Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Peristiwa

Ramadan 2026 Lebih Maju, Ini Penjelasan Perbedaan Kalender Hijriah dan Masehi

Senin, 5 Januari 2026 11:52
Editor: diku
  • Bagikan
ilustrasi Puasa Ramadhan 2026

LUMINASIA.ID, NASIONAL - Kalender Hijriah 2026 menjadi perhatian umat Islam karena menunjukkan pertemuan yang jelas antara penanggalan Hijriah dan kalender Masehi, terutama pada bulan-bulan penting seperti Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha. Pada tahun ini, kalender Hijriah mencakup periode 1447–1448 Hijriah dan memperlihatkan bagaimana bulan-bulan Islam bergeser lebih awal dibanding tahun sebelumnya.

Perbedaan ini terjadi karena kalender Hijriah berbasis peredaran bulan dengan jumlah hari sekitar 354 hari per tahun, lebih pendek sekitar 10–11 hari dari kalender Masehi. Akibatnya, setiap tahun bulan-bulan Hijriah selalu “maju” jika disandingkan dengan tanggal Masehi. Pola ini kembali terlihat jelas pada 2026.

Berdasarkan Kalender Hijriah 2026, bulan Rajab dan Sya’ban 1447 H jatuh pada Januari hingga awal Februari 2026. Selanjutnya, bulan Ramadan 1447 H bertemu dengan pertengahan Februari hingga Maret 2026. Dalam kalender global Hijriah, 1 Ramadan 1447 H diperkirakan jatuh pada 18 Februari 2026, sementara Idul Fitri diperkirakan pada 20 Maret 2026. 

Pertemuan kalender Hijriah dan Masehi juga terlihat pada bulan Dzulhijjah 1447 H yang jatuh pada Mei 2026. Idul Adha diperkirakan berlangsung pada 27 Mei 2026, sementara Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H berada pada pertengahan Juni 2026. Pola ini menegaskan bahwa sepanjang 2026, sebagian besar hari besar Islam terjadi lebih awal dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Terkait Ramadan 2026, jadwal puasa dan libur menjadi perhatian utama masyarakat. Secara hisab, awal puasa diperkirakan jatuh pada 18 atau 19 Februari 2026. Namun, penetapan resmi di Indonesia tetap menunggu hasil sidang isbat yang dilakukan oleh Kementerian Agama RI berdasarkan rukyatul hilal. Perbedaan satu hari antara kalender hisab dan hasil rukyat merupakan hal yang lazim terjadi.

Untuk libur nasional dan cuti bersama, pemerintah melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) hari libur nasional dan cuti bersama biasanya menetapkan Hari Raya Idul Fitri sebagai libur nasional. Berdasarkan pola penetapan tahun-tahun sebelumnya dan kalender Hijriah 2026, Idul Fitri 1447 H diperkirakan jatuh pada 20 atau 21 Maret 2026. Libur nasional Idul Fitri umumnya disertai cuti bersama di sekitarnya, sehingga masyarakat berpotensi menikmati libur panjang Ramadan dan Lebaran pada akhir Maret 2026, dengan catatan menunggu pengumuman resmi pemerintah.

Dengan demikian, Kalender Hijriah 2026 tidak hanya penting sebagai panduan ibadah, tetapi juga sebagai acuan perencanaan kegiatan, pendidikan, dan ekonomi. Masyarakat diimbau untuk tetap merujuk pada pengumuman resmi pemerintah dan Kementerian Agama terkait penetapan awal Ramadan, Idul Fitri, serta jadwal libur nasional agar tidak terjadi kekeliruan dalam perencanaan.

Tags: Puasa Ramadhan Puasa Ramadan long weekend 2026 Nasional libur nasional 2026

Baca Juga

Puasa Syawal dan Qadha Ramadan: Bolehkah Digabung dan Mana yang Didahulukan?
Puasa Syawal dan Qadha Ramadan: Bolehkah Digabung dan Mana yang Didahulukan?
Perkuat Silaturahmi Ramadan, KALLA Land Gelar Buka Puasa Bersama Rekan Media di NIPAH Park
Perkuat Silaturahmi Ramadan, KALLA Land Gelar Buka Puasa Bersama Rekan Media di NIPAH Park
Pemkab Gowa dan Baznas Salurkan Paket Lebaran untuk 716 Tenaga Outsourcing
Pemkab Gowa dan Baznas Salurkan Paket Lebaran untuk 716 Tenaga Outsourcing
Amalan Malam Lailatul Qadar: Keutamaan 10 Malam Terakhir Ramadan dan Ibadah yang Dianjurkan
Amalan Malam Lailatul Qadar: Keutamaan 10 Malam Terakhir Ramadan dan Ibadah yang Dianjurkan
Sound from NIPAH, Ngabuburit Sambil Menikmati Sunset Makassar di NIPAH PARK
Sound from NIPAH, Ngabuburit Sambil Menikmati Sunset Makassar di NIPAH PARK
9 Maret 2026 Puasa Hari ke Berapa? Ini Penjelasan Menurut Pemerintah dan Muhammadiyah
9 Maret 2026 Puasa Hari ke Berapa? Ini Penjelasan Menurut Pemerintah dan Muhammadiyah

Populer

  • 1
    Pengucapan Sumpah Jabatan, Tujuh Anggota Dewan Komisioner OJK Resmi Bertugas
  • 2
    Wabup Gowa Ajak IKA SPENSAB Berperan Aktif Majukan Pendidikan Daerah
  • 3
    Waspada Penipuan Modus Kiriman Paket COD, Pelaku Mengintimidasi
  • 4
    Syawalan Muhammadiyah Sulsel Dimajukan ke 28 Maret 2026, Mendikdasmen Abdul Mu’ti Dijadwalkan Hadir
  • 5
    Harga Emas Hari Ini Naik, Global Tembus USD 4.491 per Ons

Ekonomi

  • Emados Berangkatkan 30 Pelari ke Eropa, Program SuperHalfs Challenge
    Emados Berangkatkan 30 Pelari ke Eropa, Program SuperHalfs Challenge
  • Harga Emas Hari Ini Naik, Global Tembus USD 4.491 per Ons
    Harga Emas Hari Ini Naik, Global Tembus USD 4.491 per Ons
  • Proyek Mobil Listrik Honda Gagal, Afeela dan Seri 0 Tak Jadi Diproduksi Massal
    Proyek Mobil Listrik Honda Gagal, Afeela dan Seri 0 Tak Jadi Diproduksi Massal

Peristiwa

  • Wabup Gowa Ajak IKA SPENSAB Berperan Aktif Majukan Pendidikan Daerah
    Wabup Gowa Ajak IKA SPENSAB Berperan Aktif Majukan Pendidikan Daerah
  • Menteri Abdul Mu’ti Hadiri Syawalan Muhammadiyah Sulsel, Gubernur Salurkan Bantuan Rp800 Juta
    Menteri Abdul Mu’ti Hadiri Syawalan Muhammadiyah Sulsel, Gubernur Salurkan Bantuan Rp800 Juta
  • Samin Tan Crazy Rich Indonesia Jadi Tersangka Kasus Tambang Ilegal, Ini Profilnya
    Samin Tan Crazy Rich Indonesia Jadi Tersangka Kasus Tambang Ilegal, Ini Profilnya
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID