LUMINASIA.ID, NASIONAL - Pemerintah menetapkan libur sekolah Idul Fitri 2026 berlangsung selama dua pekan, mulai 16 hingga 27 Maret 2026. Kebijakan ini tidak hanya berdampak pada aktivitas pendidikan, tetapi juga diprediksi memicu lonjakan mobilitas keluarga dan aktivitas ekonomi selama Ramadan hingga Lebaran.
Ketetapan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Bersama (SEB) tiga menteri yang mengatur pembelajaran selama Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi. Libur berlaku bagi seluruh jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, sekolah dasar, menengah, hingga satuan pendidikan keagamaan. Kegiatan belajar mengajar dijadwalkan kembali normal pada 30 Maret 2026.
Bagi banyak orang tua, libur panjang ini membuka peluang mudik lebih awal dan lebih lama. Perencanaan perjalanan keluarga diperkirakan meningkat sejak pertengahan Maret, mengingat siswa memiliki waktu libur yang cukup panjang untuk berkumpul dengan keluarga di kampung halaman. Pelaku transportasi darat, laut, dan udara pun diprediksi akan menghadapi lonjakan permintaan lebih awal dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Selain sektor transportasi, pelaku usaha pariwisata dan UMKM lokal juga berpotensi merasakan dampak positif. Libur sekolah yang bertepatan dengan momentum Ramadan dan Lebaran sering dimanfaatkan keluarga untuk berwisata religi maupun rekreasi keluarga. Destinasi wisata daerah diperkirakan akan ramai sejak pertengahan Ramadan hingga pasca-Lebaran.
Pemerintah dalam SEB tersebut juga menekankan pentingnya pemanfaatan libur untuk kegiatan yang memperkuat karakter dan nilai sosial. Siswa diimbau menggunakan waktu libur untuk bersilaturahmi dengan keluarga dan masyarakat guna meningkatkan persaudaraan dan persatuan.
Sementara itu, menjelang Ramadan, siswa akan menjalani pembelajaran mandiri di rumah pada 18 hingga 21 Februari 2026. Setelah itu, kegiatan belajar di sekolah kembali berlangsung pada 23 Februari hingga 14 Maret 2026 sebelum memasuki masa libur Idul Fitri.
Dengan jadwal libur yang panjang dan terstruktur, berbagai pihak mulai dari keluarga, pelaku usaha, hingga pemerintah daerah kini bersiap mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat selama Ramadan dan Lebaran 2026.

