LUMINASIA, EKONOMI - Nilai tukar dolar Amerika Serikat (USD) terhadap rupiah kembali menunjukkan penguatan. Berdasarkan data terbaru, kurs jual USD tercatat di level Rp17.019,67, sementara kurs beli berada di Rp16.850,33. Posisi ini menandakan tekanan lanjutan pada rupiah di tengah dinamika pasar global.
Dilansir website Bank Indonesia, selain dolar AS, dolar Singapura (SGD) juga diperdagangkan cukup tinggi. Kurs jual SGD berada di Rp13.232,52, dengan kurs beli Rp13.099,84, mencerminkan stabilitas mata uang Singapura yang masih solid di kawasan Asia Tenggara.
Dolar Selandia Baru (NZD) tercatat memiliki kurs jual Rp9.822,05 dan kurs beli Rp9.719,27. Pergerakan NZD cenderung sejalan dengan sentimen komoditas global dan kondisi ekonomi di kawasan Pasifik.
Untuk mata uang Eropa Utara, krona Norwegia (NOK) dipatok pada kurs jual Rp1.687,97 dan kurs beli Rp1.670,80, sedangkan krona Swedia (SEK) berada di level kurs jual Rp1.844,23 dan kurs beli Rp1.825,55.
Di kawasan Asia, baht Thailand (THB) tercatat dengan kurs jual Rp544,11 dan kurs beli Rp538,52, sementara peso Filipina (PHP) berada di kurs jual Rp286,30 dan kurs beli Rp283,36.
Sementara itu, ringgit Malaysia (MYR) diperdagangkan dengan kurs jual Rp4.198,24 dan kurs beli Rp4.151,35, sedangkan riyal Arab Saudi (SAR) tercatat di kurs jual Rp4.538,70 dan kurs beli Rp4.493,30. Adapun kina Papua Nugini (PGK) berada di level kurs jual Rp4.115,36 dan kurs beli Rp3.821,65.
Pergerakan kurs ini mencerminkan fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap berbagai mata uang asing, yang dipengaruhi oleh faktor global seperti kebijakan moneter, kondisi ekonomi internasional, serta sentimen pasar keuangan.

