LUMINASIA.ID, SPORT - Carlos Alcaraz menjalani Australian Open 2026 dengan tantangan yang tak biasa. Untuk pertama kalinya dalam perjalanan grand slam-nya, petenis nomor satu dunia itu tampil tanpa kehadiran pelatih yang membesarkan namanya, Juan Carlos Ferrero, di sisi lapangan.
Absennya Ferrero membuat Alcaraz memasuki turnamen di Melbourne dengan dinamika baru. Peran pendamping kini diemban oleh Samuel Lopez, asisten pelatih yang selama ini bekerja di balik layar dan berkontribusi membawa Alcaraz meraih lima gelar sepanjang 2025. Australian Open kali ini pun menjadi panggung pembuktian, bukan hanya soal kemampuan teknis, tetapi juga kemandirian dan kematangan mental sang juara.
Meski menghadapi perubahan besar, Alcaraz tampil solid di tiga laga awal. Ia menyingkirkan Adam Walton, Yannick Hanfmann, dan Corentin Moutet tanpa kehilangan satu set pun. Konsistensi tersebut menunjukkan bahwa sang petenis Spanyol mampu menjaga fokus di tengah transisi penting dalam kariernya.
Tantangan berikutnya menanti di babak keempat. Alcaraz dijadwalkan menghadapi petenis Amerika Serikat, Tommy Paul, di Rod Laver Arena. Laga ini bukan sekadar perebutan tiket perempat final, melainkan juga ujian apakah Alcaraz mampu mempertahankan dominasinya ketika tekanan turnamen semakin meningkat.
Australian Open 2026 sendiri menyimpan makna spesial bagi Alcaraz. Jika mampu melangkah hingga juara, ia berpeluang mencatat sejarah sebagai petenis putra termuda yang menyelesaikan career grand slam di usia 22 tahun. Namun jalan menuju pencapaian tersebut dipastikan tidak mudah, mengingat persaingan ketat dan kehadiran pemain-pemain kuat yang sudah akrab dengan kerasnya lapangan Melbourne.
Bagi Alcaraz, turnamen ini bukan hanya tentang gelar, tetapi juga tentang fase baru dalam kariernya: berdiri lebih mandiri, memimpin dirinya sendiri di lapangan, dan membuktikan bahwa status nomor satu dunia tidak bergantung pada satu sosok semata.

