LUMINASIA.ID, SPORT - Pertarungan utama UFC 324 antara Justin Gaethje dan Paddy Pimblett tak hanya menyuguhkan aksi brutal di dalam oktagon, tetapi juga memicu perdebatan tajam di kalangan petarung dan pengamat MMA dunia. Meski duel lima ronde tersebut dipenuhi jual beli pukulan dan darah, kualitas teknik yang ditampilkan justru menuai kritik.
Dilansir Yahoo, Justin Gaethje keluar sebagai pemenang dan merebut gelar interim kelas ringan setelah pertarungan keras yang mencatat hampir 650 serangan dilepaskan oleh kedua petarung. Intensitas tinggi ini membuat laga tersebut dianggap sebagai salah satu kandidat Fight of the Year, namun tidak semua pihak terkesan.
Legenda UFC Josh Barnett menjadi salah satu yang paling vokal melontarkan kritik.
“Itu adalah salah satu laga utama UFC terburuk dalam beberapa waktu terakhir. Dua petarung yang sebenarnya berbahaya bertarung seperti pemula. Pertunjukan yang sangat buruk dan dipaksakan selama lima ronde. Ini seharusnya hanya pantas untuk partai pendahuluan,” tulis Barnett.
Nada serupa datang dari Matt Brown yang mengakui laga tersebut menghibur, namun jauh dari ideal secara teknis.
“Itu adalah salah satu pertarungan ‘perebutan gelar’ paling menghibur yang pernah saya lihat, tapi saya sudah melihat teknik yang lebih baik di event lokal. Tidak ada kebencian, saya hanya bicara jujur,” ujarnya.
Meski begitu, banyak figur besar MMA justru memilih mengapresiasi daya juang kedua petarung. Khabib Nurmagomedov memberi pujian khusus kepada Gaethje yang tampil luar biasa di usia senja kariernya.
“Justin Gaethje benar-benar legenda. Selamat untuknya. Dan jangan lupa, Justin hampir berusia 38 tahun,” tulis Khabib.
Georges St-Pierre juga memberi respons singkat namun positif.
“Pertarungan yang luar biasa,” tulis mantan juara dua divisi UFC tersebut.
Sementara itu, Paddy Pimblett dinilai berhasil membungkam sebagian kritik yang selama ini melekat padanya. Billy Quarantillo menyebut Pimblett layak mendapatkan respek.
“Saya rasa Paddy berhasil mendapatkan respek semua orang,” tulisnya.
Max Holloway menyoroti dampak besar laga tersebut bagi penonton baru, terutama karena UFC 324 menjadi main event perdana UFC di Paramount.
“Pertarungan yang luar biasa. Sajian spesial untuk Paramount Plus. Fans baru pasti berdatangan,” tulis Holloway.
Pertarungan Gaethje vs Pimblett akhirnya menjadi gambaran kontras dunia MMA modern: antara teknik bersih dan pertarungan brutal penuh determinasi. Bagi sebagian orang, ini adalah tontonan kelas dunia. Namun bagi yang lain, UFC 324 justru memperlihatkan bahwa hiburan tidak selalu sejalan dengan kualitas teknik.

