LUMINASIA.ID - Kebersamaan Xabi Alonso dan Real Madrid resmi berakhir hanya sehari setelah kekalahan Los Blancos dari Barcelona pada final Piala Super Spanyol 2026, dengan manajemen klub mengumumkan perpisahan tersebut melalui pernyataan resmi yang menegaskan keputusan diambil atas dasar kesepakatan bersama.
Real Madrid menyampaikan bahwa berakhirnya masa tugas Xabi Alonso sebagai pelatih kepala tim utama diputuskan “de mutuo acuerdo”, menyusul evaluasi menyeluruh terhadap performa tim setelah gagal meraih gelar perdana musim ini di Arab Saudi.
Dalam pernyataan resminya, Real Madrid tetap memberikan penghormatan tinggi kepada mantan gelandang legendaris mereka tersebut dengan menegaskan, “Xabi Alonso akan selalu mendapatkan kasih sayang dan rasa hormat dari seluruh Madridista karena ia adalah legenda Real Madrid dan senantiasa merepresentasikan nilai-nilai klub kami. Real Madrid akan selalu menjadi rumahnya.”
Xabi Alonso kembali ke Santiago Bernabéu pada musim panas 2025 sebagai pengganti Carlo Ancelotti setelah mencatat kesuksesan besar bersama Bayer Leverkusen, yang membuatnya dipandang sebagai salah satu pelatih muda paling menjanjikan di Eropa dan simbol awal era baru Madrid.
Namun, perjalanan Alonso di kursi pelatih Madrid berlangsung singkat dan penuh tekanan, karena tim kesulitan menjaga konsistensi performa meski sempat menunjukkan peningkatan taktik serta daya saing dalam sejumlah laga besar sepanjang paruh awal musim.
Kekalahan dari Barcelona pada final Supercopa Spanyol menjadi titik balik krusial, lantaran Real Madrid kembali menampilkan persoalan lama berupa rapuhnya organisasi pertahanan dan ketidakstabilan permainan di laga penentuan, sehingga memicu evaluasi internal yang berujung pada perpisahan dini.
Berdasarkan laporan berbagai media Spanyol, keputusan tersebut juga dipengaruhi oleh dinamika ruang ganti, di mana dukungan internal terhadap proyek jangka panjang Alonso dinilai tidak sepenuhnya solid pasca kekalahan El Clásico.
Dengan masa kerja sekitar tujuh bulan dan total 34 pertandingan, Xabi Alonso kini tercatat sebagai salah satu pelatih dengan durasi terpendek di era kepemimpinan Florentino Pérez, bergabung dalam daftar nama seperti Julen Lopetegui, Rafael Benítez, hingga Santiago Solari.
Real Madrid sendiri belum mengumumkan secara resmi pengganti Alonso, namun sejumlah laporan menyebut Álvaro Arbeloa menjadi kandidat kuat untuk mengambil alih kursi pelatih sementara, seiring padatnya agenda kompetisi domestik dan Eropa yang sudah menanti.
Kepergian Xabi Alonso kembali menegaskan tingginya standar dan tekanan di Real Madrid, di mana kekalahan dalam laga besar kerap menjadi faktor penentu masa depan pelatih, terlepas dari visi jangka panjang yang sempat dibangun.

