LUMINASIA.ID, Makassar, 24 April 2026 — Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengalami tekanan signifikan pada perdagangan hari ini, Jumat (24/4), dengan penurunan tajam sebesar 5,45% atau terkoreksi 350 poin ke level Rp6.075 per saham hingga pukul 11.14 WIB (UTC+7).
Dilansir Google Finance, berdasarkan data pergerakan intraday, saham BBCA dibuka langsung di zona merah dan terus menunjukkan tren penurunan sepanjang sesi pagi. Dari level awal di kisaran Rp6.400-an, harga saham secara bertahap melemah, menembus beberapa level support minor hingga mendekati Rp6.100 sebelum akhirnya bertahan tipis di Rp6.075 menjelang jeda makan siang.
Tekanan jual terlihat konsisten sejak pembukaan pasar pukul 09.00 WIB, dengan pola penurunan bertahap yang mencerminkan dominasi aksi profit taking maupun sentimen negatif di pasar. Dibandingkan dengan harga penutupan sebelumnya di Rp6.425, koreksi hari ini tergolong cukup dalam, mengindikasikan adanya perubahan sentimen investor dalam jangka pendek.
Volume transaksi yang muncul sepanjang sesi pagi juga menunjukkan aktivitas yang relatif aktif, terutama saat harga menembus level Rp6.200 dan Rp6.150, yang berpotensi menjadi titik teknikal penting bagi pelaku pasar. Namun demikian, tidak terlihat adanya rebound signifikan hingga menjelang jeda perdagangan.
Secara teknikal, pergerakan BBCA hari ini mencerminkan tren bearish jangka pendek, dengan lower high dan lower low yang terbentuk sejak awal sesi. Jika tekanan jual berlanjut pada sesi II, terdapat kemungkinan harga menguji level psikologis di bawah Rp6.000. Sebaliknya, apabila terjadi aksi beli, area Rp6.200–Rp6.300 dapat menjadi zona resistance awal.
Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat katalis spesifik yang secara langsung menjelaskan penurunan tajam saham BBCA. Namun, pergerakan ini kemungkinan dipengaruhi oleh kombinasi faktor eksternal seperti sentimen pasar global, dinamika suku bunga, maupun rotasi sektor oleh investor institusional.
Pelaku pasar kini menantikan kelanjutan pergerakan pada sesi II untuk melihat apakah tekanan ini bersifat sementara atau menjadi awal dari koreksi yang lebih dalam.

