LUMINASIA.ID, INTERNASIONAL - Debut petenis Mesir Hajar Abdelkader di turnamen ITF W35 Nairobi menjadi sorotan luas setelah berakhir dengan kekalahan telak dan memicu perdebatan mengenai standar serta mekanisme pemberian wildcard di tenis profesional level bawah.
Dilansir IBT, Abdelkader, 21 tahun, kalah 0-6, 0-6 dari petenis Jerman Lorena Schaedel yang berada di peringkat dunia 1026. Pertandingan babak pertama yang digelar di Parklands Sports Club, Rabu (7/1/2026), hanya berlangsung selama 37 menit.
Petenis yang belum memiliki peringkat WTA itu hanya mampu meraih tiga poin sepanjang laga. Ia melakukan 20 double fault dan hanya memasukkan 8,3 persen servis pertama. Seluruh poin yang diraihnya berasal dari kesalahan lawan, tanpa satu pun winner.
Dalam jalannya pertandingan, Abdelkader tampak kesulitan dengan teknik dasar dan pemahaman aturan. Pada satu momen, wasit bahkan harus memberi tahu posisi berdiri saat melakukan servis. Kondisi cuaca Nairobi yang lembap turut menyertai pertandingan singkat di lapangan tanah liat tersebut.
Cuplikan pertandingan kemudian menyebar luas di media sosial. Salah satunya diunggah akun UTR Sports dengan keterangan, “Apa yang terjadi disini?”, yang menyebutkan bahwa video penampilan Abdelkader di babak pertama undian utama W35 beredar luas dan menyoroti kekalahan 0-6, 0-6 dengan 20 double fault serta hanya tiga poin dalam 37 menit.
Abdelkader mendapatkan wildcard dari Tennis Kenya setelah seorang petenis lokal mengundurkan diri menjelang pertandingan. Meski prosedur tersebut dinilai sah, penampilannya memicu spekulasi di media sosial terkait kelayakan wildcard.
Sejumlah komentar warganet menyebut Abdelkader sebagai “pemain terburuk yang pernah ada”, sementara komentar lain mempertanyakan apa yang baru saja mereka saksikan. Di sisi lain, ada pula yang menilai keikutsertaannya sebagai bentuk keberanian tampil di level profesional meski minim pengalaman.
Perlu dicatat, International Tennis Integrity Agency melarang keras penjualan atau pertukaran wildcard dengan uang maupun keuntungan lain. Hingga kini, tidak ada bukti yang mendukung tudingan adanya pelanggaran.
Turnamen ITF W35 merupakan level awal dalam struktur tenis profesional dunia dengan total hadiah sekitar 30.000 dolar AS dan diikuti pemain dari berbagai negara. Hingga Kamis (8/1/2026), International Tennis Federation belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait insiden tersebut, sementara Schaedel melaju ke babak berikutnya.

