LUMINASIA.ID, NASIONAL - Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (USD). Berdasarkan data Bank Indonesia (BI) yang dirilis hari ini, Kamis (15/1/2026), kurs jual USD tercatat di level Rp16.955,35, sementara kurs beli berada di Rp16.786,65 per dolar AS.
Penguatan dolar AS ini sejalan dengan pergerakan global yang masih dipengaruhi oleh kebijakan moneter ketat The Fed serta tingginya permintaan terhadap aset safe haven. Kondisi tersebut membuat rupiah dan sejumlah mata uang regional lainnya bergerak terbatas.
Selain dolar AS, beberapa mata uang utama juga menunjukkan pergerakan yang cukup signifikan. Dolar Singapura (SGD) tercatat dengan kurs jual Rp13.166,14 dan kurs beli Rp13.033,11. Sementara itu, dolar Selandia Baru (NZD) berada di level Rp9.744,24 (jual) dan Rp9.645,61 (beli).
Ringgit Malaysia (MYR) diperdagangkan pada kisaran Rp4.188,57 untuk kurs jual dan Rp4.141,78 untuk kurs beli. Adapun baht Thailand (THB) tercatat di Rp540,15 (jual) dan Rp534,10 (beli).
Untuk mata uang kawasan Eropa, krona Swedia (SEK) berada di Rp1.841,85 (jual) dan Rp1.823,11 (beli), sedangkan krona Norwegia (NOK) di Rp1.681,61 (jual) dan Rp1.664,53 (beli). Riyal Arab Saudi (SAR) juga tercatat menguat dengan kurs jual Rp4.521,19 dan kurs beli Rp4.475,96.
Bank Indonesia terus memantau pergerakan nilai tukar rupiah dan menegaskan akan menjaga stabilitas melalui kebijakan moneter, intervensi pasar, serta penguatan bauran kebijakan guna menjaga kepercayaan pelaku pasar.

