulsel Tembus 693 Ribu SID, Reksa Dana Tumbuh Paling Pesat
    Investor Pasar Modal Sulsel Tembus 693 Ribu SID, Reksa Dana Tumbuh Paling Pesat
  • Perbankan Syariah Sulsel Tumbuh Pesat, Total Aset Naik Jadi Rp23 Triliun
    Perbankan Syariah Sulsel Tumbuh Pesat, Total Aset Naik Jadi Rp23 Triliun

Peristiwa

  • Gapembi Apresiasi Dukungan Menko Zulhas, Minta Mitra Program MBG Tak Jadi Korban Kebijakan
    Gapembi Apresiasi Dukungan Menko Zulhas, Minta Mitra Program MBG Tak Jadi Korban Kebijakan
  • Kasgot Bekas Budidaya Maggot Diolah Jadi Pupuk Organik, Cara Bosowa Peduli Dukung Urban Farming
    Kasgot Bekas Budidaya Maggot Diolah Jadi Pupuk Organik, Cara Bosowa Peduli Dukung Urban Farming
  • Semangat Hijrah Menggapai Baitullah, Tazkiyah Group Perkenalkan Layanan Haji dan Umrah dengan Jaminan Kenyamanan
    Semangat Hijrah Menggapai Baitullah, Tazkiyah Group Perkenalkan Layanan Haji dan Umrah dengan Jaminan Kenyamanan
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID