Giliran Petani Bontomarannu Terima Hand Traktor dari Kementan RI
LUMINASIA.ID, GOWA -- Pemerintah Kabupaten Gowa memperkuat upaya mewujudkan swasembada pangan melalui penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI kepada kelompok tani di Kecamatan Bontomarannu.
Bantuan tersebut disalurkan kepada petani di Dusun Bonto-bonto, Desa Romangloe, Sabtu (24/1). Penyerahan bantuan dilakukan oleh Ketua Komisi E DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Andi Tenri Indah Darmawangsyah dan disaksikan langsung oleh Wakil Bupati Gowa Darmawangsyah Muin.
Darmawangsyah mengatakan, bantuan alsintan bertujuan untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mengoptimalkan indeks pertanaman sebagai bagian dari strategi mewujudkan swasembada pangan di Kabupaten Gowa.
“Hari ini kita menyaksikan langsung penyerahan bantuan alsintan dari Kementerian Pertanian melalui perwakilan DPRD Provinsi Sulsel kepada petani di Bontomarannu,” ujar Darmawangsyah.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Gowa secara aktif mengusulkan berbagai kebutuhan kelompok tani kepada pemerintah pusat. Dukungan tersebut tidak hanya berupa alsintan, tetapi juga mencakup sarana produksi pertanian (saprodi) serta bantuan bibit, termasuk bibit jagung.
“Kami ingin memastikan petani Gowa mendapatkan dukungan yang lengkap, mulai dari alsintan, saprodi, hingga bibit, agar hasil produksi pertanian terus meningkat,” katanya.
Menurut Darmawangsyah, percepatan produksi pertanian merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah daerah dalam menjaga ketersediaan pangan yang cukup, aman, dan bergizi bagi masyarakat.
Sementara itu, perwakilan Kelompok Tani Tali Mas, Maja Daeng Nai, menyampaikan apresiasi atas bantuan hand traktor dua roda dan saprodi yang diterima dari Kementerian Pertanian RI.
“Kami sangat bersyukur karena traktor ini memang sangat dibutuhkan. Selama ini kami harus menyewa, sekarang sudah memiliki sendiri,” ujarnya.
Ia menambahkan, kelompok tani Tali Mas yang beranggotakan 25 petani berencana memanfaatkan alsintan tersebut pada musim tanam padi yang akan dimulai pada April mendatang. Dengan dukungan alsintan dan pupuk cair, proses pengolahan lahan diharapkan lebih cepat dan efisien, sehingga dapat meningkatkan hasil produksi padi.

