LUMINASIA.ID, SPORT - Dominasi Amerika Serikat di Olimpiade Musim Dingin 2026 bukan hanya soal perolehan medali emas, tetapi juga menjadi cermin kesenjangan besar pengembangan olahraga musim dingin di dunia. Kesuksesan AS di cabang hoki es putri dan figure skating memperlihatkan betapa pentingnya sistem pembinaan jangka panjang, sesuatu yang masih menjadi tantangan bagi banyak negara, termasuk Indonesia.
Dilansir Bola.net, keberhasilan Alysa Liu meraih medali emas figure skating putri menjadi simbol kuat keberlanjutan tradisi olahraga es di Amerika. Atlet muda tersebut mampu bangkit dari masa pensiun dini dan kembali ke puncak dunia, sekaligus memutus penantian panjang negaranya untuk gelar di nomor tersebut. Kemenangan ini tak hanya dipandang sebagai prestasi individu, melainkan bukti kuatnya ekosistem pembinaan atlet di Amerika Serikat yang konsisten melahirkan talenta elite.
Di cabang hoki es putri, kemenangan dramatis atas Kanada semakin menegaskan kekuatan AS sebagai raksasa olahraga es dunia. Gol penentu Megan Keller di babak overtime menutup laga final yang sarat tensi tinggi. Pertandingan tersebut memperlihatkan kualitas kompetisi yang sudah matang, dengan intensitas permainan, strategi, dan mental bertanding yang sulit ditandingi negara dengan tradisi hoki es minim.
Keberhasilan Amerika Serikat ini sekaligus membuka diskusi lebih luas tentang kesenjangan fasilitas dan iklim olahraga musim dingin secara global. Negara-negara tropis seperti Indonesia menghadapi tantangan besar, mulai dari keterbatasan sarana latihan hingga minimnya kompetisi domestik. Absennya wakil Indonesia di Olimpiade Musim Dingin 2026 menjadi pengingat bahwa pengembangan cabang olahraga es memerlukan investasi jangka panjang serta dukungan infrastruktur yang memadai.
Meski demikian, Indonesia sebenarnya mulai menunjukkan geliat melalui prestasi di tingkat regional, termasuk medali emas hoki es di SEA Games 2025. Capaian tersebut menunjukkan potensi yang bisa dikembangkan apabila pembinaan berkelanjutan dan dukungan fasilitas terus ditingkatkan. Federasi olahraga es nasional kini dihadapkan pada tantangan untuk mengubah prestasi regional menjadi langkah menuju kualifikasi Olimpiade di masa depan.
Dominasi Amerika Serikat di Milan 2026 pada akhirnya bukan sekadar kisah kemenangan, tetapi juga menjadi tolok ukur global. Negara-negara yang ingin bersaing di Olimpiade Musim Dingin harus menyiapkan strategi serius, mulai dari pembinaan usia dini, investasi fasilitas, hingga pembentukan liga kompetitif. Tanpa itu, kesenjangan prestasi dengan negara-negara mapan akan semakin sulit dikejar.

