LUMINASIA.ID, BOLA - Nama Adam Wharton kian menguat dalam bursa transfer Eropa. Gelandang berusia 21 tahun itu kini tak hanya diminati klub-klub besar Inggris, tetapi juga mulai dikaitkan dengan raksasa Spanyol, Real Madrid, setelah performa konsistennya bersama Crystal Palace musim ini.
Dilansir MSN, kenaikan level Wharton tergolong cepat. Sejak hijrah dari Blackburn Rovers pada Januari 2024, ia langsung mengunci posisi inti di lini tengah Palace dan menjadi penyeimbang permainan berkat visi, akurasi umpan, serta ketenangan saat ditekan.
Kontak Awal dengan Real Madrid
Laporan media Spanyol AS menyebut pihak perantara pemain telah menjajaki kemungkinan transfer ke Santiago Bernabeu. Langkah ini disebut sebagai upaya “mengukur minat” Madrid terhadap Wharton, bukan negosiasi resmi.
Bagi Madrid, opsi ini dinilai menarik karena berpotensi memasangkan Wharton dengan kompatriotnya, Jude Bellingham, di lini tengah. Meski demikian, manajemen Los Blancos dikabarkan masih dalam tahap observasi dan belum mengambil keputusan final.
Harga Tinggi dan Tuntutan Gaji
Crystal Palace dilaporkan memasang banderol minimum €70 juta (sekitar £58 juta). Angka tersebut akan menjadi lonjakan besar dari investasi awal sekitar £18 juta yang mereka keluarkan dua tahun lalu.
Lebih dari sekadar biaya transfer, tuntutan personal Wharton juga menjadi sorotan. AS menyebut sang pemain menginginkan “gaji Galactico”—sebuah frasa yang menggambarkan ekspektasi bayaran setara pemain bintang mapan, bukan kontrak bertahap ala pemain muda.
Bagi Madrid, yang harus mengatur struktur gaji pemain top seperti Kylian Mbappe dan Vinicius Junior, permintaan tersebut berpotensi menjadi kendala serius.
Opsi Kuat dari Premier League
Jika Real Madrid memilih menunda atau mundur, persaingan di Inggris dipastikan memanas. Empat klub papan atas—Liverpool, Manchester City, Manchester United, dan Chelsea—disebut masih aktif memantau perkembangan Wharton.
Liverpool melihatnya sebagai calon pengatur tempo jangka panjang. Manchester City menilai gaya main Wharton selaras dengan sepak bola berbasis penguasaan ala Guardiola. Manchester United membidik talenta muda lokal sebagai fondasi era baru, sementara Chelsea konsisten berburu pemain muda berpotensi elite.
Palace Pegang Kendali
Di tengah derasnya rumor, Crystal Palace berada pada posisi tawar yang sangat kuat. Wharton terikat kontrak jangka panjang dan tidak menunjukkan sikap terburu-buru meninggalkan klub.
Ia juga telah mencicipi atmosfer timnas Inggris pada Euro 2024, meski belum mendapat menit bermain. Pengalaman tersebut semakin mengukuhkan statusnya sebagai gelandang muda dengan masa depan cerah.
Apakah langkah berikutnya menuju Bernabeu atau tetap bertarung di Premier League, satu hal jelas: Adam Wharton kini bukan lagi sekadar prospek. Ia telah masuk kategori aset elite, dan klub mana pun yang menginginkannya harus siap dengan paket transfer berskala besar.
Performa Wharton
Sebagai pelengkap gambaran performanya, statistik terbaru Adam Wharton menunjukkan konsistensi yang menjadi alasan mengapa namanya masuk radar klub-klub elite Eropa.
Pada musim 2025/2026, Wharton telah mencatat 20 kali tampil sebagai starter tanpa sekalipun masuk sebagai pemain pengganti. Meski belum mencetak gol, kontribusinya terlihat jelas melalui tiga assist yang ia bukukan dari lini tengah. Dari sisi disiplin, ia menerima dua kartu kuning dan belum pernah mendapat kartu merah, menegaskan gaya bermainnya yang agresif namun tetap terkontrol.
Sementara itu, di musim 2024/2025, gelandang kelahiran Inggris tersebut tampil dalam 17 laga sebagai starter dan lima kali dari bangku cadangan. Pada periode itu, Wharton menyumbang dua assist serta mengoleksi dua kartu kuning, kembali tanpa catatan kartu merah.
Adapun pada musim 2023/2024, yang menjadi fase transisinya setelah pindah dari Blackburn Rovers ke Crystal Palace, Wharton mencatatkan 39 penampilan sebagai starter dan lima kali sebagai pemain pengganti. Ia menorehkan dua gol dan enam assist, meski juga menerima tujuh kartu kuning sepanjang musim tersebut.
Rangkaian statistik ini memperlihatkan evolusi peran Wharton—dari gelandang muda dengan kontribusi gol dan assist, menjadi pengatur tempo permainan yang lebih matang dan disiplin. Data tersebut pula yang memperkuat posisi tawar Crystal Palace dalam negosiasi, sekaligus menjelaskan mengapa banderol tinggi dan tuntutan gaji besar kini melekat pada nama Adam Wharton.

