LUMINASIA.ID, EKONOMI - Aksi akumulasi saham dilakukan Feisal Hamka, anak kedua pengusaha jalan tol nasional Jusuf Hamka, terhadap saham PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) menjelang penutupan tahun 2025. Feisal tercatat memborong ratusan juta lembar saham CMNP hanya dalam satu bulan.
Dilansir neraca.co.id, berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per 30 Desember 2025, Feisal Hamka membeli total 335.334.474 lembar saham CMNP. Transaksi tersebut dilakukan melalui dua sekuritas, yakni PT Bank HSBC Indonesia sebanyak 334.128.674 lembar dan PT Indo Premier Sekuritas sebanyak 1.205.800 lembar saham.
Menariknya, sehari sebelumnya Feisal sama sekali belum tercatat sebagai pemegang saham CMNP. Data KSEI menunjukkan kepemilikannya masih 0%, namun per 30 Desember 2025 langsung melonjak menjadi 5,01% dari total saham beredar, menjadikannya salah satu pemegang saham signifikan di emiten jalan tol tersebut.
Di waktu yang bersamaan, ayahnya, Jusuf Hamka, justru tercatat melakukan aksi divestasi. Jusuf melepas sekitar 130,8 juta lembar saham CMNP, sehingga kepemilikannya menyusut dari 491.508.196 lembar saham atau 7,34% menjadi 360.707.796 lembar saham setara 5,39% per 30 Desember 2025.
Sementara itu, pergerakan saham CMNP di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan tren positif. Memasuki awal tahun 2026, harga saham CMNP masih berada di zona hijau dan melanjutkan penguatan yang telah berlangsung sepanjang 2025.
Pada perdagangan perdana tahun ini, Jumat (2/1/2026), saham CMNP bergerak di rentang Rp1.770 hingga Rp2.030 per saham. Saham tersebut dibuka di level Rp1.770 dan ditutup menguat di Rp1.950 per lembar, dengan kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp13,06 triliun.
Secara kinerja, saham CMNP mencatat lonjakan signifikan. Dalam enam bulan terakhir, harganya melesat 650 poin atau sekitar 50%. Secara tahunan, saham ini juga naik 550 poin atau 39,29%. Adapun sepanjang tahun berjalan 2026 (year-to-date/YtD), CMNP telah menguat 180 poin atau 10,17%.
Aksi beli besar Feisal Hamka di tengah reli saham CMNP ini pun menjadi sorotan pelaku pasar, mengingat pergeseran kepemilikan terjadi bersamaan dengan tren kenaikan harga saham emiten jalan tol tersebut.

