LUMINASIA.ID, INTERNASIONAL - Trey Murphy III kini menempati posisi teratas dalam hierarki internal New Orleans Pelicans menjelang NBA Trade Deadline. Dilansir Clutch Points, di tengah pergantian pelatih dan penataan ulang front office, Murphy justru muncul sebagai fondasi utama tim, sementara arah masa depan Pelicans masih dipenuhi tanda tanya.
Manajemen Pelicans yang dipimpin Joe Dumars dikabarkan memasang harga sangat tinggi untuk Trey Murphy III. Ia dianggap sebagai shooter elite paling bernilai di pasar saat ini, membuat statusnya nyaris tak tersentuh dalam pembicaraan transfer. Performa Murphy musim ini menguatkan posisi tersebut, dengan rata-rata 20,7 poin, 6,1 rebound, dan 3,5 assist per gim pada musim 2025–2026, setelah sebelumnya mencetak 21,2 poin per gim pada musim 2024–2025.
Di balik sorotan terhadap Murphy, situasi berbeda justru menyelimuti Zion Williamson. Minat pasar terhadap Zion disebut belum berkembang signifikan. Jurnalis NBA, Sam Amick, menggambarkan kondisi tersebut dengan jelas.
“Belum terlalu ramai saat ini; situasinya masih sepi,” ujar Amick, menjelaskan bagaimana pembicaraan seputar potensi pertukaran Zion masih berjalan datar.
Dengan pasar Zion yang belum memanas, perhatian tim-tim NBA beralih ke aset lain Pelicans, khususnya Herb Jones. Kemampuan Jones menjaga banyak posisi, kontribusinya di kedua sisi lapangan, serta kontrak jangka panjang hingga musim 2028–2029 membuat valuasinya terus meningkat. Ia disebut bisa mendatangkan dua hingga tiga pilihan putaran pertama NBA Draft jika Pelicans benar-benar memilih jalur rebuild.
Namun selama Trey Murphy III tetap dipertahankan, Pelicans dipastikan belum sepenuhnya mengibarkan bendera jual aset. Murphy kini bukan sekadar shooter andalan, melainkan simbol arah baru organisasi — pusat dari setiap keputusan besar yang akan menentukan wajah Pelicans setelah tenggat transfer.

