LUMINASIA.ID, INTERNASIONAL - Petenis nomor satu dunia Aryna Sabalenka mengambil sikap tegas soal padatnya kalender tenis dunia. Bukan sekadar keluhan, Sabalenka memastikan akan mengurangi jumlah turnamen yang ia ikuti demi menjaga kondisi fisik dan memperpanjang kariernya di level tertinggi.
Dilansir BBC, setelah menang dua set langsung atas Sorana Cirstea di Brisbane International, Sabalenka menilai musim tenis saat ini sudah melewati batas kewajaran. Ia menilai otoritas tenis lebih sibuk dengan kepentingan kompetisi dibanding kesehatan pemain.
“Musim ini benar-benar gila. Terlalu panjang dan terlalu berat. Rasanya mereka lebih mengikuti kepentingan mereka sendiri, bukan fokus melindungi kami sebagai pemain,” ujar Sabalenka.
Petenis asal Belarus itu menyoroti meningkatnya jumlah cedera di tur putri sebagai dampak langsung dari jadwal yang padat. Menurutnya, tuntutan mengikuti banyak turnamen wajib membuat pemain sulit menjaga kondisi ideal sepanjang musim.
“Kamu bisa lihat sendiri, begitu banyak pemain yang cedera. Bola juga terasa lebih berat, jadi secara fisik ini benar-benar perjuangan besar untuk kami semua,” katanya.
Musim lalu, Sabalenka tetap tampil konsisten meski mengaku sering bermain dalam kondisi tidak ideal. Ia bahkan menerima pengurangan poin peringkat karena tidak memenuhi kewajiban tampil di turnamen WTA 500. Namun, hal itu tidak membuatnya berubah pikiran.
“Saya melewatkan beberapa turnamen untuk melindungi tubuh saya. Tahun lalu saya sering bermain dalam kondisi sakit atau sangat kelelahan karena terlalu banyak pertandingan,” tuturnya.
Sabalenka sadar keputusannya bisa berujung sanksi finansial. Meski demikian, ia memilih memprioritaskan kesehatan.
“Musim ini kami akan mencoba mengaturnya dengan lebih baik, meskipun pada akhirnya mereka mungkin akan mendenda saya,” ucapnya.
Jelang Australian Open, Sabalenka juga mengakui kondisinya belum berada di puncak performa. Namun ia menilai tantangan berat justru penting dalam proses peningkatan kualitas permainan.
“Tentu saja saya ingin menang 6-0 6-0 di setiap pertandingan. Tapi kenyataannya, kamu hanya bisa berkembang kalau ada lawan yang benar-benar menekanmu,” katanya.
Sabalenka membidik gelar Australian Open ketiganya dalam empat tahun terakhir, meski persaingan dipastikan ketat dengan nama-nama besar seperti Iga Swiatek dan Elena Rybakina. Bagi Sabalenka, menjaga tubuh tetap sehat kini menjadi kunci utama agar ia bisa terus bersaing di level tertinggi dalam jangka panjang.

