LUMINASIA.ID, MAKASSAR -Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, kembali membagikan emas kepada kader PSI sebagai bentuk apresiasi atas kinerja dan dedikasi mereka dalam membesarkan partai.
Hal tersebut dilakukan Kaesang saat memberikan pernyataan di pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PSI di Hotel Claro, Makassar, Kamis (29/1/2025).
Enam kader penerima emas tersebut terdiri dari satu kader asal Aceh yang tercatat sebagai kader dengan jarak terjauh hadir dalam Rakernas.
Setelah memberikan KTA yang ada emasnya kepada kader tersebut, Kaesang kemudian memanggil kader yangs udah menuntaskan struktur tingkat RT hingga 100 persen.
Dalam panggilan ini, lima kader naik ke atas panggung, untuk memaparkan program dan kesuksesannya. Ini diapresiasi juga dengan memberikan KTA yang berhias emas, kepada kelima kader.
“Tapi ini masih mau saya verifikasi dulu ya, apa benar sudah 100 persen hingga tingkat RT. Kalau belum, emasnya saya ambil lagi,” canda Kaesang.
Selain memberikan apresiasi, Kaesang juga menyampaikan peringatan keras kepada seluruh jajaran pengurus PSI agar bekerja secara maksimal.
Ia menegaskan tidak akan segan mencopot pengurus yang dinilai tidak menunjukkan kinerja.
“Kalau ada pengurus yang tidak kerja, ya siap-siap saja dicopot,” tegasnya.
Ancaman tersebut, lanjut Kaesang, berlaku untuk seluruh tingkatan kepengurusan, mulai dari tingkat daerah hingga pusat.
“Ini berlaku untuk semua, dari DPC, DPW, sampai DPP. Tidak ada pengecualian,” ucap Kaesang.
melalui DPRD.
Ia menegaskan bahwa PSI akan selalu satu suara dengan rakyat dalam menyikapi sistem Pilkada ke depan.
“Meskipun PSI saat ini belum memiliki kewenangan menentukan sikap di Senayan terkait revisi undang-undang, namun saya tegaskan sikap PSI akan selalu satu suara dengan rakyat Indonesia,” ujar Kaesang saat pembukaan Rakernas PSI.
Kaesang mengakui bahwa polemik sistem Pilkada menjadi perhatian serius masyarakat, mengingat Pilkada langsung telah berjalan hampir 20 tahun sejak pertama kali dilaksanakan pada 2005.
“Artinya hampir 20 tahun kita menjalani proses demokrasi. Evaluasi terus dilakukan,” katanya.
Ia juga mengatakan Pilkada langsung masih memiliki sejumlah kekurangan, terutama terkait praktik politik uang.
“Kita harus jujur mengakui pemilihan langsung masih memiliki berbagai kekurangan. Mulai dari praktik politik amplop hingga persoalan ambang batas,” ujar Kaesang.
Ia menegaskan, apapun sistem yang akan dipilih ke depan, PSI akan menempatkan kepentingan rakyat sebagai dasar utama dalam mengambil sikap politik.

