LUMINASIA, SPORT - Crystal Palace kembali berada dalam fase rawan kehilangan pilar penting. Dengan hanya tersisa satu pekan sebelum bursa transfer musim dingin ditutup, nama Adam Wharton kini menjadi pusat perhatian setelah muncul laporan ketertarikan serius dari Liverpool.
Namun, isu ini bukan sekadar soal perpindahan pemain muda berbakat, melainkan cerminan kondisi Palace yang tengah goyah secara struktural.
Dilansir sportbible, dalam satu jendela transfer, The Eagles sudah lebih dulu melepas kapten mereka Marc Guehi ke Manchester City. Situasi makin rumit setelah pelatih kepala Oliver Glasner secara terbuka menyatakan niat hengkang di akhir musim 2025/26. Di sisi lain, striker andalan Jean-Philippe Mateta juga disebut telah memberi sinyal ingin mencari tantangan baru.
Di tengah ketidakpastian tersebut, Adam Wharton muncul sebagai aset paling vital yang tersisa.
Gelandang berusia 21 tahun itu berkembang pesat sejak didatangkan dari Blackburn Rovers. Ia bukan hanya starter reguler, tetapi juga motor permainan Palace dan kini telah mencatatkan tiga caps bersama Timnas Inggris. Kehilangannya di tengah musim berpotensi memperparah instabilitas performa tim.
Meski terikat kontrak hingga 2029 dan dipatok di kisaran £60–70 juta, laporan dari jurnalis Italia Nicolò Schira menyebut Wharton semakin dekat dengan Liverpool, bahkan diklaim telah membuka pintu untuk kontrak lima tahun. Media Inggris juga menyebut angka £80 juta sebagai kemungkinan harga yang disiapkan The Reds.
Bagi Palace, keputusan ini bukan perkara uang semata. Melepas Wharton di Januari bisa menjadi sinyal bahwa klub bersiap memasuki fase rebuild total, sebuah langkah yang berisiko di tengah kompetisi Premier League yang semakin ketat.
Sementara bagi Wharton, kembali ke barat laut Inggris—wilayah tempat ia dibesarkan—bisa menjadi lompatan besar dalam kariernya, apalagi jika bergabung dengan klub penantang gelar seperti Liverpool.
Dengan waktu yang kian menipis dan tekanan internal yang menumpuk, Crystal Palace kini dihadapkan pada dilema klasik: mempertahankan fondasi tim atau mengorbankan masa kini demi stabilitas jangka panjang.
Bursa transfer musim dingin akan resmi ditutup pada Senin, 2 Februari 2026—dan keputusan soal Adam Wharton bisa menjadi penentu arah klub untuk beberapa tahun ke depan.

