LUMINASIA.ID, NASIONAL - Rangkaian libur panjang Nyepi dan Idul Fitri pada Maret 2026 diperkirakan akan menjadi salah satu periode mobilitas masyarakat terbesar sepanjang tahun, seiring penetapan tujuh hari libur berturut-turut tanpa jeda hari kerja oleh pemerintah. Kalender resmi 2026 yang ditetapkan melalui Keppres Nomor 42 Tahun 2025 tentang Cuti Bersama ASN membuka peluang masyarakat merencanakan perjalanan mudik dan liburan lebih awal.
Dilansir Kompas, susunan libur yang berdekatan antara Hari Suci Nyepi dan Idul Fitri dinilai strategis karena memberikan waktu istirahat panjang sekaligus momentum pergerakan ekonomi, terutama di sektor transportasi, pariwisata, dan ritel. Libur dimulai dari cuti bersama Nyepi pada Rabu, 18 Maret 2026, dilanjutkan libur nasional Nyepi pada Kamis, 19 Maret 2026. Rangkaian tersebut langsung bersambung dengan cuti bersama Idul Fitri pada Jumat, 20 Maret 2026 hingga Selasa, 24 Maret 2026, dengan dua hari libur nasional Idul Fitri jatuh pada 21–22 Maret 2026.
Tanpa adanya hari kerja di antara tanggal tersebut, masyarakat akan menikmati libur panjang selama tujuh hari berturut-turut. Kondisi ini diprediksi meningkatkan lonjakan arus mudik Lebaran, khususnya dari kota-kota besar menuju daerah asal di berbagai wilayah Indonesia. Operator transportasi darat, laut, dan udara diperkirakan akan mengalami peningkatan permintaan signifikan, sehingga masyarakat disarankan merencanakan perjalanan sejak jauh hari.
Selain mobilitas, sektor pariwisata domestik juga berpotensi terdongkrak. Destinasi wisata di daerah diprediksi ramai dikunjungi selama periode libur, terutama setelah momen silaturahmi Lebaran. Pelaku usaha UMKM, hotel, dan restoran berpeluang meraih peningkatan omzet selama masa libur panjang tersebut.
Sepanjang 2026, pemerintah menetapkan total 25 hari libur yang terdiri atas 17 hari libur nasional dan 8 hari cuti bersama. Namun, rangkaian Nyepi–Lebaran pada Maret menjadi periode libur terpanjang dalam setahun dan diperkirakan memberi dampak signifikan terhadap pergerakan masyarakat dan ekonomi nasional.
Dengan kepastian jadwal libur panjang tersebut, masyarakat diimbau menyusun rencana perjalanan, ibadah, serta aktivitas keluarga lebih matang guna menghindari kepadatan ekstrem dan memastikan kenyamanan selama momen libur Maret 2026.

