LUMINASIA.ID, BOLA - PSIM Yogyakarta tampil perkasa saat menaklukkan tuan rumah Madura United dengan skor telak 3-0 pada lanjutan Super League Round 17, Sabtu (10/1/2026) malam, di Gelora Madura Ratu Pamelingan Stadium. Dua gol Sudin dan satu gol Mingo memastikan tiga poin krusial bagi Laskar Mataram.
Dari data yang dianalisis dari Fotmob, sejak awal laga, PSIM menunjukkan permainan disiplin dan efektif. Kebuntuan baru pecah pada menit ke-56 melalui Sudin (88) yang memanfaatkan celah di lini pertahanan Madura United. Tiga menit berselang, PSIM kembali menggandakan keunggulan lewat Mingo (4) pada menit ke-59.
Tekanan PSIM tak mengendur. Sudin kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-64, sekaligus membawa tim tamu unggul 3-0. Gol tersebut praktis mematahkan mental Madura United yang kesulitan keluar dari tekanan.
Petaka bagi Madura United semakin lengkap setelah Diansyah (44) diganjar kartu merah pada menit 45+1’, membuat tuan rumah harus bermain dengan 10 pemain sepanjang babak kedua. Situasi kian memburuk ketika Saputra (30) juga menerima kartu merah di menit 90+2’, menutup laga dengan sembilan pemain di lapangan.
Susunan Pemain & Jalannya Laga
Madura United menurunkan sejumlah nama seperti Ruxi (6), Sitanggang (17), Rizki (12), Palic (5), Lulinha (11), Haljeta (99), Monteiro (3), hingga Saputra (30). Namun, rapuhnya koordinasi lini belakang membuat mereka tak mampu membendung agresivitas PSIM.
Sementara PSIM Yogyakarta mengandalkan Vidal (11), Sudin (88), Mingo (4), Cahyhana (15), Valente (10), Teddy (14), dan Supriadi (19) yang tampil solid baik dalam bertahan maupun menyerang.
Klasemen & Dampak Hasil
Kemenangan ini menjadi suntikan moral besar bagi PSIM Yogyakarta dalam persaingan papan tengah menuju zona atas klasemen. Sebaliknya, kekalahan telak di kandang sendiri menjadi pukulan berat bagi Madura United, yang kini harus segera berbenah jelang laga berikutnya.
Dengan hasil ini, PSIM mengirim pesan kuat bahwa mereka bukan sekadar tim pelengkap di Super League musim ini, sementara Madura United dituntut bangkit untuk menjaga asa bersaing di kompetisi.

