LUMINASIA.ID, BOLA - Manchester United semakin condong menunjuk Michael Carrick sebagai pelatih interim hingga akhir musim, bukan semata karena faktor nostalgia, tetapi karena keyakinan manajemen bahwa mantan kapten mereka itu paling memahami kultur ruang ganti Old Trafford. Setelah rangkaian pembicaraan intensif pada Senin, Carrick disebut menjadi opsi utama di tengah pertimbangan juga terhadap Ole Gunnar Solskjaer.
Dilansir Yahoo News, sumber internal klub menilai Carrick memiliki kombinasi langka: kedekatan emosional dengan pemain, pengalaman bekerja di bawah Jose Mourinho dan Solskjaer, serta rekam jejak singkat namun solid ketika pernah menjadi caretaker pada 2021. Dalam periode singkat itu, ia mencatat dua kemenangan dan satu imbang sebelum kursi pelatih diserahkan kepada Ralf Rangnick. Modal tersebut membuat petinggi klub yakin Carrick bisa meredam gejolak sekaligus menstabilkan performa tim.
Dukungan juga datang dari legenda klub, Wayne Rooney, yang menegaskan karakter kepemimpinan Carrick di ruang ganti. Rooney mengungkapkan bahwa mereka baru saja bertemu di Barbados dan tak menyangka skenario ini akan terjadi. Ia menilai Carrick sebagai sosok cerdas yang akan segera mendapat respek pemain. Rooney menyampaikan, “Saya baru bersama dia di Barbados minggu lalu, jadi tentu tak ada yang menyangka ini akan terjadi. Michael itu sangat pintar dan dia akan langsung mendapat rasa hormat dari ruang ganti.”
Bagi Carrick, penunjukan ini bukan sekadar kembali ke rumah, tetapi juga ujian besar. Selama 12 tahun berseragam Setan Merah, ia tampil 464 kali, meraih lima gelar Liga Inggris dan satu trofi Liga Champions. Warisan itu kini menjadi beban sekaligus motivasi. Manajemen berharap kehadirannya bisa mengembalikan disiplin taktis dan ketenangan di lini tengah—area yang dulu menjadi domainnya sebagai pemain.
Jika resmi ditunjuk, tugas pertama Carrick adalah mengembalikan kepercayaan diri skuad yang tergerus hasil buruk dan tekanan publik. Pendekatan komunikatifnya diyakini dapat memperbaiki relasi internal tim, sementara pemahaman mendalamnya tentang standar klub menjadi fondasi untuk menjaga stabilitas hingga akhir musim. Dengan taruhan pada figur internal, MU berharap solusi jangka pendek ini bisa memberi dampak instan sebelum menentukan arah jangka panjang.

