LUMINASIA.ID, NASIONAL - Memasuki Ramadan dan Idul Fitri 2026, Bank Indonesia (BI) mendorong masyarakat beralih ke sistem digital dalam penukaran uang baru melalui platform PINTAR BI. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang identik dengan antrean panjang di lokasi penukaran, layanan ini kini mengutamakan pemesanan daring dan jadwal terstruktur agar proses distribusi uang layak edar berjalan lebih tertib dan merata.
Dilansir IDN Times, Program PINTAR BI menjadi salah satu langkah digitalisasi layanan publik yang dilakukan Bank Indonesia, terutama untuk mengurangi kepadatan di titik kas keliling dan memastikan masyarakat mendapatkan kepastian jadwal. Melalui situs resmi pintar.bi.go.id, masyarakat dapat memilih lokasi penukaran terdekat, menentukan waktu kedatangan, serta mengatur nominal pecahan yang ingin ditukar sebelum datang langsung ke lokasi.
Untuk wilayah luar Pulau Jawa, pemesanan penukaran uang baru 2026 mulai dibuka pada 27 Februari pukul 08.00 WIB, sementara periode penukaran berlangsung 28 Februari hingga 15 Maret 2026. Skema ini dirancang agar distribusi uang pecahan kecil menjelang Lebaran dapat menjangkau masyarakat di berbagai daerah tanpa penumpukan antrean fisik seperti tahun-tahun sebelumnya.
Bank Indonesia menekankan bahwa masyarakat wajib mendaftar secara online sebelum datang ke lokasi kas keliling. Saat penukaran, pemesan harus hadir sesuai jadwal dengan membawa KTP asli, bukti pemesanan digital, serta uang yang akan ditukar dalam jumlah pas dan tersusun rapi. Setiap pemesan juga dibatasi jumlah penukaran per pecahan untuk memastikan pemerataan distribusi.
Melalui sistem digital ini, BI berharap proses penukaran uang baru dapat berlangsung lebih efisien dan transparan. Selain mempermudah masyarakat, pendekatan berbasis jadwal juga membantu petugas kas keliling mengatur layanan dengan lebih tertib, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan uang pecahan kecil menjelang tradisi pembagian THR dan Lebaran.

