LUMINASIA.ID, BOLA - Liverpool menegaskan statusnya sebagai salah satu kekuatan paling stabil di Liga Champions musim ini setelah menang meyakinkan 3-0 atas Marseille di Orange Velodrome. Kemenangan ini bukan sekadar soal skor, melainkan cerminan kematangan permainan dan kontrol emosi yang kini menjadi ciri khas skuad asuhan Arne Slot.
Dilansir Yahoo, permain di kandang lawan yang dikenal intimidatif, Liverpool tampil sabar dan terorganisir. Alih-alih bermain terburu-buru, The Reds memilih mengendalikan tempo dan memaksa Marseille menguras tenaga tanpa benar-benar menciptakan ancaman berarti. Pendekatan ini menunjukkan pergeseran karakter Liverpool yang kini lebih pragmatis dan efisien di panggung Eropa.
Gol pembuka Dominik Szoboszlai tepat sebelum turun minum menjadi titik balik pertandingan. Tendangan bebas berani yang dieksekusi di bawah pagar betis lawan bukan hanya soal teknik, tetapi juga kepercayaan diri dan ketenangan dalam momen krusial. Gol tersebut memukul mental Marseille dan membuat Liverpool semakin nyaman mengontrol laga.
Di babak kedua, Liverpool semakin menegaskan dominasinya lewat intensitas tekanan dari sisi sayap. Jeremie Frimpong menjadi simbol agresivitas terukur, memaksa kesalahan fatal kiper Marseille yang berujung gol bunuh diri. Gol ketiga dari Cody Gakpo di menit akhir memperlihatkan kedalaman skuad Liverpool, dengan pemain pengganti tetap mampu menjaga kualitas permainan.
Menariknya, kembalinya Mohamed Salah dari Piala Afrika tidak menjadi pusat cerita malam itu. Meski belum tampil tajam, Liverpool justru menunjukkan bahwa mereka tak lagi bergantung pada satu figur bintang. Ancaman datang dari berbagai lini, memperlihatkan keseimbangan tim yang semakin solid.
Di lini belakang, Liverpool hampir tak memberi ruang bagi Marseille untuk berkembang. Alisson Becker jarang diuji, sementara koordinasi pertahanan membuat para penyerang tuan rumah frustrasi. Statistik clean sheet ini menegaskan disiplin defensif yang menjadi fondasi performa impresif mereka musim ini.
Kemenangan di Prancis memperpanjang rekor tak terkalahkan Liverpool menjadi 13 laga di semua kompetisi dan mengamankan posisi mereka di delapan besar fase liga Liga Champions. Lebih dari sekadar hasil, laga ini menjadi sinyal kuat bahwa Liverpool di era Arne Slot bukan hanya atraktif, tetapi juga matang dan siap bersaing serius di Eropa.

