LUMINASIA.ID, NASIONAL - Menjelang datangnya Ramadhan 1447 Hijriah, umat Muslim di Indonesia kembali bersiap menyambut bulan suci dengan berbagai amalan, salah satunya memperbanyak doa. Selain menjadi tradisi spiritual, pembacaan doa menyambut Ramadhan juga menandai kesiapan mental dan ibadah umat dalam memasuki bulan penuh keberkahan, ampunan, dan pembebasan dari api neraka.
Dilansir Kompas, di tengah antusiasme tersebut, para ulama mengingatkan pentingnya memahami dasar dalil dari doa-doa yang diamalkan. Dalam kajian fikih dan hadits, umat dianjurkan membaca doa yang memiliki landasan kuat, baik dari hadits Nabi Muhammad SAW maupun amalan para ulama generasi awal Islam. Hal ini bertujuan menjaga kemurnian ibadah serta menghindari praktik yang tidak memiliki rujukan jelas.
Salah satu doa yang dinilai paling kuat dibaca saat memasuki awal Ramadhan adalah doa ketika melihat hilal. Berdasarkan hadits riwayat Thalhah bin Ubaidillah RA, Rasulullah SAW biasa berdoa saat melihat bulan sabit penanda bulan baru. Doa tersebut memohon keberkahan, keimanan, keselamatan, serta penegasan tauhid bahwa segala sesuatu berasal dari Allah SWT. Tradisi ini tidak hanya dipandang sebagai ritual, tetapi juga sebagai pengingat bahwa Ramadhan adalah momentum memperkuat hubungan spiritual dengan Sang Pencipta.
Selain doa yang bersumber langsung dari hadits, umat Muslim juga mengenal doa populer dari kalangan ulama salaf, seperti yang diriwayatkan dari tabi’in Yahya bin Abi Katsir. Meski bukan sabda Nabi, doa ini banyak diamalkan karena berisi permohonan agar dipertemukan dengan Ramadhan, diberikan kemampuan menjalani ibadah dengan baik, serta agar seluruh amalan diterima Allah SWT. Doa tersebut sering dibaca sejak menjelang Ramadhan sebagai bentuk persiapan batin.
Fenomena meningkatnya pencarian doa menyambut Ramadhan setiap tahun menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia semakin sadar akan pentingnya persiapan spiritual. Di berbagai daerah, pengajian, zikir bersama, hingga tradisi lokal seperti padusan atau bersih diri juga menjadi bagian dari rangkaian menyambut bulan suci, meski bentuknya beragam sesuai budaya setempat.
Para ulama mengingatkan bahwa inti dari seluruh amalan menyambut Ramadhan bukan hanya pada bacaan doa semata, melainkan kesiapan hati, niat memperbaiki diri, serta komitmen meningkatkan kualitas ibadah. Dengan landasan dalil yang jelas dan pemahaman makna yang mendalam, doa-doa tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi ritual tahunan, tetapi juga sarana memperkuat keimanan selama Ramadhan 2026.

