LUMINASIA.ID, MELBOURNE, Australia — Usia 18 tahun, namun Iva Jovic menunjukkan ketenangan yang jarang dimiliki pemain muda ketika menyingkirkan unggulan No. 7, Jasmine Paolini, dengan skor 6-2, 7-6 (3) pada babak ketiga Australian Open 2026.
Dilansir Yahoo Sport, kemenangan ini menandai pertama kalinya pemain Amerika-Serbia itu menembus babak kedua minggu Grand Slam, sekaligus membalaskan kekalahan straight-set dari Paolini di U.S. Open tahun lalu.
Rahasia kesuksesannya? Ketenangan mental dan kemampuan untuk mengeksekusi strategi di saat tekanan tertinggi. Meskipun sempat dua kali kehilangan servis untuk match point, Jovic tetap fokus dan akhirnya menutup pertandingan melalui tiebreak.
“Yang paling saya ingat adalah tetap tenang dan menerapkan tips yang diberikan Novak,” ujar Jovic setelah pertandingan. Ia mengaku berbicara dengan Djokovic sebelum pertandingan, dan nasihat dari 24 kali juara Grand Slam itu membantunya membuka lapangan dan tidak terburu-buru dalam melakukan pukulan.
Selain mental yang kuat, latar belakang Jovic sebagai keturunan Serbia memberi sentuhan emosional tersendiri. “Saya selalu terinspirasi oleh Monica Seles dan Djokovic. Bisa mendapatkan saran langsung dari Novak itu pengalaman yang luar biasa,” kata Jovic.
Di babak keempat, Jovic akan menghadapi Yulia Putintseva, pemain berpengalaman yang telah tampil di 44 Grand Slam secara beruntun. Meski lawannya lebih tua dan lebih berpengalaman, Jovic tampak percaya diri menghadapi tantangan tersebut.
“Ini baru babak keempat saya di Grand Slam, jadi saya mencoba menikmatinya dan tetap fokus pada permainan saya,” tambah Jovic. Keberhasilan ini menegaskan bahwa kombinasi bakat, kerja keras, dan ketenangan mental bisa menjadi kunci untuk menembus batasan usia dan pengalaman di dunia tenis profesional.

