LUMINASIA.ID, MELBOURNE — Partai final tunggal putra Australian Open 2026 mempertemukan dua generasi tenis dunia, Carlos Alcaraz dan Novak Djokovic, di Rod Laver Arena, Melbourne Park, Minggu (1/2/2026).
Pertandingan berlangsung sengit sejak set pembuka, dengan kedua pemain saling menunjukkan kualitas permainan kelas dunia.
Djokovic, petenis asal Serbia, tampil dominan di set pertama dan berhasil merebut kemenangan 6-2. Ia bermain solid dari baseline, memanfaatkan pengalamannya untuk menekan Alcaraz dan membatasi ruang gerak petenis muda asal Spanyol tersebut.
Namun, Alcaraz bangkit di set kedua. Dengan kecepatan, daya jelajah lapangan, dan variasi pukulan, juara Grand Slam muda itu membalikkan keadaan dan menyamakan kedudukan setelah menang 6-2. Permainan agresif Alcaraz membuat Djokovic harus bekerja ekstra keras dalam reli-reli panjang.
Memasuki set ketiga, pertandingan berjalan semakin ketat. Kedua pemain saling mempertahankan servis, menampilkan reli panjang yang memukau penonton. Alcaraz beberapa kali mencuri poin lewat pukulan forehand tajam dan pergerakan cepat, sementara Djokovic tetap mengandalkan akurasi dan penempatan bola yang presisi.
Final ini menjadi sorotan karena sarat makna sejarah. Djokovic memburu gelar Grand Slam ke-25, yang akan membuatnya unggul atas rekor sepanjang masa. Sementara Alcaraz berpeluang mencetak sejarah sebagai petenis termuda yang menyelesaikan career Grand Slam.
Atmosfer pertandingan kian panas dengan kondisi angin kencang di Melbourne, bahkan panitia sempat mempertimbangkan penutupan atap stadion akibat ancaman hujan. Meski demikian, laga tetap berjalan dengan intensitas tinggi.
Pertemuan Alcaraz dan Djokovic di final Australian Open 2026 disebut sebagai simbol peralihan generasi tenis dunia, mempertemukan pengalaman dan ketangguhan mental Djokovic dengan energi, kreativitas, dan stamina Alcaraz.
Pertandingan final ini diprediksi akan berlangsung hingga lima set dan menjadi salah satu laga paling bersejarah dalam era modern tenis putra.

