LUMINASIA.ID - Kisah dongeng Wrexham di Piala FA kembali berlanjut. Dalam pertandingan Wrexham vs Nottingham Forest, klub asal Wales itu secara dramatis menyingkirkan Nottingham Forest, tim Liga Inggris, lewat adu penalti setelah laga penuh drama dengan enam gol di Stadion Stok Cae Ras, Jumat (waktu setempat).
Pelatih Nottingham Forest, Sean Dyche, meski kecewa dengan performa sejumlah anak asuhnya, mengakui ada sesuatu yang “sedang tumbuh” di Wrexham.
Ia bahkan menyebut perjalanan klub tersebut seperti “ditulis oleh bintang”.
Di hadapan salah satu pemilik klub, aktor Hollywood Ryan Reynolds, skuad Wrexham musim 2025–2026 mencatatkan namanya dalam sejarah Piala FA.
Mereka dua kali unggul dua gol atas Forest, semifinalis musim lalu, sebelum akhirnya dipaksa bermain hingga perpanjangan waktu dan adu penalti.
Kemenangan dalam pertandingan Wrexham vs Nottingham Forest ini menjadi salah satu yang paling ikonik dalam sejarah Piala FA Wrexham, klub yang memang dikenal kerap menciptakan kejutan.
Legenda klub Mickey Thomas, pahlawan kemenangan atas Arsenal pada 1992, turut menyaksikan laga tersebut dari tribun.
Sebelum pertandingan, manajer Wrexham Phil Parkinson mengaku sudah lama memimpikan menghadapi tim Liga Inggris sejak klubnya memulai perjalanan dari kasta kelima lima tahun lalu.
“Kami mengingatkan para pemain tentang momen-momen besar Wrexham di Piala FA dan bertanya apakah kami bisa menciptakan sejarah sendiri malam ini. Dan kami benar-benar melakukannya,” ujar Parkinson.
Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi Wrexham atas tim kasta tertinggi sejak 1999 dan memastikan langkah mereka ke putaran keempat Piala FA.
Sean Dyche juga menyoroti perjalanan luar biasa Wrexham yang belum lama ini masih berstatus tim non-liga pada 2023 dan kini berada tepat di luar zona play-off Championship.
“Ini bukan hanya soal uang dan popularitas. Mereka menjaga semangat kompetitif dan terus mendorong batas kemampuan, itu luar biasa. Mereka bisa saja menambah cerita hebat lagi,” kata Dyche.

